.


Pidie - Plt.Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Pidie, Jufrizal, S.Sos, M.Si, yang diwakili oleh Kabid PUEM DPMG Pidie, Iswadi, S.Hi, melakukan kunjungan kerja pertama di awal tahun 2024 ke BUMDes/BUMG Harapan Tani Jaya di Gampong Seukee, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Bumdes ini berfokus pada Unit Usaha Saprodi, dan kunjungan tersebut dilakukan di Pusat Pasar Grong-Grong Kabupaten Pidie. Acara tersebut dihadiri oleh Keuchik Gampong Seukee, M.Nur, yang menyampaikan bahwa Unit Usaha Saprodi telah berjalan selama tiga tahun sejak 1 Desember 2020.

Menurut Keuchik Seukee, BUMDes Harapan Tani Jaya telah memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa. Plt.Kadis PMG Pidie, Jufrizal, S.Sos, M.Si, melalui Kabid PUEM Iswadi, S.Hi, mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi BUMDes tersebut, menyatakan bahwa BUMDes harus menjadi mesin pembangunan desa yang mandiri.

"Kita harapkan keberadaan BUMDes nantinya, harus mampu menjadikan desa itu lebih mandiri," kata Plt.Kadis PMG Pidie.

BUMDes Harapan Tani Jaya telah berdiri sejak tahun 2018 dan bergerak di bidang sarana-prasarana dan produksi (Saprodi). Keuchik Seukee, M.Nur, menyatakan bahwa pendapatan asli dari BUMDes ini setiap tahunnya bisa mencapai Rp 8,5 juta.

Acara kunjungan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak yang ikut membina BUMDes Harapan Tani Jaya, seperti Pak Zakaria H.M. Yusuf (Koorkab), Pak Helmi (Pic.Bumdes), TAPMD, Abu Hamid, Ust.Fakhrurazi, Zainal Abidin, Korcam Kec.Pidie (Mustafa Kamal), Pic.Bumdes Kec.Pidie (Mukhsal), PD Kec.Pidie, dan Pld dalam Kecamatan Pidie.

Dalam akhir pesannya, masyarakat BUMDes Harapan Tani Jaya menyampaikan salam "Bumdes Bangkit" dan "Bumdes Maju." Seluruh acara diakhiri dengan salam kebanggaan, "Salam_Pidie_Mulia."


Pj. Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto M.Si mengatakan, memasuki awal Januari 2024 jumlah pengungsi Rohingya di Pidie berjumlah 889 orang. Jumlah pengungsi ini di hitung dua tahun yang lalu saat pertama mendarat di Pidie pada 2022 tepatnya di Kecamatan Muara Tiga. 

Wahyudi Adisiswanto menuturkan pada perkembangannya jumlah pengungsi yang mendarat di Pidie bergerak secara bergelombang, total ada 4 gelombang yang mendarat, sehingga total pengungsi berjumlah 889 orang, pada disampaikan pada Selasa, (2/1/24).

Untuk di ketahui bahwa Pengungsi Rohingya ini sudah ada sejak tahun 2022 yang lalu. Untuk menghindari potensi konflik dengan warga, dicarikan lokasi penampungan sementara bekas Panti Asuhan Mina Raya.

Akibat terus berdatangan pengungsi Rohingya, masyarakat kini mulai menganalisis, ujar Wahyudi Adisiswanto.

Ada dua hal yang berkembang di masyarakat dewasa ini, Opini dan Fakta. 

Opini yang berkembang, masyarakat mulai terganggu dengan kehadiran pengungsi Rohingya. Hal ini disebabkan kejadian per kejadian selama di lokasi penampungan sementara. Kendati demikian masyarakat masih sangat tolerir kepada pengungsi.

Wahyudi Adisiswanto juga menjelaskan bahwa Opini ini ada dua, Asumsi dan Spekulasi. 

Masyarakat kini berasumsi bahwa keberadaan Pengungsi Rohingya ke Pidie semacam Human Traffikcing atau People Smarging. Semacam serangan negara luar dengan mengirim ribuan pengungsi ke Indonesia.

Disamping itu masyarakat juga berspekulasi bahwa akan di kirim lagi ribuan pengungsi Rohingya lainnya ke Indonesia terutama Aceh. Bahkan masyarakat juga sempat berspekulasi berupa penyebaran penyakit dan ancaman penyebaran nilai-nilai budaya.

Pj. Bupati Pidie juga menuturkan faktanya para pengungsi mengeluh, nasi yang di berikan sedikit, baju pemberian masyarakat di buang-buang. Kendati demikian masyarakat masih tolerir kepada pengungsi, serta terus menjaga keamanan, ketertiban di lokasi penampungan pengungsi.

Masyarakat masih sangat toleran kepada pengungsi, walaupun pengungsi tidak mengindahkan norma dan adat istiadat warga setempat.

"Toleransi masyarakat Pidie terhadap pengungsi Rohingya sungguh luar biasa". Artinya mereka sangat peduli kepada anak-anak, wanita dan lansia"  Ujar Wahyudi.

Tentunya Pemkab Pidie selaku pengendali keamanan terus melakukan koordinasi agar tidak terjadinya konflik dan gesekan ditengah masyarakat.

Wahyudi Adisiswanto juga berterima kasih kepada masyarakat Pidie karena menolong pengungsi Rohingya, terutama anak-anak, ibu-ibu dan pengungsi yang sakit.

Masyarakat Pidie menginginkan pengungsi Rohingya laki-laki yang sehat  agar berkerja dan saling membantu di penampungan, terutama saling menjaga dan tidak melakukan hal-hal yang bersifat provokatif sesama pengungsi.

Seandainya masyarakat tidak toleransi maka dari pertama mendarat mereka akan di tolak lagi ke laut" Ucapnya. 

Wahyudi Adisiswanto juga berharap agar masyarakat yang pro maupun kontra terhadap pengungsi Rohingya agar tidak dikaitkan dengan motif-motif lain, meskipun yang pro lambat laun mengecil. Bahkan yang kontra semakin hari semakin tajam dan mengkhawatirkan.

Sejak Desember 2022 Pj. Bupati Pidie sudah menyampaikan kepada UNHCR bahwa semua kebutuhan pengungsi di limpahkan kepada UNHCR, Pemkab hanya menyediakan lokasi penampungan sementara, tutupnya.


Sigli- Pemerintah Kabupaten Pidie terus memantau perkembangan keberadaan Rohingya di penampungan sementara. Sampai saat ini Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak baik Keuchik, tokoh masyarakat serta unsur terkait.

Dalam bulan Desember kedatangan Pengungsi Rohingya terus meningkat, sehingga menimbulkan Spekulasi dan Opini di masyarakat, apa yang sebenarnya terjadi.

Penanganan pengungsi Rohingya semuanya diserahkan kepada masyarakat, setelah dalam sepekan terakhir tidak ada kepastian dari pemerintah pusat terkait penanganan pengungsi.

Tentunya, ada beberapa point penting yang perlu di catat dan berkembang di masyarakat. Berikut beberapa catatan yang coba di rangkum oleh redaksi, berdasarkan hasil wawancara dengan Kompas Tv beberapa waktu lalu.

Fakta dan Opini Masyarakat

Opini di lapangan masyarakat merasa terganggu dengan kehadiran pengungsi Rohingya di tempat mereka. Masyarakat yang telah membantu dinilai tidak di hargai oleh para pengungsi Rohingya.

Warga setempat bergotong royong membantu pengungsi, mulai memberikan makanan, baju dan kebutuhan anak-anak. Hal ini justru tidak di hargai oleh pengungsi.

Faktanya para pengungsi mengeluh bahwa nasi yang di berikan sedikit, baju di buang-buang, tindak kekerasan seksual antar pengungsi, serta Buang air besar (BAB) sembarangan sampai di tambak milik warga.

Hal ini justru memancing kemarahan di masyarakat akibat lahan tambaknya dipenuhi kotoran.

Akibat beberapa faktor itu timbul asumsi di masyarakat bahwa keberadaan pengungsi Rohingya ke Pidie termasuk Human Traffikcing atau People Smarging, ini semacam serangan negara luar dengan terus mengirim ribuan pengungsi Rohingya ke Indonesia terutama Aceh, khususnya Pidie.

Dimasyarakat berkembang Spekulasi bahwa akan terus di kirim ribuan pengungsi lainnya ke Indonesia. Hal ini tentu akan menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat, berupa penyebaran wabah penyakit, membawa budaya yang tidak sesuai dengan kearifan lokal masyarakat, dan masuk kepada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sikap Pemda Pidie

Pemerintah Pidie terus melakukan koordinasi agar tidak terjadi benturan antar pengungsi dengan warga sekitar.

Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., mengatakan "sejauh ini Pemerintah Daerah telah melakukan beberapa hal agar tidak terjadinya gesekan antara pengungsi dengan warga setempat".

Diantaranya mencari lokasi penampungan sementara, menghimbau agar masyarakat tidak anarkis, tidak melakukan tindakan kekerasan kepada pengungsi.

Sampai sejauh ini Pemerintah Pidie terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Propinsi, hingga ada keputusan final dari Pemerintah Pusat tentang keberadaan pengungsi Rohingya di Pidie. Pj. Bupati Pidie sangat optimis bahwa Pemerintah Pusat akan mencari tempat penampungan lain di luar Pidie.

Bahkan Pemerintah Provinsi telah mencari beberapa titik relokasi, namun masih terjadi penolakan oleh masyarakat secara masif. Namun demikian, Pemkab Pidie terus menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi anarkis serta memberikan toleransi-toleransi kelonggaran kepada pengungsi.

Saat gelombang pengungsi mendarat di Desa Batee Kecamatan Muara Tiga beberapa waktu lalu, warga telah sepakat memberikan batas waktu di tampung di desa mereka selama seminggu. Kalau lewat dari batas waktu yang sudah disepakati warga maka mengusir mereka.

"Walaupun demikian Pj. Bupati Pidie tetap mengendalikan agar masyarakat Pidie tidak melakukan tindakan anarkis. Pemerintah Pidie sangat komit menjaga ketentraman dan keamanan masyarakat, hingga melarang aksi anarkis kepada pengungsi" ucap Wahyudi.

Pemkab Pidie Apresiasi Sikap Toleransi Masyarakat

Pemerintah Pidie hanya berwewenang melakukan koordinasi, baik dengan pihak UNHCR, IOM, Aparat Keamanan dan tokoh masyarakat. Berkaitan dengan pembiayaan makanan, sistem pengamanan, pembiayaan pengamanan masyarakat dan aparat semua ini di serahkan kepada pihak UNHCR dan IOM.

