.
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan


Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat yang berorientasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhannya terletak di di perkotaan/pedesaan beranggotakan 3 (tiga) sampai 30 (tiga puluh) orang dapat terdiri dari remaja, orang dewasa/tua, laki-laki atau perempuan, Pelajar atau mahasiswa, pedagang, petani atau nelayan dll.

Apa Yang Di Maksud Kelompok Informasi Masyarakat Itu ?
Kelompok Informasi Masyarakat


Tujuan Pembentukan KIM

  1. Menemukan masalah bersama melalui diskusi dengan anggota kelompok.
  2. Mengenali cara pemecahan masalah
  3. Membuat keputusan bersama
  4. Melaksanakan keputusan dengan kerjasama.
  5. Mengembangkan jaringan informasi untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan.

Visi KIM

Terwujudnya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang inovatif dalam meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat melalui pendayagunaan informasi dan komunikasi dalam rangka mencapai masyarakat informasi yang sejahtera.

Misi KIM

  1. Mendorong tumbuh dan berkembangnya KIM secara mandiri sebagai wahana informasi dalam masyarakat.
  2. Meningkatkan peranan KIM dalam memperlancar arus informasi antar anggota masyarakat dan antara pemerintah dengan masyarakat.
  3. Meningkatkan kemampuan Anggota KIM dan masyarakat dalam mengakses dan mengelola informasi dalam rangka meningkatkan literasi informasi dan mengatasi kesenjangan informasi.

Tugas KIM

  1. Mewujudkan masyarakat yang aktif, peduli, peka dan memahami informasi.
  2. Memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.
  3. Mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.
  4. Menghubungkan satu kelompok masyarakat dengan kelompok yang lainnya untuk mewujudkan kebersamaan, kesatuan dan persatuan bangsa.

Fungsi KIM

  1. Sebagai wahana informasi.
  2. Antar anggota KIM secara horisontal.
  3. Dari KIM ke pemerintah secara bottom up.
  4. Dari pemerintah kepada masyarakat secara top down.
  5. Sebagai mitra dialog dengan Pemerintah, Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota dalam merumuskan kebijakan publik.
  6. Sarana peningkatan literasi masyarakat di bidang informasi dan media massa serta teknologi informasi dan komunikasi di kalangan anggota KIM dan masyarakat.
  7. Sebagai lembaga yang memiliki nilai ekonomi.

Aktivitas Pokok KIM : A D I N D A

  • Akses Informasi yaitu melakukan aktivitas untuk mengakses   informasi dari berbagai sumber, baik sumber langsung maupun tidak langsung
  • Diskusi yaitu setelah mengakses informasi kemudian dilakukan diskusi, tukar menukar informasi, dan memecahkan masalah
  • Implementasi yaitu tahapan yang sebelumnya diputuskan akan menerapkan atau mendayagunakan pengetahuan atau informasi yang di peroleh
  • Networking yang merupakan hubungan antar KIM atau antara anggota setiap KIM secara teratur dalam rangka saling tukar menukar informasi.
  • Diseminasi Informasi (Penyebaran Informasi) yaitu menyebarluaskan informasi, bisa dilakukan bila informasi itu sudah diolah dan diyakini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.
  • Aspirasi, kegiatan KIM tidak saja menyebarkan informasi tetapi juga menyerap aspirasi masyarakat

Kedudukan Dan Sifat KIM

  1. Setiap kelompok sosial dapat membentuk KIM mulai dari tingkat RT, RW, Dusun/lingkungan , Desa/Kelurahan sampai organisasi – organisasi yang ada dalam masyarakat .
  2. Bersifat mandiri (bebas/independen ) dan swadaya .
  3. KIM bersifat non partisan atau tidak terkait  dengan partai atau kepentingan politik apapun.
  4. Untuk mencukupi dana operasional serta kesejahteraan anggota KIM dapat melakukan kegiatan usaha melalui unit – unit usaha yang dibangunnya.
  5. KIM yang sudah terbentuk memerlukan adanya pengakuan/pengukuhan dari masyarakat dan lembaga Pemerintah, dari tingkat Kelurahan/Desa atau Kecamatan atau Kabupaten / Kota atau Provinsi. Dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi yang ada, KIM dapat berbentuk Yayasan atau bentuk Badan Hukum lainnya .

Hubungan Kelembagaan

  1. KIM tidak memiliki hubungan hirarki dengan Pemerintah.
  2. KIM memiliki hubungan keseteraan dengan media informasi lainnya dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat .
  3. KIM sebagai mitra kerja Pemerintah melaksanakan pembangunan seluruh masyarakat agar serasi dan menfasilitasi kelompok kurang beruntung.

Struktur Organisasi Kim Pemberdayaan KIM

KIM diarahkan untuk menggunakan teknologi informasi dalam mengakses informasi, yang dalam implementasinya akan disesuaikan dengan kemampuan menyediakan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, atau ketersediaan infrastuktur di lingkungan KIM berada.
Pola Pemberdayaan KIM

Pemberdayaan KIM adalah upaya memberikan penguatan agar KIM bisa melakukan aktifitas sesuai dengan fungsi umum KIM (generik) dan fungsi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (konstektual). Pemberdayaan tersebut melibatkan berbagai elemen sosial meliputi: Pemerintahan, Swasta, Media Massa, Lembaga Masyarakat.

Pendekatan Pemberdayaan KIM

Pendekatan dalam pemberdayaan  disesuaikan dengan karakteristik kelompok dan wilayahnya. Pemberdayaan tidak menjadi wahana untuk mengintervensi kelompok untuk kepentingan lain diluar fungsi KIM.

Media Untuk Pemberdayaan KIM

Dalam rangka pemberdayaan KIM, maka patut diperhitungkan fungsi media untuk KIM, penggunaan media oleh KIM, penyusunan agenda media KIM dan literasi media.

Bentuk Pemberdayaan KIM


  1. Fasilitasi peningkatan kemampuan akses terhadap informasi (dalam bentuk sarana jaringan telepon dan perangkat komputer).
  2. Fasilitasi pengembangan proses diskusi dalam rangka pengelolaan informasi (dalam bentuk penataran kepada pimpinan kelompok sehingga mampu memimpin diskusi kelompok).
  3. Fasilitasi pengembangan implementasi informasi yang telah di akses (menghubungkan dengan instansi terkait lainnya misalnya melalui koordinasi kehumasan pemerintah).
  4. Fasilitasi perluasan jangkauan diseminasi informasi dari kelompok kepada masyarakat (membentuk jaringan dengan media, misalnya kelompok pembaca atau kelompok sosial lainnya seperti PKK).

Kegiatan Pemberdayaan KIM

  1. Menerbitkan dan mendistribusikan berbagai referensi
  2. Pelatihan dan pendidikan SDM
  3. Mengikutsertakan KIM dalam kegiatan pemerintah terutama yang berkaitan dengan fungsi KIM yaitu di bidang informasi dan kerjasama internasional
  4. Mengembangkan jaringan antar KIM
  5. Membuka jaringan KIM ke institusi terkait
  6. Mendistribusikan bahan informasi untuk KIM
  7. Pengenalan dan peningkatan pemahaman dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.


Belakangan ini, kita mulai sering mendengar dan melihat cuitan di sosial media seputar dengan tambahan kata 4.0 ( Four Point Zero ) Mungkin masih banyak diantara kita yang masih mempertanyakan apa itu Pandu Desa 4.0 sebenarnya.