Pemda tidak akan mengeluarkan dana APBK untuk pembiayaan makanan Pengungsi Rohingya.

Sejauh ini Pemkab Pidie hanya bersifat melakukan koordinasi agar tidak terjadinya konflik ditengah masyarakat.

Wahyudi Adisiswanto menuturkan bahwa masyarakat menginginkan pengungsi yang sehat-sehat di penampungan Mina raya Padang Tiji agar di pindahkan ke bibir pantai, wanita dan anak-anak serta yang sakit yang ada di bibir pantai agar di pindahkan ke penampungan sementara bekas Panti Asuhan Mina Raya Padang Tiji.

"Toleransi masyarakat Pidie terhadap pengungsi Rohingya sungguh luar biasa". Artinya mereka sangat peduli kepada anak-anak, balita dan ibu-ibu kalangan Pengungsi Rohingya.

"Hal ini perlu di apresiasi terhadap masyarakat Pidie. Seandainya masyarakat tidak toleran maka dari Pertama sampai, mereka (Manusia perahu) akan di tolak lagi ke laut" ucapnya.

Walaupun demikian Pj. Bupati Pidie juga mengatakan toleransi masyarakat kepada pengungsi Rohingya ini agar tidak di anggap bahwa masyarakat memiliki motivasi tersembunyi dan tidak dikait-kaitkan dengan ekonomi.

Masyarakat berharap agar tidak ada lagi pengungsi yang di tampung sementara di desa mereka, hal ini bertujuan agar tidak menganggu ke tenteram dan keamanan warga setempat.

Masyarakat Pidie menginginkan jangan sampai kehadiran pengungsi Rohingya justru terjadi perpecahan di masyarakat, saling curiga dan tuduh menuduh, hingga berakibat keamanan di Pidie tidak Kondusif serta menimbulkan masalah baru.

Tuntutan Masyarakat Kepada Pihak UNHCR

Banyaknya kedatangan manusia perahu di Pidie di penghujung tahun 2023, menimbulkan Spekulasi dan Opini di kalangan masyarakat, hingga adanya aksi demo dan tuntutan masyarakat di lokasi penampungan sementara pengungsi Rohingya.

Pj. Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto menuturkan bahwa "sebenarnya terjadi aksi penolakan di masyarakat".

Beberapa waktu yang lalu warga demo, dan ada beberapa point tuntutan masyarakat terhadap keberadaan manusia perahu di Kabupaten Pidie.

Berikut beberapa tuntutan masyarakat saat terjadi Aksi penolakan Rohingya di lokasi penampungan sementara pengungsi :

  1. Menolak kedatangan Pengungsi Rohingya yang baru.
  2. Pengenaan biaya sewa lahan untuk lokasi penampungan sementara.
  3. Anak-anak, balita dan perempuan yang di bibir pantai di relokasi ke penampungan Mina Raya.
  4. Laki-laki yang sehat dan kuat yang ada di penampungan Sementara Mina Raya di Relokasi ke bibir pantai. 
  5. Jangan berkeliaran di perkampungan warga termasuk dilarang keluar untuk belanja ke pasar. 

Wahyudi Adisiswanto menuturkan bahwa ini merupakan kesepakatan masyarakat, seandainya ada Pengungsi Rohingya berkeliaran maka akan di anggap maling. Karena sesungguhnya masyarakat telah mengidentifikasi beberapa persoalan ketika Rohingya mendarat saat warga setempat sedang beristirahat.

Ada pengungsi Rohingya kedapatan mencuri hasil kebun warga, misal kelapa hasil kebun warga banyak yang hilang. Laporan-laporan ini marak terdengar di masyarakat, ternak warga di anggap tidak aman lagi di gembala di kebun.

Karena ada identifikasi demikian sehingga masyarakat membuat kesepakatan agar Pengungsi Rohingya yang berkeliaran akan di anggap maling. 

Wahyudi Adisiswanto mengatakan bahwa masyarakat Pidie berharap "Pemerintah Pusat dapat mendapat titik terang agar Pengungsi Rohingya di Aceh terutama di Pidie agar segera dipindahkan keluar" tutupnya. 


RTIK PIDIE
- Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Desa Cerdas (Smart Village) pada Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD), serta seiring berhasilnya kegiatan Peningkatan Kapasitas Duta Digital pada 15 hingga 24 November di Redtop Hotel, Jakarta.

Pusat Pengembangan Daya Saing Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kementerian desa terus melangkah dengan melaksanakan kegiatan Mobilisasi Duta Digital untuk Kabupaten Pidie pada Rabu, 20 Desember 2023.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengantar dan memperkenalkan duta digital kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) dan Gampong yang berpartisipasi dalam program desa cerdas. Tim dari Kementerian Desa yang ikut serta dalam kegiatan ini terdiri dari Maya Anggraeni, S.Kom., M.M sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Muda dari BPI , Iswadi sebagai Staf Sekretariat BPI, dan Salsa Billah Yuslisyah sebagai Staf Pusat Daya Saing.

Kedatangan tim dari Kementerian Desa ke Kabupaten Pidie diterima dengan hangat oleh Plt Kadis DPMG Kabupaten Pidie, Jufrizal, S.Sos, MSi. Dalam sambutannya, Jufrizal menyampaikan salam selamat datang kepada tim dari Kemendesa dan memberikan gambaran kondisi Pidie, yang terdiri dari 730 gampong, dengan 30 gampong di antaranya sudah tergabung dalam program desa cerdas. Ia berharap, sisa 700 gampong dapat diintegrasikan dalam program oleh Kementerian Desa dalam tahun-tahun mendatang.

Jufrizal menegaskan kepada para duta digital untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mempromosikan gampong melalui platform digital. Ia juga mendorong aparatur pemerintah gampong untuk beralih dari sistem manual ke digital melalui pendekatan oleh Duta Digital, sekaligus mempromosikan produk-produk unggulan dari gampong guna menciptakan ekonomi digital yang berkelanjutan. Harapannya, upaya ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat gampong dan mempercepat terwujudnya Desa Cerdas yang inklusif dan berdaya saing.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan kunjungan saweu gampong untuk melakukan mobilisasi secara simbolis duta digital ke tiga gampong lokasi pedampingan, yaitu Gampong Dayah Tanoh Kecamatan Pidie, Gampong Kuala Pidie, dan Gampong Seuk Ceukok Kecamatan Simpan Tiga Kabupaten Pidie. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan duta digital kepada pemerintah Gampong dan mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para perangkat gampong.

Dalam kunjungan tersebut, tim dari Kementerian Desa dan duta digital didampingi oleh Helmi, SE, yang menjabat sebagai Kabid Pendayagunaan SDA, TTG, dan Kawasan Perdesaan, serta Iswadi, S.HI, yang menjabat sebagai Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Gampong. Turut serta pula Roslina, A.md, sebagai penggerak swadaya masyarakat, dan Sarwati, S.Pi, yang bertugas sebagai penyusun program kelembagaan dan kerja sama di bidang Pemerintahan dan Pembangunan Mukim dan Gampong DPMG Kabupaten Pidie.

Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen penuh dalam mendukung pengembangan program Desa Cerdas dan pemberdayaan masyarakat gampong di Kabupaten Pidie. Sinergi antara tim dari Kementerian Desa dan instansi terkait lokal diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di tingkat desa.

Sebagaimana yang kita ketahui, di Kabupaten Pidie, terdapat 30 gampong yang telah tergabung dalam program Desa Cerdas, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Pusat Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 66 Tahun 2023 tentang Penetapan 1650 Desa Lokasi Desa Cerdas Fase III Tahun 2023.

Gampong-gampong ini tersebar di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Pidie, meliputi Kecamatan Delima Gampong Jambee, Geumpang Gampong Bangkeh, Glumpang Baro Gampong Kumbang Unoe, Glumpang Tiga Gampong Cot Baroh dan Kayee Jatoe, Indrajaya Gampong Rawa Tungkop, Kembang Tanjong Gampong Keude Ie Leubeu, Keumala Gampong Pako, Mane Gampong Lutueng dan Gampong True Cut, Mila Gampong Blang dan Pulo Tanjong, Muara Tiga Gampong Mesjid dan Tgk Dilaweung, Mutiara: Gampong Dayah Syarif, Jadan, dan Sentosa, Mutiara Timur Gampong Dayah Adan, Padang Tiji Gampong Pasar Paloh, Peukan Baro Gampong Rambayan Lueng dan Ulee Tutue, Sakti Gampong Jeumpa dan Pasar Kota Bakti, Kota Sigli Gampong Meunasah Peukan dan Kuala Pidie, Simpang Tiga Gampong Seuk Ceukok, Tangse Gampong Beungga, Blang Malo, dan Ulee Gunong.

Nama-nama duta digital yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Andrian Saputra, Safwaturrahman, Selvi Setiana, Safrijal, Arifan Hendra, dan Ayu Wahyuni. Mereka diharapkan dapat menjadi penggerak positif dalam memajukan desa cerdas dan memberdayakan masyarakat gampong di Kabupaten Pidie


RTIKPIDIE.OR.ID - Gampong Cot Baroh, Kecamatan Glumpang Tiga, mengumumkan peluncuran program ambisius "Pilar Gampong Cerdas" yang menandai langkah besar dalam memajukan desa secara holistik dan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat, serta memperkenalkan Sistem Pelayanan Elektronik untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Pilar Gampong Cerdas menekankan peningkatan literasi, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam Gampong Cot Baroh. Program ini tidak hanya menyediakan tempat dan sumber informasi yang luas mengenai ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan gampong. Keuchik Gampong Cot Baroh, Aris Munandar, ST, menyatakan komitmen gampong untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga gampong.

Sebagai langkah konkret menuju transformasi, Gampong Cot Baroh akan beralih ke Sistem Pelayanan Publik berbasis Elektronik di kantor keuchik. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan, memastikan efisiensi, dan memberikan aksesibilitas yang lebih baik kepada warga gampong. Aris Munandar menegaskan bahwa perubahan ini adalah bagian dari komitmen Gampong Cot Baroh dalam mewujudkan visi pembangunan gampong yang inklusif dan berkelanjutan.

Program ini mendapat dukungan dari Duta Digital, Andrian Saputra, Safwaturrahman, dan Safrijal. Mereka menambahkan dimensi terintegrasi pada program dengan fokus pada Enam pilar utama gampong cerdas yaitu Smart People, Smart Mobility, Smart Governance, Smart Economy, dan Smart Living dan Smart Environment. Ini mencerminkan komitmen Gampong Cot Baroh pada peningkatan individu dan perkembangan menyeluruh melalui integrasi teknologi dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Safwaturrahman, selaku Koordinator Duta Digital Kabupaten Pidie dan Juga Sekretaris Relawan TIK Kabupaten Pidie, menyambut baik transformasi ini. Beliau menilai bahwa integrasi teknologi dalam pembangunan gampong adalah langkah cerdas menuju kemajuan yang berkelanjutan. Gampong Cot Baroh memperlihatkan kepada dunia bahwa gampong dapat menjadi pusat inovasi dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program Pilar Gampong Cerdas dan peralihan ke Sistem Pelayanan Elektronik adalah tonggak sejarah yang memperkuat posisi Gampong Cot Baroh sebagai gampong yang cerdas dan berdaya saing di era revolusi industri 4.0.


Sigli
- Memiliki Akhlak yang baik, Pandai Shalat Pandai Silat, Sepenggal kalimat yang di sampaikan oleh Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., di depan ratusan pelajar peserta kejuaraan pencak silat. Kalimat tersebut diutarakan saat pembukaan lomba kejuaraan Pencak Silat tingkat SD, MI, SMP dan MTsN di Pidie Convention Center (PCC) pada Kamis (16/11/2023).

Dihiasi atribut lengkap, menggunakan pakaian serba hitam, dengan kain pengikat kepala ratusan pesilat cilik memperlihatkan atraksi jurus silat di hadapan Penjabat Bupati Pidie, Forkopimda, Ketua KONI, tamu undangan dan juga Kepala SD/MI, SMP/MTsN.

Dengan semangat merah putih, berdiri seorang pria paruh baya, berpeci hitam, berkacamata, menggunakan kemeja lengan panjang warna putih dengan lantang meneriakkan Salam Pidie Mulia. Salam... sahut ratusan pesilat cilik sambil menggenggam tangan kanan ke atas. Pria paruh baya tersebut adalah Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si Penjabat Bupati Pidie. 

Sambil menyemangati pesilat cilik, Wahyudi Adisiswanto menitipkan pesan, Anak-anakku yang Bapak banggakan, Bapak titahkan agar ke depan Kabupaten Pidie menjadi Kota Para Kesatria.

"Kota Kesatria adalah kota yang memiliki generasi ber Akhlak baik, dengan meniti dua karakter yaitu pandai shalat dan pandai silat. InsyaAllah dua hal ini nantinya akan membawa generasi muda Pidie memiliki Akhlak yang baik" ucapnya.

"Kabupaten Pidie berkemas dari Jargon Salam Pidie Mulia menuju Kota Para Kesatria" ucap mantan Direktur Perencanaan dan Pengendalian pada lembaga delik sandi. 

"Hal ini kita persiapkan dari Sekarang agar anak-anak Pidie ini nantinya mampu menjadi pemimpin, memimpin diri sendiri, memimpin kelas, memimpin Pidie dan memimpin Indonesia ke depan" Ujarnya disertai tepuk tangan para pesilat cilik.

Pelajar hari ini pemimpin hari esok, kalimat tersebut bukanlah sebuah hipotesis ataupun imajinasi. Kalimat tersebut telah terintegrasi dalam jiwa pelajar yang memberikan motivasi kepada para siswa dan siswi untuk menjadi pemimpin. 

Di akhir sambutannya Wahyudi juga menuturkan bahwa "kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari angkatan perang, tetapi di ukur dari Akhlakul Karimah". Untuk itu Wahyudi berpesan agar generasi Pidie memiliki Akhlak yang baik.

Untuk diketahui bahwa Pemkab Pidie menggelar lomba Kejuaraan Pencak Silat yang di ikuti oleh 500 siswa siswi tingkat SD,/ MI, SMP/ MTsN sederajat.


Sigli - Penjabat Bupati Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., mengunjungi Pemain Sepak Bola U-15 Ferdian Pratama yang sakit, di Rumah Sakit Umum Tgk. Chiek Di Tiro selepas menunaikan ibadah Shalat Jum'at, pada 20 September 2023.

Ferdian Pratama mengalami lengan patah saat mengikuti sesi latihan di lapangan Tangse beberapa hari yang lalu. Alhamdulillah, saat kunjungan Penjabat Bupati Pidie kondisinya sudah membaik pasca operasi.

Kehadiran orang nomor Wahid di Pidie ini merupakan bentuk perhatian kepada orang tuanya. Apalagi Ferdian Pratama merupakan salah satu Pemain Sepak Bola U-15 Perwakilan Kecamatan Tangse yang akan berlaga nantinya memperebutkan Piala Pj. Bupati pada 26 Oktober mendatang.

Ditemani oleh Direktur Rsud Tgk. Chik Di Tiro., drg. Mohd Riza Faisal, Mars, Wahyudi Adisiswanto langsung menuju ruang rawat inap Ferdian Pratama.

Disana dirinya bercengkrama dengan Ferdian Pratama dan orang tuanya, sambil memberikan sedikit santunan biaya pengobatan. Dirinya berharap agar keluarga tabah menerima cobaan ini, karena musibah datang tidak ada yang tau.

"Cepat sembuh ya Nak, ini semua adalah musibah," kata mantan Dir. Pengendalian dan Operasi Badan Intelijen Negara (BIN).

"Sebagaimana manusia, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Untuk itu, kita harus senantiasa berdoa kepada Allah agar terhindar dari segala macam mara bahaya yang akan menimpa," ujarnya. 

Sebagai kepala Pemerintahan Pidie, dirinya sangat prihatin terhadap musibah ini. Untuk itu, dirinya mengunjungi korban ini sebagai bentuk memberikan semangat dan support kepada Ferdian Pratama dan orang tuanya agar lekas sembuh.

Untuk di ketahui Pemerintah Kabupaten Pidie akan menggelar Turnamen Sepakbola U-15 Piala Pj. Bupati mulai tanggal 26 Oktober sampai 10 November 2023 di lapangan Sepakbola Persimura Beureunuen.


Sigli - Pemerintah Kabupaten Pidie memberikan apresiasi besar atas perhatian pemerintah pusat khususnya Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terkait perkembangan peningkatan status Desa-Desa (Gampong) serta tambahan afirmasi dana desa.

Pemkab Pidie mengakui kehadiran tim Kemendesa PDTT dalam upaya meningkatkan status desa (Gampong) sehingga pada 2024 Kabupaten Pidie bebas desa tertinggal dan sangat tertinggal bisa terwujud.

Wahyudi Adisiswanto menjelaskan bahwa "team Kemendesa yaitu Pak Suhandani dan Pak Mustakim secara khusus telah hadir pada saat memberikan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis pemutahiran data survei Indeks Desa Membangun (IDM) pada akhir Juni 2023, sebelum kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Pidie" 

"Dalam kedatangan tim Kemendesa itu juga telah terjadi diskusi yang komprehensif khususnya bagaimana upaya maksimalisasi data IDM dalam perencanaan desa, serta bagaimana desa-desa di Kab Pidie bisa meraih sumber-sumber pendanaan dari pusat maupun berbagai pihak dalam upaya mensejahterakan dan memandirikan desa-desa di Kabupaten Pidie" ujar Penjabat Bupati Pidie. 

Untuk itu Pemkab Pidie bertekad dan berkomitmen semakin membangun sinergi dan kerja sama lintas sektor baik dengan Kemendesa maupun Kementrian lainnya serta Pemerintah provinsi termasuk perguruan tinggi dalam rangka pengentasan kemiskinan ekstrim serta pencapaian zero desa tertinggal dan sangat tertinggal di Pidie pada khususnya serta di provinsi Aceh pada umumnya.

Tambahan dana desa karena priogresifitas updating data IDM pertengahan Juni 2024 oleh utusan Kemendes. 

Untuk diketahui bahwa sebanyak 139 desa (gampong) dari 19 kecamatan di Pidie mendapatkan tambahan dana desa senilai Rp 17,7 miliar, bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2023.

Penambahan dana desa tersebut, sudah tertuang dalam PMK nomor S-129/PK/2023 tanggal 25 September 2023.

Mantan Direktur Perencanaan dan Pengendalian Operasi Badan Intelijen Negara BIN mengatakan kecamatan yang paling banyak mendapat tambahan suntikan dana yaitu, Simpang Tiga dan Kembang Tanjong dengan jumlah 19 gampong.

"Saya sudah surati para camat agar memberitahukan keuchik (kepala desa) yang mendapat dana tambahan tersebut, untuk segera melakukan perubahan dalam APBG-P 2023" ujar Pj. Bupati 

Dana tambahan tersebut diberikan secara bervariasi, angka yang paling tinggi sebesar 128 juta rupiah. 

Kami mengingatkan kepada seluruh keuchik (kepala desa), agar kegiatan yang menggunakan dana desa, benar-benar ditaati ketentuan dan peraturan", tutupnya.


Sigli - Perkembangan harga pokok pangan saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terpantau relatif aman. Walaupun adanya kenaikan dan penurunan beberapa komoditi secara signifikan namun masih terpantau aman, dan gejolak ini seiring berjalan waktu akan mereda dan kembali normal. 

Amatan Redaksi di pasar Pante Teungoh kota Sigli, kebutuhan komoditi meningkat tajam, hal ini dipengaruhi Peringatan Maulid Nabi.

Masyarakat Pidie banyak berbelanja sayuran, cabe merah, tomat, bawang merah, kelapa, terong, telor, pisang, daging ayam, minyak, gula dan kebutuhan lainnya untuk persiapan khanduri menyambut hari lahir Nabi Muhammad SAW. 

Harga komoditi pun masih relatif terjangkau, hanya harga tomat yang naik berkisar di angka 10 ribu rupiah perkilogramnya. Sementara Komoditi lainnya masih terpantau aman. 

Penjabat Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau harga komoditi dan ketersediaan barang, karena permintaan barang meningkat saat peringatan hari Besar Keagamaan, terutama di Pidie Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan sampai dengan tiga bulan sepuluh hari.

Pemkab Pidie telah melakukan langkah strategis melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pidie.

Dilihat pada data Itjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada bulan Maret 2023, Kabupaten Pidie masuk dalam katagori langkah-langkah penanganan inflasi. 

Dalam tersebut terdapat kategori 425 Pemda melakukan pemantauan harga, katagori 191 Pemda melakukan rapat teknis TPID, kemudian katagori 357 Pemda melakukan sidak ke pasar, katagori 281 Pemda melakukan pencanangan gerakan menanam, dan katagori 196 Pemda berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi.