Training Of Trainer Ssitem Informasi Desa untuk  "Pandu Desa 4.0"  


Apa Itu Pandu Desa 4.0 ?

Pandu Desa 4.0 adalah gerakan kepanduan yang menggabungkan kegiatan pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan memaksimalkan pengunaan pemanfaatan dan teknologi informasi . literasi digital dan diseminasi informasi serta pertukaran dan pemutakhiran data desa, sehingga menjadi informasi yang valid dan akurat Seperti Pengolahm Data kependudukan , Kemiskinan, pendidikan dan Informasi Pemanfataatan dan Potensi lahan.

Sejarah Kepanduan

Gerakan Kepanduan adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih kecerdasan dan kecakapan pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat.
Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal Kepanduan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan

Internet of Things (IoT)

Internet dan Connectivity merupakan pemicu terjadinya Lahirnya Pandu Desa 4.0. Selain berhasil merubah proses alur distribusi komunikasi dan informasi , Internet dan Connectivity berhasil meningkatkan efisiensi Produksi konten dan juga behaviour manusia.

Bagaimana Internet dan Connectivity dapat berperan dalam sebuah Gerakan kepanduan ? “ Data ” adalah jawabannya. Salah satu hal yang sangat erat berkaitan dengan data adalah Internet of Things. Internet of Things merupakan upaya untuk membuat dan menghubungkan segala sesuatu yang ada menjadi sebuah “Data”, dan data inilah yang merevolusi kita dalam mengambil suatu keputusan, dan tindakan yang lebih efisien.

Perangkat IoT pada Pandu Desa 4.0 dikenal dengan Berupa Platform Tata Kelola SiDeKa yang berbasis Web base Internet of Things, yang sangat berguna untuk melakukan pengumpulan data pengolahan serta monitoring secara internal sehingga meemungkinkan pihak pengguna data dan informasi dalam hal ini Pemerintah baik pusat, Daerah dan desa untuk menyelidiki dan memiliki transformasi potensial menjadi Bahan utama dalam Pengambilan kebijakan dan perencanaa Pembangunan.

sumber : bp2dk.id


Jakarta - Berbicara akses internet, wilayah desa mungkin sering dipandang sebelah mata. Jangan salah, justru di desa, banyak hal menarik mengenai pemanfaatannya.

Belajar Manfaat Internet dari Desa


"Awalnya itu saya pulang kampung, sebagai lulusan teknik ingin berbuat sesuatu. Kita ingin apa yang terjadi di desa jadi omongan di publik. Dari sini tercetus ide Gerakan Desa Membangun," kata Yossy Suparyo, Executive Director Gedhe Foundation, salah satu penggiat Gerakan Desa Membangun.

Ditemui usai seminar 'How to be a Good Hacker' di Gedung Cyber, Kuningan, Jakarta, Yossy bercerita pengalamannya mengawal para penggiat internet di pedesaan. Dikatakannya, internet di desa dipahami bukan sebagai bentuk konsumsi, tetapi bentuk isolasi terhadap akses informasi.


"Desa kan sering gak dianggap. Nah, kalau kebanyakan orang kan memakai internet untuk mencari informasi. Di desa mereka justru memakai internet untuk mengupload informasi," kata Yossy.

Untuk itu, Yossy pun membuatkan web khusus yang bisa dipakai para penggiat internet di desa mengupload informasi yang terjadi di desa masing-masing. Dari sini, kegiatan setiap desa bisa diakses desa lain, sehingga mereka saling belajar dan berkembang.

Diawali pada 24 Desember 2011 di Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas, Gerakan Desa Membangun akhirnya merambah ke desa-desa lainnya. Sejumlah pelatihan yang digelar Pemerintah Desa Melung dan Gedhe Foundation di wilayah mereka menarik perhatian desa lain untuk ikut bergabung.

Dikatakannya, saat ini ribuan desa dan sejumlah kabupaten mulai memiliki program website untuk pemerintah desa. Mereka pun antusias menanyakan penjelasan rinci mengenai penggunaaan domain desa.id.

Yossy dan rekan-rekannya di Gerakan Desa Membangun pun berupaya mensosialisasikan penggunaan domain yang dirilis Pengelola Nama Domain Indonesia ini. Dengan domain ini, identitas mereka terwadahi dalam satu nama domain internet yang mudah dikenali.

"Saya gak menduga, awalnya dipraktekkan di satu desa, sekarang menyebar menjadi ribuan. Dulu saya susah meyakinkan kalau orang desa bisa menggunakan internet lebih baik dari di kota, orang gak percaya," kenangnya.

Dalam kurun waktu 3 tahun sejak berdirinya, dikatakan Yossy kini sudah hampir 2.000 desa ikut dalam Gerakan Desa Membangun. Gerakan yang memfasilitasi lingkar belajar bersama antar desa ini sudah menyebar dari Aceh hingga Papua.

"Keunikannya, ini satu gerakan swadaya yang gak dibiayain, menyebar ke banyak desa. Tantangannya memang koneksi internet gak lancar. Tapi dalam satu bulan itu ada orang ke kecamatan, cari koneksi lebih bagus mereka upload informasi terbaru desanya. Mereka seperti itu karena ingin berubah," pungkas Yossy.

Sumber : inet.detik.com

WWW.RTIKPIDIE.OR.ID - Seperti pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’, peribahasa ini juga berlaku pada Badan Usaha Milik Desa atau Gampong. Jika sebuah BUMG tidak getol mempromosikan diri maka profilnya juga tidak bakal dikenal orang terutama dari luar gampong. Apalagi produk yang dilahirkannya. Sebaliknya, berkat bermain dengan media sosial, banyak BUMG yang menjadi terkenal bahkan akhirnya banyak mendapat kunjungan karena prestasinya.

Sosial Media Marketing
Sosial Media Marketing (Sumber : can.web.id )

Mengenalkan BUMG melalui model sosial seperti Facebook di jaman sekarang adalah sebuah keharusan. Soalnya, ada beberapa manfaat yang bisa didapat sekaligus. Pertama, menjadi instrument atau alat untuk menyebarkan profil BUMG. Soalnya, semakin banyak dilihat orang, semakin banyak jaringan teman, akan semakin mudah pula sebuah lembaga seperti BUMG menjadi besar. Soalnya, seluruh jaringan itu bisa dijadikan jarigan kerjasama atau  bahkan calon klien potensial.

BUMDes Tamangale Bisa di Desa Tamangale, Sulawesi bahkan sudah menggunakan media sosial untuk berjualan sarung tenun Tamangale yang terkenal indah dan kuat tenunannya. Berkat jualan online itulah kini puluhan penenun di Desa Tamangale mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi karena bisa mengingkkatkan penjualan sarung tenun-nya. Kedua, media sosial juga berfungsi sebagai wahana curah gagasan antarwarga.

Sifatnya yang online dan terhubung dengan berbagai perangkat membuat Facebook bisa difungsikan sebagai alat komunikasi antara warga dan pemerintah desa. Sehingga kini kantor desa atau Desa tidak perlu menyampaikan pengumuman ke seluruh warga dengan susah payah mendatangi satu persatu warganya. Melainkan cukup dengan posting alias mengunggah pesan melalui facebook-nya maka seluruh warga akan segera paham isi pengumuman itu. Beberapa Desa sudah melakukan ini untuk mengumumkan berbagai persoalan administratif bahkan pemberitahuan kerjabakti lingkungan.

Tapi tentu saja tidak lantas semuanya bisa diselesaikan lewat media sosial. Media sosial lebih baik difungsikan untuk hal-hal yang tidak terlalu urgent atau mendasar karena tidak semua warga Desa bisa mengakses alat ini. Misalnya, orang-orang berusia seuh yang sudah tentu tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi.

Tetapi bagi kalangan muda, penggunaan media sosial bakal sangat strategis karena anak mudalah yang palling banyak menggunakan fasilitas ini. Beberapa anak muda des bahkan menggunakan media sosial untuk memasarkan obyek wisata yang ada di Desanya dan ini sangat efektif. Bahkan, bagi BUMDES yang mengembangkan wisata Desa, media sosial adalah alat yang wajib digunakan, selain cepat dan bisa mengusung banyak pesan jitu, karena dilengkapi dengan gambar dan video, menyebarkan informasi mlalui media sosial juga murah bahkan gratis.

Berjualan produk Desa juga sangat membutuhkan media sosial. Seperti yang dilakukan Tamangale Bisa di Sulawesi, penggunaan media sosial membuat BUMDES bisa memangkas besar-besaran biaya promosi. Seperti yang dilakukan BUMDES Amarta Desa Pandowoharjo, Sleman, Jogja. Amarta menggunakan Facebook dan fasilitas Whatapps (WA) Grup untuk menjual produk sayur-mayur organik yang dikembangkan BUMDES. Hasilnya, BUMDES yang kewalahan memenuhi pesanan warganya saking banyaknya pesanan sayur-mayur yang datang.

Jadi, penggunaan teknologi media sosial sangat strategis bagi BUMDES dalam memasarkan produknya, penting bagi Desa untuk sosialisasi program dan agenda kegiatan khususnya pada anak-anak muda. Apakah Desa Anda sudah memanfaatkannya?


Sumber : Di olah dari berdesa.com



RTIKPIDIE.OR.ID - Website gampong biasanya memuat berbagai informasi penting yang terkait dengan gampong tersebut. Kalau kita amati bisa dikatakan hampir semua website gampong mempunyai struktur yang sama. Apa saja informasi penting yang ada di website gampong?

Tampilan Website Gampong Cot Baroh Menggunakan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (Sideka)
Tampilan Website Gampong Cot Baroh Menggunakan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (Sideka)
 

Nah, pada artikel ini saya ingin mengulas sedikit tentang beberapa informasi yang harus ada di website gampong. Barangkali ini bisa menjadi gambaran jika suatu saat Anda ingin membuat website gampong.


1. Profil Gampong 
Apa itu profil gampong? Profil gampong adalah informasi yang memuat kondisi geografis gampong yang meliputi sejarah gampong, topografi, batas wilayah, peta wilayah, kepadatan penduduk dan sebagainya. 

Dengan membaca informasi yang ditampilkan di halaman profil gampong diharapkan pengunjung website memiliki gambaran yang lengkap mengenai kondisi gampong tersebut. 

Mengingat bahwa informasi yang terkait dengan suatu gampong itu tidak sama, ada yang informasinya sedikit, ada pula yang banyak, maka tidak jarang informasi tentang profil gampong ini ditampilkan dalam beberapa halaman sesuai dengan jenis informasinya.

2. Struktur Organisasi 
Sebuah gampong pasti mempunyai perangkat gampong dan staf yang bekerja untuk melayani masyarakat gampong tersebut. Informasi tersebut sangat penting untuk ditampilkan di website gampong. Sangat aneh kalau website gampong tidak mempunyai informasi tersebut. 

Minimal website gampong harus menampilkan informasi tentang struktur organisasi gampong yang meliputi kepala gampong atau lurah, sekretaris gampong, kaur dan dukuh. Akan lebih baik lagi jika dilengkapi dengan informasi tentang wewenang dan tugas masing-masing perangkat gampong tersebut. 

3. Potensi Gampong 

Salah satu fungsi website gampong adalah untuk mempromosikan potensi atau keunggulan yang dimiliki oleh sebuah gampong agar kesejahteraan masyarakat gampong meningkat. 

Apa saja potensi gampong yang perlu ditampilkan di website gampong? 

Tentu saja banyak sekali. Misalnya saja obyek wisata yang ada di gampong tersebut, keunikan budayanya, produk-produk kerajinan masyarakat, UKM yang ada di gampong tersebut, dan sebagainya. 

4. Data Wilayah 
Sebuah gampong biasanya dibagi menjadi beberapa wilayah yang lebih kecil yang dikepalai oleh seorang dukuh. Informasi tentang dukuh tersebut wajib ditampilkan di website gampong agar pengunjung mengetahuinya. 

Agar lebih jelas perlu juga dilengkapi dengan peta dari Google Map sehingga orang yang ingin berkunjung ke gampong tersebut dapat menemukan lokasi gampong dengan mudah. 

5. Lembaga Gampong 
Sebuah gampong umumnya mempunyai beberapa lembaga gampong, misalnya saja Tuha Peut Gampong, Tuha Lapan Gampong , Tim Penggerak PKK, Karang Taruna maupun organisasi masyarakat lainnya. 

Informasi tentang lembaga gampong tersebut wajib ditampilkan di website gampong agar semua masyarakat mengetahuinya. Sangat penting untuk menjelaskan apa fungsi dan kegiatan masing-masing lembaga gampong tersebut karena tidak jarang masyarakat di gampong itu sendiri kurang memahaminya. 

6. Layanan 
Pemerintah gampong merupakan lembaga pemerintah yang berfungsi untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Jadi sangat penting untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat layanan apa saja yang disediakan oleh pemerintah gampong. 

Masyarakat berhak tahu bagaimana prosedur untuk mendapatkan layanan tersebut, persyaratan apa saja yang harus dipenuhi, berapa biayanya, dan sebagainya. 

Dengan membaca informasi yang ada di website gampong, masyarakat tidak perlu lagi bertanya-tanya apabila suatu saat membutuhkan layanan tersebut. 

7. Berita dan Agenda 
Masyarakat gampong berhak tahu apa saja kegiatan pembangunan yang sudah dilakukan oleh pemerintah gampong. Kegiatan apa saja yang sudah maupun yang akan diselenggarakan oleh gampong. Melalui media website, pemerintah gampong bisa dengan mudah mempublikasikan kegiatan gampong dan bisa diakses oleh semua masyarakat. 

Setiap kegiatan dan agenda yang diselenggarakan oleh gampong harus dimuat di website gampong agar bisa diketahui oleh seluruh masyarakat gampong. 

8. Laporan Anggaran 
Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada segenap masyarakat, pemerintah gampong perlu menampilkan laporan anggaran pendapatan dan belanja gampong secara berkala di website gampong. 

Lewat website gampong tersebut pemerintah gampong juga bisa melaporkan realisasi penggunaan dana gampong setiap tahunnya. Dengan adanya laporan anggaran tersebut masyarakat bisa mengetahui bagaimana kemajuan gampongnya. 

9. Layanan Pengaduan 

Website gampong juga bisa dimanfaatkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengaduan kepada pemerintah gampong. 

Tak perlu fasilitas yang canggih untuk keperluan tersebut. Form pengaduan yang sederhana saja sudah cukup. Yang paling penting adalah form pengaduan tersebut harus terhubung dengan email resmi yang dimiliki oleh pemerintah gampong dan terus dipantau setiap saat. 