Sementara itu ditemui redaksi diwarkop, Nyakwa Latifah pedagang keliling, menjajakan dagangannya dari kantor ke kantor, warkop ke warkop, setengah hari dagangannya sudah habis. 

Dagangan yang di jual, berupa buah salak yang sudah di iris-iris di kemas di cup dengan bumbu khas Plik U (patarana), kacang rebus dan kerupuk habis terjual.

"na raseuki uroe nyoe hay neuk meutuah, bagah habeh uroe nyoe, Alhamdulillah. (ada rezeki hari ini wahai anakku yang baik hati, cepat habis dagangannya hari ini, Alhamdulillah)" ujarnya. 

"Jinoe tinggai lon preh mato labi-labi neuk jak woe, untuk Jak seumbahyang (tinggal menunggu angkutan umum untuk pulang, mau shalat)" ucap Nyakwa Latifah.

Sementara itu, akibat maraknya toko-toko online menyebabkan para pedagang di toko offline mengalami penurunan omset.

Hal ini merupakan fenomena yang terjadi di Aceh, khususnya Pidie, mereka yang berjualan secara online memberikan diskon besar-besaran hingga menyebabkan konsumen beralih belanja secara online. Bahkan belanja kebutuhan rumah tangga pun ada juga di toko online. 

Di zaman serba canggih, generasi millenial lebih memilih belanja online. Suci Ramadhani (pedagang bakso bakar) selaku konsumen toko online mengatakan bahwa kalau belanja di toko offline harganya mahal, kalaupun ada diskon mesti minta-minta kurang dulu, sedangkan belanja di online, bisa melihat merek, dan diskonnya pun separuh harga, bahkan sampai gratis ongkir.

Disamping menghemat biaya, belanja di toko online juga menghemat waktu, dan tidak terganggu jadwal jualan terangnya. 

Lain lagi dengan Rahmat (mahasiswa) bahwa-barang online kualitasnya sangat berbeda dengan di toko. E-commerce sangat membantu kami yang sedang kuliah, pastinya lagi bisa bayar menggunakan e-money. 

Seperti di lansir dari survei Populix, mayoritas atau 48% responden melakukan belanja online karena didorong faktor kebutuhan.

Sedangkan responden yang termotivasi belanja online karena ada promosi berupa cashback (25%), gratis ongkos pengiriman barang (23%), dan untuk mendapatkan kepuasan diri (20%).

Berdasarkan observasi lapangan, bahwa tingkat daya beli atau perputaran uang lebih banyak terjadi di warung kopi. Hal ini didasarkan dari observasi yang dilakukan dari pagi hingga malam, bahwa warung kopi sangat diminati masyarakat Pidie, lebih-lebih didominasi oleh kalangan muda dan tua. Hal ini membuktikan bahwa perputaran ekonomi di Pidie sangat stabil.

Novita selalu Owner Warung kopi di Pidie mengatakan bahwa perminggu daya beli kuliner mengalami kenaikan, hal ini karena harga kuliner ataupun kopi yang disajikan cukup terjangkau. Untuk kopi harganya 3000 rupiah dan makanan seperti nasi dengan lauk ayam dan mie Aceh harganya berkisar antara 10 sampai 13 ribu rupiah. Untuk pisang goreng, risol, tempe isi, tahu isi maupun bakwan harganya cuma 1000 rupiah.

"Sangat terjangkau harga kuliner maupun gorengan di Pidie" ujarnya. 

Menurutnya kalau lagi musim hujan permintaan gorengan mengalami peningkatan, kalau hari-hari biasa menghabiskan dua tandan pisang. 

Sementara itu dikutip dari detik.com Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan dua (2) aspek penting dalam upaya mengendalikan inflasi, daerah dan komoditas.

Menurutnya bahwa Indonesia menangani inflasi berdasarkan fokus daerah, mana yang naik kita tekan. Daerah yang sudah bagus inflasinya terkendali di bawah nasional berusaha untuk diturunkan, dan kita fokus kepada komoditas apa yang menyebabkan terjadi kenaikan di daerah itu.

Menurut data BPS tercatat angka inflasi year-on-year (yoy) bulan September 2023 terhadap September 2022 sebesar 2,28 persen. Artinya, tingkat inflasi masih terkendali.

Mendagri Tiro Karnavian juga menjelaskan bahwa atensi kenaikan minggu lalu beras dan gula pasir. Masalah ini akan dibicarakan dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden.


Sigli - Pemerintah kabupaten Pidie melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pidie berperan aktif melaksanakan berbagai upaya menekan angka inflasi di daerah. salah satunya adalah mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah bersama Kemendagri. 

Salah satu isu sentral adalan penekanan pada angka Inflasi. Bahwa Pemkab Pidie sangat serius menekan angka inflasi di daerah.

Penjabat Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto M.Si mengatakan bahwa telah melakukan beberapa langkah tersruktur dan terukur dalam upaya menekan Inflasi.

Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah dengan budidaya bawang merah di Pidie. Hal ini sudah disampaikan saat Kunjungan dengan Dirjen Holtikultura Kementan RI.

Bahkan Pj. Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto telah memerintah Dinas Pertanian dan Pangan untuk berkerja sama dengan Dinas Pertanian Propinsi Aceh.

Bukan hanya sampai disitu, per Januari - September 2023 berbagai upaya penanganan inflasi terus dilakukan oleh Pemkab Pidie, diantaranya sidak pasar, opera pasar murah, penyaluran bantuan ketahanan pangan, bansos, menjaga pasokan barang, pasar kontrol, budidaya bawang merah, dan membuka posko pangan.

Upaya-upaya ini terus dilakukan guna menekan Inflasi, bahkan Pemkab Pidie mengalokasikan anggaran untuk penanganan Inflasi pada 2023. 

"Dalam dua tahun terakhir Pidie bisa menurunkan angka inflasi. tahun 2022 inflasi menjadi deflasi 0,3 persen, yang disumbangkan dari bawang merah, dan pada tahun 2023 inflasi menjadi deflasi 0,11 persen" ujar Wahyudi.

Wahyudi Adisiswanto juga menjelaskan bahwa kenaikan harga beras bukan hanya terjadi di Aceh, kenaikan beras bahkan terjadi di Indonesia.

Sementara itu di kutip dari Kompas.tv Harga beras per 11 Oktober mulai turun harga, terutama beras yang berasal dari Pidie mengalami penurunan harga. Beras premium maupun medium untuk ukuran 15 Kg per sak mengalami penurunan harga 5000 rupiah, dulunya harga 205.000 menjadi 200.000. Sedangkan untuk beras premium dulunya harga 215.000 mengalami penurunan harga menjadi 210.000.

Sentra produksi beras terutama di Sigli Pidie sudah mulai panen, sehingga pekan ini, stok beras dari Sigli Pidie cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Sedangkan harga beras cadangan pemerintah yang berasa dari Bulog, juga masih bertahan dengan harga lama, 57 ribu persak ukuran 5 kilogram dan 11.500 untuk harga eceran.

Salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga beras disebabkan fenomena El-Nino. Akibat kemarau berkepanjangan menyebabkan harga pangan kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan.

Sigli - Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., menghimbau agar Camat mempersiapkan lapangan sepak bola untuk anak-anak berusia 7-15 tahun. Instruksi ini disampaikan saat pertemuan dengan Camat, Tuha Peut Gampong, Keujruen Blang dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dan IGORNAS di Oproom Bupati Pidie beberapa waktu yang lalu.


Instruksi ini agar menjadi perhatian bagi Camat untuk mempersiapkan lapangan sepak bola bagi anak-anak. Hal ini untuk mendidik anak-anak Pidie agar produktif ke depan serta tidak terjerumus ke pergaulan bebas dan peredaran narkoba.

"Saya harap, agar camat mensosialisasikan program ini di kecamatan" ucapnya.

Pesan ini disampaikan Penjabat Bupati Pidie saat menggelar Rakor Ketahanan Pangan musim turun sawah bersama para Camat dan tokoh masyarakat.

Dalam Rakor tersebut Penjabat Bupati Pidie menghadirkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) sebagai landing sektor bidang Olahraga untuk anak-anak berusia 7-15 tahun.

Kehadiran Kadis Pendidikan agar mengimplementasikan kegiatan ekstrakulikuler bagi anak-anak usia 7-15 tahun bersama dengan Camat.

Dalam sambutannya Pj. Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto menyampaikan "bahwa tidak ada satupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berdiri sendiri, semuanya melakukan kolaborasi untuk saling menguatkan, misalnya bicara ketahanan pangan kita akan berbicara ketahanan sosial ekonomi secara luas, termasuk memperhatikan kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus" ucapnya.

Karena menurutnya setiap program bermuara di hulu yang akan di implementasikan di hilir, diharapkan kolaborasi di setiap agenda.

"Wahyudi Adisiswanto juga menuturkan bahwa bicara ketahanan pangan juga berkaitan persoalan sosial, mata rantai ini diharapkan tidak putus" jelasnya.

Sebagai pemangku kebijakan tentunya kita harus membangkitkan Ghirah atau semangat ini di masyarakat.

Mantan Kabinda NTB ini juga mengintruksikan agar nanti pada November sudah ada turnamen bola anak-anak usia 7-15 tahun di setiap kecamatan, tujuannya adalah agenda persiapan Pidie memimpin Indonesia, tentunya anak-anak ini harus pandai shalat dan pandai silat, hal tersebut juga sudah disampaikan pada pertemuan guru olahraga".

"ketahanan pangan tentu ada keterkaitan dengan persoalan sosial" terangnya.

Siapkan Beasiswa Untuk Siswa Berprestasi

Dalam Rakor tersebut Pj. Bupati Pidie juga menjelaskan agenda Pidie Memimpin Indonesia, yaitu dengan menyiapkan beasiswa kepada 50 anak-anak lulusan SMA berprestasi untuk di kuliahkan di 10 perguruan tinggi Indonesia.

Wahyudi juga menjelaskan akan menempatkan anak-anak terpilih tersebut "kuliah di UI lima orang, ITB lima orang, Universitas Gadjah Mada lima orang, ITS lima orang, Universitas Airlangga lima orang bahkan sampai ke Makassar".

Nantinya anak-anak ini akan di doktrin untuk menguasai BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), tentunya tiga tahun berjalan Program ini anak-anak Pidie sudah mampu menguasai Kampus-kampus di Indonesia.

Jelasnya anak-anak ini akan di kasih panggung politik dengan cara di orbitkan di televisi-televisi, tentunya akan di bantu juga oleh tokoh-tokoh Pidie di Jakarta.

Pidie berbeda, Pidie Istimewa, tentu dalam hal ini pengelolaan nya yang tidak kita sentuh selama ini jelasnya di hadapan Camat dan Tokoh masyarakat yang hadir" ujar Alumnus Universitas Jember.

"Masih menurutnya bahwa Masyarakat Pidie ini sangat Egaliter, tidak ada strata sosial, sangat berbeda dengan kabupaten kota lain di luar Aceh. Jadi potensi ini harus di rawat dan di jaga" jelasnya.

Sekolah Dasar Di Pidie Berlakukan Senam Silat

Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto juga mengintruksikan Kepada Kadis Pendidikan dan IGORNAS untuk mewajibkan setiap Sekolah Dasar (SD), melaksanakan senam silat setiap hari Jum'at sebelum masuk kelas agar anak-anak berkeringat, serta di berikan asupan gizi berupa bubur kacang hijau.

"Disamping anak-anak sehat, orang tuanya juga senang, bahwa ada harapan anaknya sukses, ini yang disebut ketahanan pangan, paling tidak mengurangi angka Stunting di Pidie"terangnya.

Salah satu ketahanan pangan adalah berkaitan dengan kesehatan anak, makanya nanti di wajibkan kepada Dinas Pendidikan dan IGORNAS untuk mengaktifkan Silat dan Sepak Bola terutama di setiap kecamatan.

Jadi, sudah sepantasnya program silat dan Sepakbola di sosialisasi dalam rapat kordinasi tersebut, agar Camat dan Tokoh Masyarakat, Tuha Peut, Keujruen Blang dapat mensosialisasikannya segera.

Wahyudi berharap agar agenda ini dijalankan segera, hal ini untuk penurunan angka Stunting di Pidie, diharapkan tahun ini Angka Stunting secara drastis di bawah target rata-rata angka Nasional.

Fokus Penurunan Angka Stunting

Pada kesempatan yang sama Penjabat Bupati Pidie menyampaikan bahwa berdasarkan angka dari Mahkamah Syariah pada tahun 2022 bahwa ada 600 kasus perceraian terjadi di Pidie, diantaranya 500 kasus istri gugat suami dan 100 kasus suami gugat istri.

Menurut data dari Mahkamah Syariah bahwa 500 kasus istri gugat suami karena terjadinya kekerasan rumah tangga (KRT).

Meningkatnya angka istri gugat suami disebabkan terjadinya pemukulan terhadap istri. Sedangkan kasus suami gugat istri dikarenakan suaminya mau kawin lagi.

"Jadi ini yang terjadi, sehingga kita terjebak dan mutar-mutar di persoalan yang sama" paparnya.

Wahyudi juga menerangkan bahwa empat (4) data negatif di Pidie telah di paparkan saat bertemu dengan Kepala Staff Kepresidenan (KSP) beberapa waktu yang lalu di Jakarta. Tujuannya agar menjadi atensi pusat, termasuk data ini juga sudah di paparkan pada Dirjen Pertanian.

Data negatif yang didapat dari Kalapas, bahwa hampir 80% lapas rata-rata di huni oleh napi narkoba, kasus anak-anak kriminal, kasus pelecehan seksual, Homoseksual, dan Kasus HIV yang disebabkan hubungan sesama jenis.

Penyebab terjadinya data negatif tadi disebabkan oleh faktor kekerasan rumah tangga.

Wahyudi menjelaskan bahwa "disaat bapak memukuli ibunya, anak laki-laki tidak akan berani melawan bapaknya, dia akan lari keluar rumah, disaat lari dari rumah ada tiga kemungkinan yang akan terjadi padanya" jelasnya.

Anak laki-laki yang kuat dia akan melakukan tindakan kriminal berupa berantem atau berkelahi diluar, hal ini dikarenakan frustasi, sedangkan anak laki-laki yang pengecut dia akan lari ke narkoba penyebabnya karena frustasi juga. Sedangkan anak laki-laki yang lemah dia akan Homoseksual, semua ini sudah dijelaskan dan tertulis dalam buku.

Penyebab terjadinya homoseksual adalah mencari perlindungan, karena bapaknya kasar, maka anak ini membutuhkan figur laki-laki yang lembut yang jadi tempat dia bermanja, sehingga terjadilah perilaku penyimpangan seksual.

Wahyudi menjelaskan bahwa kasus negatif ini sudah terjawab di akibatkan faktor kekerasan rumah tangga.

Sedangkan persoalan Stunting bukan hanya di pengaruhi oleh sanitasi, akan tetapi, hampir 80% dipengaruhi oleh faktor Psikologi.

Seorang anak gadis kecil melihat ibunya dipukuli bapaknya, dia tidak akan melawan, dia tidak akan lari keluar rumah, dia akan menangis dipojokan rumah, sehingga menimbulkan Traumatik Psikologis. Saat menginjak usia remaja gadis ini akan memiliki kandungan lemah, di saat jadi calon ibu gadis ini punya kandungan lemah, begitu jadi ibu gadis ini melahirkan bayi yang lemah.

"Semua persoalan tersebut disebabkan oleh kekerasan rumah tangga" jelasnya.

Salah satu cara mengantisipasi kekerasan rumah tangga adalah dengan memberikan kesibukan bagi bapaknya, misalnya sibuk dengan urusan pertanian dan peternakan. Sehingga pekerjaan ini akan menjadi tanggung jawab dia untuk menafkahi keluarga.

"Ini menjadi tanggung jawab bersama, dimulai dari Bapak Camat untuk melindungi generasi muda, kita mulai dari Olahraga, disamping melindungi anaknya, kita juga melindungi bapak ibunya dengan memberikan kesibukan, hal ini bertujuan, terciptanya daya beli sehingga pengeluaran dalam keluarga tidak boros dan keluarga tersebut mampu mengatur pengeluaran secara tertib" tutupnya.

Sigli - Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., mengatakan bahwa kekuatan sebuah bangsa hanya di ukur dari Akhlak. Hal ini di sampaikan saat Peresmian Mesjid Baitul Akram Gapui bertepatan bertepatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awwal di Kecamatan Indrajaya pada, Kamis (28/09/2023).

Wahyudi Adisiswanto menuturkan "momentum maulid Nabi Muhammad mari kita mengenang nilai-nilai luhur serta ajaran Rasulullah". 

Kita kenang Akhlak Mulia yang dimiliki Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.

"Mengenang Nabi Muhammad adalah mengenang Akhlak Rasulullah. Kami ingatkan kepada ibu-ibu maupun orang tua untuk menjaga serta mengingatkan anak-anaknya dari pergaulan bebas" ucap Wahyudi dalam sambutannya.

Wahyudi Adisiswanto juga menjelaskan bahwa bangsa yang beradab adalah bangsa yang memiliki Akhlak Mulia.

Lebih lanjut Mantan Kabinda NTB ini menceritakan sejarah Jatuhnya Kerajaan Granada pada abad ke 12 yang masih dibawah kesultanan Andalusia Spanyol.

Jatuhnya kesultanan Andalusia, ada satu kerajaan kecil yang belum bisa di taklukkan oleh pasukan Kristen Spanyol yaitu kerajaan Granada.

Kerajaan Granada adalah kerajaan Islam terakhir di wilayah Eropa Barat (Spanyol). Kerajaan Granada menerapkan sistem Monarki tergolong dalam takhta Kastila. 

Wahyudi menuturkan bahwa "satu-satunya kerajaan di Spanyol yang tidak bisa di taklukkan oleh pasukan Kristen adalah Granada. Di Granadalah pusat perpustakaan Islam terbesar dunia".

Untuk menghancurkan Kerajaan Granada, Raja Ferdinand mengutus seorang Spionase untuk meneliti kebiasaan masyarakat Granada. "Spionase ini bertemu dengan seorang anak yang sedang menangis, dia bertanya kenapa kamu menangis, anak kecil menjawab, bidikan panahnya meleset, sehingga saya menangis" 

"Spionase tadi balik dan melaporkan hasil penelitian nya sama Raja Ferdinand, bahwa untuk sekarang jangan serang dulu kota Granada, karena anak-anak disana militan, apalagi militansi bapaknya" jelasnya. 

Raja Ferdinand kemudian berkata, kalau begitu kita hancurkan Granada lewat Politik pecah belah, Narkoba (Duniawi) dan Pornografi. 

Maka pada abad ke 14 dimulailah petualangan menghancurkan Kota Granada lewat Politik pecah belah, Narkoba dan Pornografi, ketiga unsur ini terus di gencarkan di Granada hingga mudanya malas dan bodoh.

Kemudian di utus lagi Spionase untuk penelitian ulang, Spionase bertemu seorang bapak-bapak yang sedang menangis, Spionase bertanya, kenapa engkau menangis ?, lalu bapak tersebut menjawab bahwa saya menangis karena di tinggalin pacar.

"Maka saat itulah Raja Ferdinand dengan Pasukan Kristen menyerang kota Granada, karena masyarakat Granada sudah lemah, akibat di pengaruhi oleh Politik pecah belah, Narkoba dan Pornografi" ucap Wahyudi.

"Disinilah menangis Sultan Granada Muhammad XII Abdullah karena rakyatnya sudah lemah akibat Politik pecah belah, Narkoba dan Pornografi, hingga menyerahkan Kerajaan Granada kepada Raja Ferdinand" jelas Wahyudi. 

"Kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dengan kekuatan perang, namun di ukur dari Akhlaknya. Jadi ketika sebuah bangsa hancur Akhlaknya, maka hancurlah bangsa tersebut" tuturnya. 

Terakhir dalam sambutannya Pj. Bupati Pidie berpesan bahwa dengan adanya mesjid Baitul Akram, maka disinilah pusat kegiatan penguatan Akhlak anak-anak dimulai" tutupnya.

Ketua PKS Aceh Apresiasi kepemimpinan Pejabat Bupati Pidie

Sementara itu Tgk H . Makhyaruddin Yusuf ketua DPW PKS Aceh mengapresiasi kepemimpinan Wahyudi Adisiswanto dalam membangun Pidie. Apresiasi ini disampaikan di sela-sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baitul Akram Gapui, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie.

“Pak Wahyudi merupakan sosok pemimpin yang fenomenal dan sering turun ke bawah untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat Pidie,” ujarnya. 

Selama ini, PJ Bupati Pidie diketahui lebih banyak berada di lapangan bersama masyarakat ketimbang berdiam diri di kantor menerima laporan anak buah.