10. Download Dokumen Penting 
Website gampong juga harus menyediakan fasilitas untuk mendownload dokumen-dokumen penting seperti regulasi tentang gampong baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, Gampong dan formulir layanan. 

Dengan menyediakan dokumen-dokumen yang bisa didownload secara bebas oleh masyarakat akan mempermudah dan mempercepat proses layanan kepada masyarakat. 

Itulah 10 informasi penting yang wajib ada jika suatu saat Anda ingin membangun website gampong. Barangkali ada yang ingin menambahkan? 

Semoga Bermanfaat, Sumber :  diolah dari situs www.sorsawo.com


RTIKPIDIE.OR.ID - Perkembangan teknologi telah membawa banyak perubahan, Bayangkan, dulu kalau mau mengirim pesan / foto kita harus memakai lewat kantor pos. Pesan tersebut baru akan sampai ke tangan si penerima setelah beberapa hari. Mau mencari literature atau bahan-bahan tugas sekolah, kita harus pergi ke perpustakaan, membuka satu persatu halaman buku yang tersedia di sana. Mau membuat laporan, kita harus rela jari-jari pegal karena harus mengetik di atas mesin tik yang keras.

 Internet
 Internet


Sekarang, berkat bantuan teknologi dan internet semua pekerjaan itu ringan, Tak perlu menunggu berhari-hari, pesan/foto yang kita kirim bisa sampai ke penerimnya hanya dalam hitungan detik lewat email atau SMS. Untuk mencari tugas sekolah, literature dengan pencari (search engine). Jari kita pun tak perlu lagi pegal karena komputer telah membantu mempermudah pekerjaan kita.

Kasus-kasus pornografi dan penculikan anak lewat facebook memang sempat membuat masyarakat beranggapan bahwa internet itu bahaya. Tidak sedikit orangtua yang mencap internet sebagai “barang” telarang yang harus dijahui anak-anak mereka. Apalagi beredarnya video porno artis yang sempat membuat heboh, membuat cerita semakin negatif. Padahal, anggapan internet sebagai monok yang menakutkan dan harus dijauhi seperti itu salah, computer dan internet justru memberikan kita banyak kemudahan yang tidak bisa kita dapat melalui aplikasi lainya.

Sumber : Internet Sehat ICT Watch

Pemerintah Indonesia periode tahun 2014-2019, mengesahkan Rencana Pengembangan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 dengan konsep membangun Indonesia dari pinggir. Pemerintah melakukan pengembangan pada seluruh sektor untuk menuju Indonesia yang lebih baik, dengan fokus tujuan (a) mengejar peningkatan daya saing, (b) meningkatkan kualitas manusia, termasuk melalui pembangunan mental, (c) memanfaatkan dan mengembalikan potensi yang hilang di sektor maritim dan kelautan, (d) meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, (e) mengurangi ketimpangan antarwilayah, (f) memulihkan kerusakan lingkungan, dan (g) memajukan kehidupan bermasyarakat ).


Pembangunan Gampong Batee
 Pembangunan di Gampong Batee (Sumber : fb.Gampong Batee)

Pada fokus kelima yaitu pengurangan ketimpangan antarwilayah, negara memberikan fokus yang cukup besar pada pengembangan perdesaan dan kawasan perbatasan. Pada pembangunan perdesaan arah kebijakan pemerintah meliputi (1) pemenuhan standar pelayanan minimum sesuai dengan kondisi geografis desa, (2) penanggulangan kemiskinan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa, (3) pembangunan sumber daya manusia, peningkatan keberdayaan, dan pembentukan modal sosial budaya masyarakat desa, (4) penguatan pemerintahan desa, (5) pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup berkelanjutan, serta penataan ruang kawasan perdesaan, dan (6) pengembangan ekonomi kawasan perdesaan untuk mendorong keterkaitan desa kota.

Sedangkan pengembangan kawasan perbatasan, dengan arah kebijakan : (1) penguatan pelayanan imigrasi dan penegasan batas wilayah negara, dan (2) peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan perdesaan menjadi fokus untuk membangun negara Indonesia dari pinggiran, atau pelosok.


Pembangunan Indonesia dari pinggiran yang berfokus pada pengembangan perdesaan dikuatkan dengan disahkannya UU tentang Desa, yang didukung PP no 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan undang undang no 6 tahun 2014 tentang Desa dan PP no. 60 tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN.

Bab IV pasal 18 pada UU Desa menyebutkan bahwa desa mempunyai kewenangan yang meliputi :

  1. Kewenangan di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa,
  2. Pelaksanaan pembangunan desa,
  3. Pembinaan masyarakat desa, dan
  4. Pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat desa

Salah satu kewenangan desa, yaitu pelaksanaan pembangunan desa selanjutnya lebih rinci ditetapkan mekanismenya melalui proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, dan pertanggung-jawabannya. Pembangunan desa juga harus diselaraskan dengan pembangunan di level supra desa, yaitu kabupaten/kota dan kecamatan. Rencana Pembangunan pada level desa harus selaras dengan Arah kebijakan dan strategi kabupaten/kota, Rencana Pembangunan Daerah (RPJMD), Rencana strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota, serta rencana pembangunan kawasan perdesaan.

Kewenangan desa yang cukup banyak dalam filosofi “Desa Membangun” dalam pemeritahan presiden Joko Widodo, mengubah paradigma pembangunan desa yang semula sebagai obyek pembangunan menjadi subjek pembangunan. Pembangunan yang semula tumpang tindih secara kelembagaan, keuangan dan perencanaan sekarang menjadi lebih terkonsolidasi.

Perubahan paradigma pembangunan dan kewenangan desa dari kewenangan di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan masyarakat desa, dan pemberdayaan masyarakat desa selanjutnya membutuhkan dukungan sistem informasi desa.

Sistem Informasi Desa bahkan telah secara eksplisit muncul dalam UU Desa, yaitu pada pasal 86 tentang Sistem Informasi Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan, yang berisi :
  1. Desa berhak mendapatkan akses informasi melalui Sistem Informasi Desa yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/kota,
  2. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mengembangkan sistem informasi Desa dan pembangunan kawasan perdesaan,
  3. Sistem Informasi Desa sebagai dimaksud pada ayat (2) meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, dan sumber daya manusia,
  4. Sistem Informasi Desa sebagaimana dimaksud pada ayat 2 meliputi data Desa, data Pembangunan Desa, Kawasan Perdesaan, serta informasi lain yang berkaitan dengan Pembangunan Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan,
  5. Sistem Informasi Desa sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dikelola oleh Pemerintah Desa dan dapat diakses oleh masyarakat desa dan semua pemangku kepentingan,
  6. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyediakan informasi perencanaan pembangunan Kabupaten/kota untuk Desa
Selain ayat 86 pada UU Desa mengenai sistem informasi desa, juga tertulis pada pasal berikutnya mengenai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebagai sebuah badan usaha BUMDes akan baik jika mempunyai dukungan sistem informasi untuk menjalankan roda bisnisnya. Proses bisnis badan usaha akan menjadi kompleks karena mempunyai kegiatan produksi baik barang ataupun jasa yang memproses masukan (bahan mentah) menjadi produk atau jasa.

Badan Usaha juga harus melakukan promosi dan marketing, melakukan transaksi penjualan dan pembelian, mempunyai aset sumber daya yang harus dikelola. Sistem informasi desa kemudian menjadi sangat penting.