Wahyudi Adisiswanto juga diketahui sering turun ke gampong-gampong untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat Pidie, sebagaimana dikutip harianrakyataceh.com. 

Maka tidak heran jika PJ Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto sangat disenangi oleh masyarakat Pidie.

"Kami sangat mengapresiasi Pj Bupati karena mampu menghadirkan berbagai proyek infrastruktur pro rakyat yang pendanaannya bersumber dari APBN, APBA, dan APBK Pidie,” kata pria kelahiran Meureudu Pidie Jaya. 

Menurut calon anggota DPR Aceh daerah pemilihan (Dapil) Pidie dan Pidie Jaya, sosok Pak Wahyudi merupakan pilihan yang tepat Mendagri sebagai Penjabat Bupati Pidie.

"Untuk menjawab persoalan masyarakat Pidie selama ini, khususnya di bidang pembangunan dan peningkatan ekonomi rakyat, Pak Wahyudi sudah tepat" ucap Tgk Makhyaruddin.

Mantan anggota DPR Aceh periode 2009-2014 dari Fraksi PKS ini berharap "semoga kesuksesan dan kebaikan-kebaikan yang sudah dicapai bisa terus dipertahanan dan ditingkatkan" pungkasnya. 

Hadir dalam kegiatan Peresmian Mesjid Baitul Akram bertepatan pada Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awwal 1445 Hijriah, serta santunan Anak Yatim yaitu Pj. Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto. M.Si., Ketua PKK Pidie Ny. Suaidah Sulaiman, Plt. Sekda. Drs. Samsul Azhar, Tgk. H. Amri Fatmi, Tgk. Imran Abubakar. M.Sy.

Hadir juga Nazir Adam, H. Zakaria Abdul Gani, Camat, Danramil dan Kapolsek Indrajaya, Anggota Dprk Pidie Partai Aceh. Anwar Sastra Putra, Tokoh Pidie Di Jakarta Sayed Muhammad Muliady, Khatib Mesjid Baitul Akram. Tgk. Bustami. S.Ag dan Ketua DPW PKS Aceh.

Desa digital adalah konsep yang mengacu pada transformasi desa atau komunitas pedesaan ke dalam lingkungan yang lebih terhubung secara digital dan teknologi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta inovasi digital. Beberapa ciri umum desa digital termasuk memiliki akses Internet yang Luas yaitu Desa digital biasanya memiliki akses internet yang cepat dan dapat diakses oleh sebagian besar penduduknya. Hal ini memungkinkan mereka untuk terhubung dengan dunia luar, mengakses informasi, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital.


Pemanfaatan Teknologi yaitu Teknologi seperti smartphone, komputer, dan perangkat digital lainnya digunakan secara luas oleh penduduk desa untuk berbagai keperluan, termasuk pendidikan, kesehatan, pertanian, dan bisnis, Pelatihan dan Pendidikan Digital, Desa digital sering memiliki program pelatihan dan pendidikan yang bertujuan meningkatkan literasi digital penduduknya. Ini membantu mereka memahami cara menggunakan teknologi secara efektif.

Layanan Publik Digital, Pemerintah dan lembaga publik menyediakan layanan online yang memudahkan penduduk desa dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan, perizinan, dan administrasi lainnya.

Inovasi Bisnis. Desa digital sering mendorong inovasi bisnis di bidang pertanian, kerajinan, pariwisata, dan industri lainnya. Ini dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi penduduk desa. 

Kemitraan dan Kolaborasi, Desa digital sering bekerja sama dengan pihak swasta, organisasi non-pemerintah, dan lembaga lainnya untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital dan program pelatihan.

Tujuan utama dari desa digital adalah mengurangi kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan, meningkatkan akses penduduk desa terhadap informasi dan peluang ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan melalui teknologi digital.

Sigli - Jamaah dari Sirul Mubtadin sejak pagi ba'da subuh sudah memadati halaman gedung Pidie Convention Center (PCC). Diperkirakan sekitar 100.000 orang massa yang didominasi kaum ibu-ibu mengikuti Zikir dan Doa bersama dalam agenda Haul Sirul Mubtadin Aceh Ke-15 pada Minggu, (24/09/2023).

Amatan Redaksi Halaman PCC di penuhi lautan manusia, diperkirakan ada 100.000 jemaah hadir, yang didominasi oleh ibu-ibu dengan menggunakan baju serba putih. Antusias masyarakat di seluruh penjuru tanah Rencong ikut hadir menyemarakkan Haul Sirul Mubtadin yang di pusatkan di Pidie.

Lantunan dzikir, shalawat dan doa menyertai iringan suara jamaah sambil mendengarkan tauziah dari Al Ustad Habib Muhsin Bin Hasan Bauftain, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Mustofa, Palembang Sumatera Selatan.

Cuaca Minggu pagi sangat mendukung, suasana cuaca di lokasi menjadi sejuk akibat di guyur hujan pada Malam Minggu, tidak ada hawa panas sama sekali yang membuat kekhusyukan Jamaah hilang.

Dalam perayaan Haul Sirul Muhtadin kali ini hadir Ulama-ulama Kharismatik Aceh, diantaranya Tgk H. Abdul Manan sering di panggil Abu Manan Blang Jruen Aceh Utara, Tgk H. Tarmizi atau biasa di sapa Abu Cut Lhok Nibong Aceh Timur, Pimpinan Pusat Majelis Ta'lim Sirul Mubtadin Aceh Tgk Razali atau sering di sapa Waled Seunuddon Aceh Utara), Waled Nuruzzahri (Waled Nu Samalanga) pimpinan Dayah Ummul Aiman Samalanga.

Hadir juga Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe -Tengku Malik Mahmud Al-Haytar, Habib Muhsin Bin Hasan Bauftaim selaku Penceramah tunggal, serta Abi Afiddin Ketua Majelis Ta'lim Sirul Muhtadin Pidie.

Nampak juga di mimbar utama Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adi Siswanto, Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, Kapolres Pidie AKBP Iman Asfali. Unsur Forkopimda Aceh, Unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Para Staff Ahli Bupati, Para Asisten Setdakab Pidie, Para Kepala SKPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Insan Pers Serta Jamaah Majlis ta'lim Sirul Muhtadin Se Aceh.

Dalam sambutannya Pj Bupati Pidie Wahyudi Adi Siswanto menyampaikan apresiasinya dengan kehadiran jamaah Sirul Mubtadin yang dengan tertib sejak pagi hari hingga akhir acara telah berlaku tertib dan secara khusu' berdoa dan memanjatkan doa demi Pidie menjadi lebih baik, sejahtera, aman sentosa.

Doa agar Indonesia aman dalam menghadapi perhelatan agenda politik Pemilu 2024 dapat berjalan lancar dan berlangsung sukses.

"Salam Pidie Mulia, Pagi ini Allah memberikan karunia besar dengan suasana cuaca yang sejuk sehingga berdampak kekhusukan kita semua yang hadir di Haul Sirul Mubtadin Aceh Ke-15 ini. Semoga doa-doa yang kita panjatkan hari ini demi Pidie lebih sejahtera, Indonesia semakin mandiri dan menyongsong era keemasan dengan penuh optimisme, aamiin YRA," kata Wahyudi dalam sambutannya.

Pimpinan Pusat Majelis Ta'lim Sirul Mubtadin Aceh Tengku Razali atau Waled Seunuddon -Aceh Utara, menyatakan jamaah Sirul Mubtadin saat ini ditaksir mencapai sekitar 261.000 orang yang tersebar di seluruh Provinsi Aceh Darussalam.

"Sirul Mubtadin hingga saat ini tidak berafiliasi politik dengan partai politik manapun. Alhamdulillah sebagian besar jamaah Sirul Mubtadin hari ini hadir di Pidie. Semoga doa-doa yang kita panjatkan pagi ini dikabulkan oleh Allah SWT," kata Waled Razali.

Habib Muhsin Bin Hasan Bauftain memberikan tauziah dengan mendorong para jemaah dan hadiran Haul Sirul Mubtadib Aceh Ke-15 agar senantiasa menjalankan perintah Allah SWT serta mendoakan para pemimpin agar menjalankan amanahnya dengan baik dalam mensejahterakan masyarakat.

Habib Hasan juga mengingatkan para jamaah untuk tidak putus asa dalam menuntut ilmu hingga akhir hayat.

"Suri tauladan Kanjeng Baginda Nabi Muhammad SAW mesti jadi pedoman bagi kita dalam menjalankan kehidupan ini, termasuk meniru adab dan sunah yang telah beliau wariskan," kata Habib Muhsin Bin Hasan Bauftain dalam tausiahnya.

532 Personil dilibatkan dalam Pengamanan Acara

Polres Pidie melakukan persiapan pengamanan di Kompleks PCC Sigli sejak Sabtu, (23/09/2023)

Persiapan itu dilakukan dalam apel kesiapan pengamanan Haul XV Sirul Mubtadin Aceh dipimpin Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali SIK di PCC Sigli, Sabtu (23/9/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto bersama sejumlah SKPK Pidie.

“Personel yang disiapkan berjumlah 532 orang terdiri atas TNI/Polri, Satpol-PP Pidie, Dishub Pidie, untuk menangani arus lalu lintas, kedatangan dan kepulangan jamaah Haul Sirul Mubtadin,” kata Kapolres Pidie, Imam Asfali kepada pers.

Hingga acara selesai, semua agenda telah terselenggara dengan lancar dan sukses. Terlihat Jamaah Sirul Mubtadin bergerak dari lokasi acara dengan tertib. Semoga sampai ke tempat tujuan dengan Selamat.

Sigli - Penjabat Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto menghadiri dan membuka secara resmi Rapat Koordinasi Turun ke Sawah Musim Tanam Rendengan tahun 2023/2024 di Oproom Bupati Pidie. Rapat koordinasi tersebut di fasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Pidie pada, Kamis 21/09/2023. 

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Kapolres Pidie, Kadisdikbud, ketua Ikatan Guru Olahraga, para Camat, Keujreun Blang, Tuha Peut, tokoh-tokoh Masyarakat perwakilan Gampong dalam lingkup Kabupaten Pidie. 

Dalam sambutannya Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., mengatakan bahwa rapat koordinasi ini bukan hanya sekedar membuka acara akan tetapi forum ini merupakan forum silaturahmi dan diskusi antara masyarakat dengan Pemerintahan. 

"Rapat koordinasi ini bukan sekedar membuka acara, akan tetapi sebagai wadah silaturahmi dan diskusi antara masyarakat dengan pemerintah" ucapnya.