Sistem Informasi dibangun untuk membantu atau memungkinkan proses bisnis sebuah organisasi berjalan. Sistem Informasi seharusnya dibangun sesuai dan selaras dengan visi, misi, dan tujuan dari organisasi, agar nantinya ketika digunakan, sistem informasi menjadi alat yang efektif. Sistem Informasi diharapkan juga mampu digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan taktis maupun strategis bagi organisasi baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pertanggung jawaban.

Perubahan paradigma pembangunan desa membuat sistem informasi desa menjadi kian penting peranannya, sehingga perlu dikembangkan sistem informasi desa yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan desa. Tujuan desa termasuk dalam hal penyelenggaran pemerintahan, pembangunan desa, pembinaan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, pengembangan kawasan perdesaan. Sistem Informasi diharapkan dapat mempunyai data dan informasi yang berkualitas baik, komprehensif, terintegrasi, dan dapat saling bertukar dengan sistem lain.

Sistem Informasi Desa dan Kawasan Perdesaan yang terintegrasi untuk beberapa aktivitas sesuai dengan kewenangan desa, maka penelitian ini akan merencanakan, merancang, dan membangun sistem informasi desa yang terintegrasi dan selaras dengan visi, misi, dan tujuan pembangunan desa terutama diselaraskan dengan visi, misi, tujuan, dan kewenangan desa. Sistem informasi diharapkan sesuai dengan karakteristik desa, yang dapat digunakan untuk membantu desa dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya serta dalam aspek pengambilan keputusan. Sistem Informasi ini diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Desa, masyarakat desa, dan semua pemangku kepentingan. (BP2DK)

Untuk mempercepat akselerasi pembangunan di 74 ribu desa di seluruh Indonesia, peran teknologi sangat dibutuhkan. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar menjelaskan bahwa membangun desa berbasis teknologi sudah dipikirkan sejak awal.

“Karena mengurus 74 ribu desa, berat sekali. Kita blusukan sampe kapanpun juga gak bakal selesai. Oleh karena itu jawabannya adalah teknologi,” ujar Marwan Jafar dalam acara Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Desa dan Teknologi, Informasi dan Komunikasi’ di Kalibata, Jakarta, Jumat (23/10).

Statistik Gampong  Cot Baroh
Statistik Gampong Cot Baroh
Saat ini teknologi informasi dan komunikasi  berperan banyak dalam pembangunan gampong yaitu dalam menyebarluaskan informasi gampong, selain itu  dengan adanya sistem informasi berbasis portal atau website kita bisa menyampaikan informasi gampong ke publik, baik secara audio visual, tulisan dan photo bahkan hingga data statistik juga bisa ditampilkan. Seperti statistik status perkawinan penduduk di Gampong Cot Baroh kec. Glumpang Tiga Kab. Pidie. (Komunitas TIK Gampong Cot Baroh)

Selain persoalan desa, 419 kawasan transmigrasi dan 48 KTM yang membutuhkan bantuan teknologi untuk percepat pembangunan. Marwan menjelaskan telah menyiapkan 50 desa sebagai pilot project pembangunan desa berbasis teknologi.

“Kita punya Usaha Bersama Komunitas (UBK), BUMDes, UKM Industri Menengah. Kalau ini kita melakukan pendekatan dari sisi teknologi tentu akan lebih cepat,” tandasnya. Dengan adanya FGD yang mengundang beberapa pakar teknologi, Marwan berharap ada rekomendasi yang berdifat positif bagi desa kedepan. “Tentu kedepan kita akan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak tertentu, baik didalam negeri maupun diluar negeri, untuk mengembangkan inovasi teknologi di pedesaan,” tandasnya.

Sementara itu guru besa teknologi informasi dari Institut Teknologi Bandung, Suhono Harso Supangkat menjelaskan bahwa masalah desa tidak bisa lepas dari masalah ekonomi, pendidikan, infrastruktur. Dari beberapa persoalan tersebut, bisa diselesaikan dengan bantuan teknologi. “Kita mencari smart solusi untuk masalah desa, sehingga muncul konsep desa cerdas,” ujar Suhono.

Dengan inovasi teknologi, Suhono yakin desa nantinya akan dapat mengelola sumberdaya yang ada di desanya, sehingganya warganya bisa merasa aman, nyaman, sejahtera dan berkelanjutan. “Membangun TIK tidak terlepas dari platform People, Process, dan Teknologi,” imbuhnya.(Kemendesa/Tik Cot Baroh)




Awal tahun 2016, Badan Pusat Statistik RI merilis laporan sosial ekonomi periode Januari 2015, diantaranya menyajikan data tentang angka kemiskinan di 33 provinsi seluruh Indonesia.

Hasil kajian Institute for Development of Acehnese Society (IdeAS) dari data sosial ekonomi BPS menunjukkan tingkat kemiskinan di Aceh periode September 2015 tertinggi kedua di Sumatera setelah Bengkulu (17,16 persen).

Sedangkan di Indonesia, Aceh menempati urutan ke tujuh provinsi termiskin, di bawah Nusa Tenggara Barat (16,54 persen). Tiga provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi pada September 2015 masing-masing yaitu; Papua 28,40 persen, Papua Barat 25,73 persen, dan NTT 22,58 persen.

Amatan IDeAS, kemiskinan Aceh masih jauh di atas rata-rata nasional (11,13 persen). Berdasarkan data BPS Aceh; Pada September 2015, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Aceh mencapai 859 ribu orang (17,11 persen), bertambah sebanyak 8 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2015 yang jumlahnya 851 ribu orang (17,08 persen).

Selama periode Maret 2015 – September 2015, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan mengalami penurunan sebesar 0,21 persen (dari 11,13 persen menjadi 10,92 persen), dan di daerah perdesaan mengalami peningkatan 0,12 persen (dari 19,44 persen menjadi 19,56 persen).

Direktur Ideas, Munzami Hs mengatakan kondisi tingginya angka kemiskinan ini merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat Aceh yang masih terjerat dengan persoalan kemiskinan.

“Jika dibandingkan dengan aliran dana APBA belasan triliun yang mengalir ke Aceh tiap tahunnya, maka berlimpahnya anggaran masih belum berdampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan. Termasuk persoalan pengangguran yang merupakan salah satu penyebab kemiskinan, Aceh menempati urutan tertinggi angka pengangguran di Indonesia (9,93 persen),” katanya melalui siaran pers yang diterima redaksi mediaaceh.co, Jumat 8 Januari 2016.

Dikatakannya lagi, apabila APBA atau APBK dan Dana Otsus tidak dikelola tepat sasaran dan profesional, maka akan berdampak lebih buruk terhadap kesejahteraan rakyat Aceh di masa depan.

Untuk diketahui, mulai tahun 2023 mendatang Aceh hanya akan menerima 1 persen Dana Otsus dari DAU Nasional. Aliran Dana Otsus sebesar 2 persen hanya tinggal 7 tahun lagi hingga tahun 2022 dari total 20 tahun Dana Otsus yang akan diterima Aceh (2008 – 2027).

“Kita berharap semoga kebijakan anggaran yang sedang dibahas oleh eksekutif dan legislatif di Aceh untuk tahun anggaran 2016 ini berorientasi terhadap penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. Semoga APBA/APBK benar-benar berpihak dan pro-rakyat miskin!,” ujarnya lagi.

Sumber: mediaaceh.co


Kehabisan kuota layanan internet bisa menakutkan bagi sebagian orang. Ketika kuota internet habis, sejumlah pilihan untuk berkomunikasi pun putus. 