Wahyudi juga menuturkan bahwa di forum ini hadir Pak Kapolres, selama ini kita selalu berdiskusi dengan Pak Kapolres, banyak gagasan dari beliau yang bisa kita adopsi untuk pembangunan Pidie. 

Dalam Rapat Koordinasi turun sawah ada dua hal yang disampaikan oleh Penjabat Bupati Pidie. Pertama ketahanan pangan, kedua membangun sistem sosial di kecamatan. 

Wahyudi menyampaikan "bahwa Pemkab Pidie dan beberapa Forkopimda setiap minggu mengikuti rapat penanganan inflasi daerah yang di pimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI setiap Senin". 

"Bahwa semakin hari ada kemajuan secara Nasional terkait penanganan dan antisipasi inflasi" tuturnya. 

Wahyudi juga menyampaikan ketahanan pangan ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu harga barang dan daya beli. 

Menurutnya harga barang kalau naik secara terus menerus di sebut Inflasi, kalau seandainya daya beli tinggi maka tidak akan berpengaruh secara sosial ekonomi karena harganya nasih dijangkau oleh masyarakat.

"Umumnya kalau harga barang naik rata-rata masyarakat tidak mampu membeli, artinya daya beli rendah, sehingga akan mempengaruhi ketahanan pangan" jelasnya.

"Semisal Singapura bukan negara penghasil beras, namun mereka yang mengimpor beras".

Masih menurutnya bahwa Daya beli dan harga barang juga di pengaruhi oleh dua faktor juga yaitu Suplai dan demand atau biasa di sebut dengan ketersediaan barang dan permintaan, dua hal ini sangat berkaitan, Ujarnya. 

"Yang paling berbahaya adalah permintaannya banyak, barangnya tidak ada, ini yang perlu kita antisipasi, ini disebut fruktuasi, dan akan menyebabkan harga melambung tinggi" ucapnya. 

Dalam konteks inflasi adalah mempertahankan harga, sehingga ketersediaan barang ada, agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Wahyudi juga menyampaikan bahwa ketahanan pangan juga di pengaruhi oleh daya beli, ini yang kurang diperhatikan jelasnya, karena ini menyangkut dengan pendapat, kebiasaan kita terjebak di persoalan ini, seakan-akan kita harus punya duit untuk membeli barang.

Bagaimana membeli barang kalau kita tidak kerja, ini harapan nya agar para Camat mensosialisasikan problem ini di masyarakat. Contohnya perlu daging sapi tetapi sapinya dilepaskan, tidak dikasih makan, seperti inilah persoalan data beli sekarang. 

Daya beli ini bukan hanya mesti punya uang, akan tetapi bagaimana kita memenuhi kebutuhan dengan tidak membeli, artinya harus ada keberkahan pada harta yang kita miliki.

Wahyudi mengisahkan bahwa Rasulullah pernah mengatakan kepada sahabat agar bekerja, karena barang yang dimiliki dari hasil keringat akan menjadi barakah.

Mantan Kabinda NTB ini mengisahkan bahwa di Zaman Nabi ada Sahabat yang bertanya, Yaa Rasulullah, apa barakah itu, Rasul menjawab ketika kamu memangkul cangkul di pundakmu sehingga kamu berkeringat karenanya. Keringat inilah yang menyebabkan barang yang kita miliki barakah. 

Lanjutnya barakah inilah yang menimbulkan kesehatan, meskipun banyak juga yang tidak barakah yang menimbulkan penyakit dan persoalan diri yang tidak bisa dilihat secara kasat mata" ungkapnya. 

Dalam rapat koordinasi ini Penjabat Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto lebih banyak berdiskusi. 

Walaupun sudah disiapkan naskah, kita harap lebih banyak diskusi antara peserta rapat koordinasi turun sawah musim tanam Rendengan" ucapnya. 

Daya beli merupakan daya ketahanan ekonomi, jarang kita perhatikan kebersamaan dan silaturahmi, makanya di forum tersebut di undang kadis pendidikan dan kebudayaan dan Ketua Igornas, karena nanti ada kaitannya dengan daya tahan sosial ekonomi bukan hanya sebatas daya tahan pangan.

"Tidak ada yang berdiri sendiri, semua dilakukan secara bersama-sama" jelasnya. 

Secara tehnis sudah dijelaskan oleh kadis pertanian dan pangan dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak, diskusi tentang teknologi tepat guna, mengupayakan berbagai gerakan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan kering dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Karena keterbatasan waktu, Penjabat Bupati Pidie menyampaikan wacana ketahanan pangan meluas menjadi ketahanan sosial ekonomi yang melibatkan dinas pendidikan.

Di akhir sambutannya Wahyudi Adisiswanto mengatakan bahwa "ketahanan sosial, ekonomi, politik itu bersamaan menjadi ketahanan pangan. Momen turun sawah inilah yang tepat kita bicara ketahanan pangan" tutupnya.

Sigli - Mengakhiri Kerja pada Minggu Pertama bulan September, Pj. Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., meresmikan Warung Ibu Nurlaili menjadi Posko Pangan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program 100.000 posko pangan kerja sama dengan Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI), Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA), KADIN Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Peresmian Posko Pangan ini dilaksanakan di Jln. Medan Banda Aceh terletak di Desa Pulo Batee Kecamatan Glumpang Tiga pada Jum'at (08/09/2023).

Penjabat Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto dalam sambutannya mengatakan sebuah paradigma yang mendasari sebuah kebijakannya sebagai Penjabat Bupati ada tiga, pertama ibu-ibu, kedua Pemuda dan ketiga Santri.

Ini merupakan Paradigma ibu-ibu yang mendasari kemajuan dunia usaha dengan mengembangkan posko pangan yang menyediakan sembako murah bersama kadin.

"Konsep utama kerja saya sebagai Penjabat Bupati ada tiga hal yaitu ibu-ibu, pemuda dan santri, konsep ini sudah saya sampaikan saat penyambutan saya pertama kali di pendopo Bupati" jelasnya. 

Lebih lanjut Wahyudi juga menyampaikan sangat terkesan dengan hadirnya Posko Pangan, karena harga sembako di posko pangan lebih murah. 

Bahkan Penjabat Bupati Pidie dalam sambutannya juga menyeru agar Ketua Kadin Pidie Pak Junaidi agar membuat perencanaan posko-posko pangan di titik yang lain, agar masyarakat lebih mudah mendapatkan paket sembako murah, sambil di iringi tepuk tangan peserta yang hadir. 

"Sejatinya bahwa kehadiran posko pangan yang digerakkan oleh ibu-ibu ini yang tergabung dalam Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) diharapkan agar keterlibatan pemuda dilibatkan sebagai pihak antar jemput pesanan paket sembako tadi" paparnya. 

Wahyudi juga berpesan agar para pemuda dan santri dilibatkan dalam kegiatan seperti ini. Tentu keterlibatan pemuda dan santri sangat berpengaruh dalam proses pembangunan Pidie ke depan.

Lebih lanjut Mantan Kabinda NTB ini menjelaskan bahwa "nantinya akan dibuat Aplikasi Online dalam belanja sembako pada posko pangan, dimana tanggung jawab ini diberikan kepada Plt. Sekda Pak Samsul agar membina Siswa maupun Santri yang mahir di bidang IT (tekhnologi informasi) untuk melahirkan sebuah Aplikasi Online" ucapnya. 

Semisal Aplikasi online yang dapat menampung pekerja semacam Gojek. Hal ini bisa dikolaborasikan dengan Posko Pangan dimana kalau nanti Ibu-ibu membutuhkan sembako, tinggal buka Aplikasi, nantinya para pemuda yang akan mengantar paket tersebut ke rumah.

"Aplikasi ini dapat mengefisienkan waktu juga menekan angka pengangguran di Pidie. Untuk sistem pembayaran bisa dilakukan COD maupun transfer" jelasnya. 

"Walaupun sederhana, tetapi program ini sangat modern, Nanti akan dilibatkan ibu-ibu, pemuda dan santri" tuturnya. 

Sasaran dari program ini adalah Dayah, karena kebutuhan yang paling banyak ada di Dayah. 

Apalagi kalau program ini di kembangkan di Dayah, hal ini sudah masuk unsur rasa kepedulian kita kepada alim ulama, karena keberadaan Republik ini berkat perjuangan Ulama, jadi salah satu bakti kita adalah dengan syukur kita kepada alim ulama dengan cara menghidupkan perekonomian di dayah-dayah. 

Wahyudi sangat antusias apabila tiga serangkai ini dikolaborasikan dalam satu paket dengan menjadikan Dayah sebagai tempat perputaran ekonomi makro. 

Pada kesempatan yang sama Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., mengatakan bahwa akan mengembangkan wisata Dayah. Tujuan wisata Dayah adalah untuk mencairkan ketegangan psikologis, disamping itu juga ini merupakan bagian dari syiar Islam dengan memberi atau bersedekah di Dayah. 

Memberi adalah bahagian dari ajaran kita, makanya untuk mencairkan ketenangan psikologis sudah sepantasnya kita memberi kepada tempat-tempat yang bermanfaat seperti Dayah. 

Wisata Dayah ini hanya di Aceh, khususnya Pidie. Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan bahwa nantinya Wisata Dayah ini akan di kembangkan konsepnya pasca pertemuan dengan Pemuda dan Ulama tempo hari di Pendopo Bupati Pidie. 

Wahyudi juga berpesan dengan adanya posko pangan ini nantinya bisa melibatkan ibu-ibu, pemuda dan santri, agar semua elemen terakomodir dalam pembangunan Pidie. 

Lahirnya Posko pangan ini juga berharap agar menekan angka inflasi. Menurutnya ada dua faktor terjadinya Inflasi, pertama harga barang kedua saya beli.

Tugas kita sekarang adalah bagaimana menurunkan harga barang dan meningkatkan harga beli. Kedua hal ini tidak akan selesai, hanya akan selesai dengan silaturahim ujarnya. 

Karena menurutnya silaturahim ini didasari dari rasa kasih sayang. Saling menghormati, saling membantu satu sama lain. Mudahan-mudahan dengan adanya ibu-ibu ini timbul rasa kasih sayang, karena wadah kasih sayang adalah ibu-ibu. Sedangkan pemuda mengembangkan kasih sayang tadi, sedangkan santri sebagai perekat.

"Dalam konteks Religi kita tidak akan tersesat dengan adanya santri-santri dalam pengembangan program ini" tutupnya. 

Hadir dalam kegiatan ini Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto. M.Si., Plt. Sekda. Drs. Samsul Azhar, Asisten II. Ir. H. Tarmizi, Kadis Perindagkop. Cut Afrianidar. SH. M.Si, Kadis Pertanian dan Pangan, Hasballah, SP, MM, Wakil Ketua kadin. Zulkifli M. Juned, Camat Glumpang Tiga. Drs. Ishak, Kapolsek Glumpang Tiga. Akp. Imam Maksum, Keuchik dalam Kecamatan Glumpang Tiga dan Tokoh Masyarakat setempat.

Sigli- Perayaan HUT kemerdekaan RI tidak terlepas dari berbagai macam kegiatan di lakukan. Hal ini untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah di raih oleh Bangsa Indonesia. Semangat kemerdekaan ini tidak hanya di isi dengan upacara, melainkan juga dengan berbagai kegiatan sosial, salah satunya adalah pawai budaya. 



Kegiatan yang mengangkat tema "Pesona Pawai Budaya" mulai dari marching band, pertunjukan baju adat hingga seragam militer di mulai pukul 07.00, start di depan Bank Aceh dan berakhir di depan Pendopo Bupati Pidie, (19/08).

Peserta pawai budaya tampak mengenakan pakaian adat, mulai dari pakaian tradisional, pakaian kontemporer dan juga pakaian militer. Tidak hanya itu peserta juga menampilkan kesenian khas yang dipamerkan untuk memperkenalkan keanekaragaman yang ada di Pidie yang di balut dalam bingkai persatuan.

Penjabat Bupati Pidie Ir, Wahyudi Adisiswanto M.Si., mengatakan "kami apresiasi atas antusiasme dan partisipasi yang tinggi dari seluruh masyarakat Pidie untuk ikut dalam kegiatan ini".

"Kami melihat senyuman kebahagiaan dari para peserta pawai budaya, kebahagiaan seperti ini yang diharapkan lahir di Pidie, sehingga terbentuk sebuah tatanan masyarakat damai".

Wahyudi juga menuturkan bahwa Aceh khususnya Pidie dulunya adalah daerah merah saat konflik, jadi kita harapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan ini kebahagiaan dan kasih sayang di masyarakat Pidie terus terpancar. 

"Pawai budaya ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi juga diharapkan lahirnya sebuah keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah, hubungan anak dan ibu, ibu dan bapak serta bapak dan anak" ujarnya. 

Pawai budaya ini juga di harapan lahirnya keluarga yang menenangkan, keluarga yang saling menghargai dengan kasih sayang, dan keluarga yang menyayangi dengan kelembutan. 

"Semoga keharmonisan keluarga, kebahagiaan terus terpancar di wajah generasi muda Pidie,  hanya itu yang kita inginkan" tutupnya.

Sigli - Pj. Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si. menggelar silaturahmi dan temu ramah bersama Kaukus Pemuda Pidie, Ulama Muda dan Kepala SKPK dalam jajaran pemerintahan Kabupaten Pidie, pada Selasa malam (05/9/2023) di Pendopo Bupati Pidie.

Gelar Diskusi Paradigma Pidie Penjabat Bupati Pidie Libatkan Ulama, Pemuda dan Ibu-ibu

Silaturahmi dan temu ramah ini juga menggalang masukan dari tokoh Aceh Dr. Ir. Azwar Abubakar dalam mengembangkan sektor pendidikan dan pariwisata di Kabupaten Pidie.

Acara yang dikemas dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) ini bertujuan menyelaraskan persepsi dalam pembangunan Pidie ke depan.

Penjabat Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto dalam temu ramah mengatakan Pidie sangat istimewa. 

Bahkan dalam forum-forum resmi rapat penting dengan para Menteri, Wahyudi sering menyampaikan kalau mau belajar Indonesia belajarlah Aceh, kalau mau belajar Aceh belajarlah Pidie. 

"Pidie ini adalah tanah Aulia, ada keberkahan di tanah Pidie ini, maka keterlibatan Pemuda dan Ulama dalam pembangunan sangatlah penting".

Dalam pidatonya Wahyudi juga memuji kerja cepat para Pemuda, Santri dan Ibu-ibu karena sukses menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Pidie. Hal ini sangat berbeda sekali ketika saya mengamankan kedatangan Presiden saat menjadi Kabinda di NTB. 

"Yang pantas mendapatkan Apresiasi dari Pemerintah Pusat adalah Pemuda, santri dan ibu-ibu" ungkapnya. 

Wahyudi juga mengisahkan bahwa tahapan-tahapan dalam menjalankan pemerintahan di Pidie diibaratkan seperti mengangkat sebuah pedang pusaka. Pedang pusaka ini harus diangkat, dibersihkan, di asah dan ditunjukkan ketajaman pedang pusaka. 

"Hal ini mesti di lakukan bersama-sama, keterlibatan Pemuda dan Ulama sangat penting dalam jalannya pembangunan di Pidie" Ujarnya.

Maka Wahyudi mengidentifikasi permasalahan ini dengan membagi tahapan kerja dalam empat Triwulan. Semua tahapan ini sudah dilakukan dan sudah disampaikan ke Pusat. 

"Tahapan yang ke empat adalah dengan membangun Pondasi yaitu Akhlak. 

Kekuatan sebuah bangsa itu bisa di ukur dari akhlak" jelasnya. 

Wahyudi mengibaratkan dalam membangun Pidie ini diibaratkan seperti membangun sebuah rumah, yang pertama harus di bikin adalah pondasi, kemudian kontruksi, kamar-kamar dan drainase.

Seandainya sewaktu-waktu Pidie di terjang badai, masyarakat Pidie sudah bisa berteduh dan berlindung di rumah dari bencana.

"Kalau pondasi kuat, seandainya di terjang badai rumah tidak akan rubuh" tuturnya.

Tahun kedua menjabat Pj. Bupati Pidie akan menancapkan pondasi yaitu kembali ke agama, silaturahmi dan dibawah bimbingan alim ulama.

Hal ini dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif. Ini yang mau kita kembangkan di Pidie agar menjadi sebuah rumah yang siap di huni dengan aman dan nyaman menjadi Baldhatun Thaiyibatun Warabbun Ghafur.

Sementara itu Ulama Muda Pidie Dr. Tgk. Imran Abubakar dalam Forum Group Discussion mengatakan bahwa Wisata Dayah yang dicanangkan oleh Pak Wahyudi belum ada di tanah air, ini harus kita dukung dan dikonsep secara matang. 

"Wisata Dayah untuk memperkenalkan identitas Pidie. Pidie berbeda dengan kabupaten kota yang lain. Maka diperlukan kelapangan hati dan bahu membahu dalam membangun Pidie" jelasnya 

Wisata Religi sudah sering kita dengar, Dayah tidak ada di tempat lain, hanya ada di Aceh. Maka ini sebuah kemajuan dalam tatanan wisata terbaru, melihat demografi Pidie yang tidak autentik dengan daerah transit. 

Cara kerjanya sederhana yaitu dengan gotong royong.  

"Konsep wisata Dayah adalah silaturahmi, kembali ke agama dan di bawah bimbingan ulama, menirukan ucapan Pj. Bupati".

"Ini yang harus di kampanyekan, agar orang di luar penasaran dengan nama destinasi Wisata Dayah" 

"Kearifan lokal ini harus di rawat dan di pupuk agar perputaran ekonomi juga ada di Dayah, kerja ini merupakan kerja Pemuda dan Santri dengan stakeholder, Tujuan wisata Dayah adalah untuk mencairkan ketegangan Psikologi" jelasnya. 

Sementara itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Eeformasi Birokrasi periode 2011-2014 Dr. Ir. Azwar Abubakar mengatakan bahwa

Pemuda jangan banyak melihat kebelakang, teruslah lihat ke depan.

"Diskusi kita selama ini lebih menarik pada hal hal yang tidak penting. Sepanjang sejarah Aceh, kita hanya terlena dengan hal-hal kecil, sehingga yang terpenting terlewatkan". 

"Jangan terkonsentrasi keistimewaan dalam undang-undang berpendapat, pendapat pun bisa diterima bisa tidak, sekarang Aceh khususnya Pidie saatnya bicara solusi bukan bicara masalah" jelasnya. 

Aceh punya kekhususan dan keistimewaan dalam mengatur sektor pendidikan dan agama, ini harus di manfaatkan agar Aceh mampu bangkit ke depan. 

Dalam sambutannya Azwar Abubakar juga berpesan untuk Pemuda Pidie wajib punya Roundonw, agar target kehidupan yang diharapkan tercapai. 

Sektor Pendidikan Aceh berada di urutan nomor 26 dari 38 propinsi yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Aceh punya kekhususan dalam bidang pendidikan, bagaimana kita manfaatkan kekhususan ini dalam membangun pendidikan di Aceh terutama Pidie jelasnya.

Di Aceh ada 11 Perguruan Tinggi Negeri, apa yang bisa diberikan untuk memperbaiki pendidikan kita di Aceh khususnya Pidie dewasa ini.

"Aceh punya potensi, namun tidak dimanfaatkan, untuk itu Pidie di bawah Kepemimpinan Pak Wahyudi Adisiswanto mari pemuda Pidie diskusikan pikiran-pikiran dalam pembangunan Pidie ke depan" tutupnya.

Samsul Azhar Plt. Sekda Pidie juga menyampaikan bahwa akan "menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan bersih dengan menjalankan program-program pro rakyat. Pemerintahan tidak boleh terhenti, kemasyarakatan tidak boleh terhenti dalam ruang dan waktu" pungkasnya. 

Kegiatan temu ramah di akhiri dengan sesi tanya jawab, serta menerjemahkan ide-ide, gagasan yang telah diimplementasikan pada Triwulan pertama maupun Triwulan ke empat untuk kemajuan Pidie ke depan.

Untuk diketahui bahwa kegiatan temu ramah ini langsung di pandu oleh Penjabat Bupati Pidie Bapak Ir, Wahyudi Adisiswanto, M.Si.,

Hadir dalam pertemuan tersebut Pj. Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto. M.Si., Dr. Ir. H. Azwar Abubakar Menpan RB 2011-2014, Plt. Sekda Pidie., Drs. Samsul Azhar, Plt Kaban Kesbangpol Bahrul Walidin, SH. M.Si., Asisten II Urusan Ekonomi Pembangunan Ir. H. Tarmizi, Kepala MUQ Tgk. Dr. Imran Abubakar. M.Sy, Ketua Umum Sirul Muhtadin Tgk. Afiddin, Tgk Mukarram, Kepala SKPK.

RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}