Ilustrasi konsumsi data



Anda tidak bisa mengirim pesan melalui WhatsApp, menelepon via Line, atau mengecektimeline media sosial kawan.


Tanpa koneksi data, hiburan digital pun tak bisa dinikmati. YouTube, online game dengan multiplayer, dan streaming musik tak bisa dilakukan. Smartphone seolah lumpuh total.

Beberapa penyedia layanan internet menyediakan paket data unlimited untuk mengatasi masalah kuota ini, tetapi tentu saja memiliki keterbatasan. Setelah batas wajar pemakaian paket unlimited tercapai, koneksi akan jadi sangat lambat.


Agar tidak terjebak masalah kuota internet, Anda sebaiknya merencanakan pemakaian data pada smartphone. Misalnya dengan memperhatikan, seperti apakah gaya pemakaian yang sangat berpengaruh pada besaran konsumsi data. 


Berikut ini lima hal yang bisa membuat kuota internet Anda cepat habis, seperti dilansir KompasTekno dari Cnet, Minggu (11/1/2015).



1. Unggah ke YouTube


Mengunggah video ke YouTube bisa memakan banyak kuota internet. Namun, semua ini tergantung pada setting yang diterapkan pengguna dan berbagai faktor lain. Rekaman video beresolusi high-definition (HD) bisa menghabiskan jatah internet hingga 200 MB per menit.



Bayangkan bila setiap bulan Anda mengunggah lima video HD berdurasi 1 menit dan kuota internet Anda hanya 1 GB per bulan. Karena itu, ada baiknya Anda menggunakan koneksi WiFi saja saat ingin mengunggah video seperti ini.



2. Obrolan video

Melakukan obrolan video via Skype atau FaceTime tergolong sebagai aktivitas yang membutuhkan banyak bandwidth. Namun, besaran konsumsi tersebut berbeda-beda tergantung pada aplikasi serta resolusi video yang digunakan.



Obrolan melalui video, umumnya, mengonsumsi bandwidth 3 MB per menit. Jika Anda berniat menghemat konsumsi data, sebaiknya kurangi sesi obrolan menggunakan video.



3. Online game 

Game, seperti Two Dots atau Words With Friend, tidak memakan banyak kuota internet. Kedua game ini hanya menghabiskan beberapa KB saja per menit sehingga tidak boros. 



Namun, game jenis real-time action, seperti Asphalt 8 atau Modern Combat 5: Blackoutberbeda. Dua game yang disebut belakangan diperkirakan membutuhkan 1 MB data per menit. Permainan dalam durasi yang panjang akan semakin meningkatkan konsumsi data.



4. Streaming musik

Layanan streaming musik, seperti Guvera atau Rdio, memang sangat praktis. Anda bisa mendengarkan musik di mana pun asalkan ada koneksi internet. Anda juga tidak perlu menyediakan ruang untuk menyimpan file musik tersebut dalam kartu memori.



Namun, sisi lainnya, konsumsi data membengkak. Bila Anda memutar musik dengan resolusi 320 Kbps, total kuota internet yang dihabiskan adalah 2,4 MB per menit. Dalam durasi satu jam, Anda sudah menghabiskan 115 MB.



5. Streaming video



Saat ini, ada berbagai layanan streaming video yang memudahkan orang menemukantrailer film terbaru, film utuh, atau sekadar video klip penyanyi favorit. Sebut saja YouTube, iTunes, Vimeo, dan Hulu.


Hanya satu hal yang tidak boleh Anda lupa: streaming video merupakan penyerap paling "kejam" terhadap kuota internet. Masalahnya, konsumsi data streaming video bisa mencapai 50 MB per menit.



Bila kuota internet yang Anda pilih terbatas, dan Anda terbiasa menonton video-video tertentu secara berulang-ulang, lebih baik simpan file video secara offline.


Sumber : Kompas.com


Gampong Online?  Siapkah Anda?

Begitu mendengar istilah Gampong Online, yang terbayang pertama kali adalah seluruh sumberdaya yang ada di gampong itu dioptimalkan untuk kebutuhan online. Warga gampong bisa mengakses internet di beberapa titik di gampong bahkan bisa semua wilayah bisa online. Untuk mendukung Konsep Gampong Online ini, jelas sangat dibutuhkan pendukung yang kuat baik dari sisi Sumberdaya Manusianya (SDM) maupun dari sisi Infrastrukturnya.

Berikut Contoh Topologi jaringan sederhana untuk membangun Hotspot di sebuah Gampong.

Topologi Jaringan Desa Online , Sumber Gambar: Bi-Net Indonesia

Keterangan: A1: Balai Gampong, Pusat Server Gampong Online, B1, C1, D1 adalah Target dusun online.

Pada Contoh Topologi jaringan di tersebut, dicontohkan dalam sebuah desa ada 4 dusun. Balai gampong menjadi pusat kendali pengaturan server dan pengaturan bandwidth internet-n ya. Di sini Server membagi resource internet ke 3 dusun yang lain menggunakan teknologi point to point, atau lebih dikenal dengan Teknologi Antenna Grid/Disc yang memanfaatkan frekuensi 2,4GHz.

Balai Gampong sudah berlangganan dari ISP(internet service Provider) yang nantinya akan dibagikan ke seluruh Masyarakat desa di setiap dusun. Selain sebagai pembagian resource internet, Topologi ini bisa digunakan untuk file server, sehingga perangkat gampong yang butuh data – data besar dari server mereka tinggal hanya butuh copy dan paste seperti biasanya. Dengan Topologi ini masyarakat akan bisa menikmati layanan internet di seluruh wilayah gampong yang sudah terpasang hotspot di titik yang sudah ditentukan.

Untuk pembiayaannya Gampong cuma dibebani biaya rutin setiap bulan untuk membayar provider ISP sehingga bisa berhemat untuk berlangganan internet dengan cakupan yang luas. Untuk penyiapan infrastruktur, tentunya akan dibebankan terhadap Anggaran Dana Gampong (ADG) yang sudah dimusyawarahkan dengan pemangku kebijakan di gampong.

Gampong Online ini bisa dikembangkan manfaatnya ke berbagai kegiatan, antara lain:
  • Pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang akan memberikan informasi sekitar potensi gampong dan kegiatan – kegiatan di desanya.
  • Pelayanan Publik berbasis IT, dimana setiap masyarakat dalam pengurusan administrasi gampong cukup dengan memanfaatkan layanan online/web atau jaringan lokal (intranet).
  • Bisa memulai Gerakan Desa Melek Informasi, Warga yang selama ini tahu informasi dari masyarakat, buku, sekarang bisa berkembang dengan pemanfaatan Browsing di internet.
  • Pembentukan Pusat – pusat Kegiatan Masyarakat yang berbasis IT, Taman Baca masyarakat berbasis IT, Gapoktan(Gabungan Kelompok Tani) melek IT, Pemuda Mandiri dengan IT. dan lain – lain.
  • Memiliki Website Gampong yang dikelola oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) atau kelompok masyarakat lainnya, yang nantinya akan mengangkat potensi lokal di dunia maya sehingga akan cenderung menaikkan kehidupan ekonomi masyarakat desa.

Itulah Konsep sederhana Topologi Gampong Online. (Dilansir dari rtikbojonegoro.or.id)



A-List :

Sebuah daftar blogger-blogger yang memiliki blog dengan traffic relatif tinggi dan banyak dikenal di dunia blogging. Biasanya merujuk pada daftar 100 Technorati Blog.

Adsense : 

Jaringan periklanan online yang paling terkenal di internet. Adsense dimiliki oleh Google dan memberikan kesempatan kepada para blogger untuk melakukan monetisasi blognya dengan menampilkan iklan kontekstual di blog mereka. Setiap kali seseorang mengklik teks iklan Google Adsense, maka si pemilik blog akan mendapatkan sejumlah komisi.

Adwords : 

Kebalikan dari Adsense. Adwords memungkinkan perusahaan atau individu untuk memasang iklan dan mempromosikan produk, jasa atau situs mereka berdasarkan perhitungan cost per click (CPC). Seorang pemasang iklan harus menentukan kata kunci yang hendak dibidiknya dan berapa harga yang bisa ia berikan untuk setiap kliknya.Iklan Adwords bisa muncul di halaman hasil pencarian Google maupun di unit iklan Adsense di situs atau blog yang mengikuti program Adsense.

Affiliate Marketing : 

Disebut juga affiliasi, adalah sebuah cara yang sangat populer untuk mendapatkan uang dari internet dimana seorang pemilik program affiliasi memberi kesempatan orang lain untuk memasarkan produk atau jasanya dengan imbalan sejumlah komisi. Komisi bisa bersifat tetap atau berubah-ubah, dan bisa berdasarkan klik, leads atau penjualan yang terjadi.

Akismet : 

Plugin filter spam untuk blog berplatform WordPress yang sangat populer. Dibuat oleh perusahaan yang sama dengan yang membuat kode WordPress, Automattic.

Alexa : 

Sebuah perusahaan online (milik Amazon.com) yang memantau traffic semua situs yang ada di internet. Sistem ranking yang digunakan didasarkan pada data statistik dari toolbar browser pengguna internet. Belakangan mereka mengubah algoritme ranking ini untuk menghilangkan bias toolbar yang banyak menguntungkan situs-situs bertopik teknologi. Semakin rendah ranking Alexa, maka semakin tinggi trafficnya. Walaupun demikian terdapat sejumlah kontroversi mengenai akurasi ranking Alexa ini.

Anchor Text : 

Teks yang digunakan di dalam back link. Kebanyakan pakar optimasi mesin pencari (SEO) sepakat bahwa anchor text merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi posisi ranking sebuah situs atau blog di hasil pencarian search engine.

Atom : 

Sebuah format sindikasi feed yang dikembangkan sebagai alternatif RSS. Atom memungkinkan seseorang mendapatkan updates artikel dari sebuah situs atau blog manakala ada posting baru.

Automattic : 

Perusahaan yang didirikan oleh Matt Mullenweg dan bertanggungjawab terhadap pengembanganWordPress.org (software blog) dan WordPress (hosting) selain proyek-proyek lainnya.

Backlink : 

Hiperlink yang tampil di blog atau situs lain dan menaut pada halaman utama atau halaman lain dalam suatu blog atau situs. Backlink penting karena Google dan mesin pencari yang lain mempergunakan jumlah dan kualitas backlink sebagai ukuran tingkat kepercayaan sebuah blog atau situs.

Blackhat : 

Gabungan teknik SEO dan online marketing yang seringkali tidak etis dan bahkan kadang ilegal dengan tujuan tertentu. Menyembunyikan teks dibalik gambar atau mempergunakan halaman doorway dengan re-direct adalah contoh teknik-teknik blackhat.

Blog : 

Suatu jenis situs dimana sang pemiliknya mempublikasikan pikiran, ide atau pengetahuan mengenai topik tertentu. Biasanya isinya berupa artikel, yang disebut post, dan disusun berdasarkan urutan kronologis. Awalnya blog muncul sebagai diary online, namun saat ini blog mencakup berbagai macam ceruk topik, dan bersaing ketat dengan media massa kebanyakan.

Blog Carnival : 

Sebuah event ketika para blogger berkumpul untuk untuk membuat sebuah koleksi artikel mengenai sebuah topic tertentu. Biasanya blog carnival hanya terdiri dari satu blog dengan sejumlah blog yang berpartisipasi mengirimkan artikelnya.

Blogger : 

Seseorang yang memiliki blog. Blogger juga merupakan nama komersil platform dan hosting blog gratis milik Google (yang lebih dikenal dengan nama ekstensi Blogspot).

Blogging : 

Aktivitas menulis sesuatu di dalam blog. Bisa juga berarti aktivitas yang lebih luas yang dilakukan olehseorang blogger (misalnya berinteraksi dengan pembaca, mempersiapkan materi konten, dan lain-lain).

Bloglines : 

Salah satu RSS Feed Reader yang paling populer. Bloglines merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan penggunanya untuk berlangganan dan mengelola RSS Feed.

Blogosphere : 

Istilah yang dipergunakan untuk menjelaskan dunia yang diciptakan oleh jaringan blog.

Blogroll : 

Fitur blog yang sangat populer yang memungkinkan pemilik blog menampilkan daftar blog-blog lain yang direkomendasikannya. Fitur ini biasanya ditampilkan di bagian sidebar. Namun saat ini semakin sedikit blog yang menampilkan blogroll.

Comments : 

Hampir semua platform blog memungkinkan pembacanya untuk memberikan komentar dan meninggalkan feedback di setiap halaman posting artikel sebuah blog. Fitur inilah yang membuat blog menjadi sebuah media percakapan langsung dan telah menjadi salah satu faktor kesuksesan blog di dunia internet.

Comment spam : 

Komentar yang ditulis semata-mata untuk mendapatkan backlink dan diharapkan akan memberikan aliran traffic pengunjung ke blog pihak yang menuliskan komentar spam tersebut.
Compete : Perusahaan analis web, seperti halnya Alexa, yang memantau dan memperkirakan jumlah traffic situs atau blog.

CPC : 

Kependekan dari cost-per-click, dan ia merepresentasikan suatu bentuk online advertising dimana si pengiklan (advertiser) memberikan sejumlah uang kepada setiap pengunjung yang meng-klik iklannya dan mengunjungi situs atau halaman penjualan produknya. Di sisi lain, terdapat penerbit iklan (publisher) yang menampilkan iklan CPC di situs atau blognya dan mendapatkan uang untuk setiap klik yang dilakukan pengunjung situs atau blognya. Jaringan iklan CPC paling terkenal adalah Google Adwords.

CPA : 

Kependekan dari cost-per-action, dan ia merepresentasikan suatu bentuk online advertising dimana si pengiklan (advertiser) akan membayar ketika pengunjung sebuah situs melakukan tindakan tertentu (misalnya ketika mereka berlangganan news letter atau membeli sebuah produk tertentu). Kebanyakan program affiliasi menggunakan skema CPA.

CPM : 

Kependekan dari cost-per mille, dimana mille berarti 1000 dalam bahasa Latin. CPM, dengan demikian berarti harga per 1000 impresi, dan ia merepresentasikan suatu bentuk online advertising dimana si pengiklan (advertiser) akan membayar harga tertentu ketika iklan banner atau iklan lain mereka ditampilkan setiap 1000 kali di sebuah situs atau blog.

CSS : 

Kependekan dari Cascading Style Sheets, dan merupakan bahasa pemrograman yang dipergunakan untuk membuat halaman wes yang ditulis dengan kode HTML atau XHTML. Kelebihan CSS adalah memungkinkan Anda untuk mengontrol tampilan halaman situs secara bersamaan dari lokasi yang sama (file CSS).

Digg : 

Situs social bookmarking paling terkenal di dunia. Pada dasarnya Digg adalah sebuah situs yang dihidupi oleh penggunanya, dimana anggota komunitas Digg memberikan vote terhadap sebuah artikel yang akan tampil di halaman depan situs tersebut. Bagi kebanyakan pemilik situs, tampil di halaman depan Digg adalah sebuah kebanggaan. Ia bisa memberikan ribuan pengunjung hanya dalam waktu sehari. Meskipun demikian, terdapat kontroversi terhadap kualitas traffic pengunjung yang datang dari Digg karena pengunjung biasanya jarang kembali lagi dan jarang meng-klik iklan.

Domain : 

Juga dikenal sebagai nama domain atau nama hosting domain, adalah nama situs atau blog yang tercatat di dalam dunia internet. Contoh nama domain adalah Yahoo.com , Bloggerbojonegoro.com, Bojonegoro.us dll.

Duplicate content : 

Konten hasil duplikasi (biasanya berupa teks/artikel) dalam sebuah situs atau blog. Mesin pencari (misalnya Google Search Engine) cenderung menjatuhkan penalti untuk situs atau blog dengan konten-konten hasil duplikasi.

Favicon : 

Kependekan dari “Favorite Icon”, adalah sebuah ikon yang diasosiasikan dengan logo sebuah situs atau blog dan akan muncul pada bagian browser atau bagian bookmark. Favicon dimaksudkan untuk memudahkan mengidentifikasi sebuah situs atau blog.

Feed : 

Disebut juga feed web atau feed news, adalah sebuah format data yang digunakan di dunia internet untuk memudahkan penggunanya mendapatkan updates artikel dari situs atau blog favoritnya. Terdapat dua jenis format utama feed: RSS Feed dan Atom Feed.

Feed Count : 

Biasanya merujuk pada widget dari FeedBurner yang berfungsi memberikan laporan jumlah pelanggan RSS pada suatu situs atau blog.

FeedBurner : 

Sebuah perusahaan online milik Google yang menyediakan layanan RSS Feed. FeedBurner merupakan layanan gratis yang menyediakan RSS Feed dengan berbagai fitur menarik, dan memudahkan pemilik situs atau blog mengumpulkan data statistic RSS Feed situs atau blognya.

FTP : 

Kependekan dari File Transfer Protocol. FTP merupakan sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk mentransfer data dari satu komputer ke komputer lainnya. Jika Anda menggunakan layanan perusahaan hosting, Anda membutuhkan FTP untuk mentransfer file situs Anda dari komputer Anda ke server perusahaan hosting tersebut.

Google Analytics : 

Sebuah layanan gratis dari Google yang member pemilik situs sejumlah informasi dan data statistik mengenai jumlah traffic dan pengunjung situsnya. Google Analytics juga dikenal sebagai salah satu layanan web paling terpercaya (layanan lain seperti Webalizer atau AWStats cenderung melebihkan angka dengan memasukkan traffic bukan-manusia ke dalam data yang dihasilkan).

Google Reader : 

RSS Reader paling populer di dunia internet. Google Reader merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan para penggunanya untuk berlangganan dan mengelola RSS Feed situs atau blog tertentu. Karena saking populernya, banyak situs yang menampilkan badge khusus Google Reader agar pembacanya bisa berlangganan RSS Feed melalui Google Reader.

Hotlinking : 

Juga dikenal dengan sebutan tautan inline dan pencuri bandwith, hotlinking merujuk pada praktek-praktek menggunakan obyek tertentu (seringkali berupa gambar) dari satu situs ke dalam situs yang lain. Meskipun praktek ini awalnya merupakan bagian dari desain besar dunia web, namun belakangan orang cenderung mengaitkannya dengan praktek penyalahgunaan. Ketika Anda melakukan hotlinking sebuah gambar yang ada di situs lain, misalnya, Anda telah “mencuri” bandwith situs tersebut dan kemungkinan besar juga telah melanggar hak ciptanya.

Linkbait : 

Segala macam konten (artikel, tools, kuis, video, gambar) yang dibuat dengan tujuan utama untuk menarik link ke situs yang bersangkutan. Kuantitas dan kualitas backlink adalah salah satu factor dibalik sistem algoritma mesin pencari Google, itulah alasan mengapa orang sangat memperhatikannya. Bahkan ada pemasar online yang mengkhususkan diri menciptakan cara promosi linkbait.

Movable Type : 

Sofware blogging yang diciptakan oleh Six Apart. Pada tahun 2007 Movable Type menjadi layanan blogging gratis (dikeluarkan dibawah ketentuan GPL atau General Public License).

Meta tags : 

Meta tags adalah kode-kode HTML yang ada di bagian halaman sebuah situs. Tidak seperti tag HTMLyang lain, meta tags tidak muncul di halaman posting, sehingga kebanyakan pengunjung tidak pernah melihatnya. Meta tags yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda, namun secara umum semuanya digunakan untuk memberikan informasi tambahan mengenai kondisi sebuah halaman situs kepada robot mesin pencari.

Niche : 

Dalam jargon dunia internet, niche merujuk kepada sebuah topik atau subyek tertentu. Kebanyakan situs mencakup satu atau lebih niche. Contoh-contoh niche misalnya adalah olahraga, gosip, humor dan keuangan. Beberapa niche dianggap lebih populer dan menguntungkan ketimbang yang lain.

Nofollow : 

Juga disebut sebagai tag nofollow, adalah sebuah tag yang disisipkan dalam kode link yang berfungsi untuk memerintahkan robot mesin pencari agar mereka tidak mengikuti link bersangkutan, dan karenanya tidak menganggapnya sebagai link yang sesungguhnya. Google dan mesin pencari yang lain merekomendasikan agar semua link berbayar menggunakan tag nofollow.

PageRank : 

Juga sering disebut Google PageRank, adalah sebuah sistem metrik yang digunakan oleh Google untuk menilai tingkat kepercayaan sebuah situs. Google PageRank memiliki nilai skala dari 0 hingga 10, dimana 10 adalah nilai tingkat kepercayaan tertinggi yang bisa Anda dapatkan. Terdapat algoritme yang rumit dibalik skala PageRank, namun faktor terpenting yang mempengaruhinya adalah jumlah dan kualitas backlink sebuah situs atau blog. Nilai PageRank (yang bisa dilihat menggunakan Google Toolbar) di-update setiap setiap tiga bulan sekali.

Page Views : 

Juga biasa disebut impresi. Setiap kali pengguna internet membuka sebuah halaman situs tertentu, satu page view akan dihitung. Seorang pengguna internet, misalnya, bisa mendapatkan sejumalh page views selama mengunjungi sebuah situs. Situs-situs populer bisa mendapatkan jutaan page views setiap bulannya.

PHP : 

Kependekan dari Programming Hypertext Processor, adalah sebuah bahasa pemrograman yang didesain untuk menciptakan halaman web yang bergerak. Banyak situs (misalnya Digg.com) dibangun menggunakan PHP, seperti halnya beberapa platform blog (misalnya WordPress). Jika Anda seorang blogger atau web master, ada kemungkinan besar Anda akan menggunakan PHP.

Pillar article : 

Sebuah istilah yang pertama kali diciptakan oleh Yaro Starak, untuk merujuk sebuah artikel panjang dan terstruktur, berisi informasi atau sumber rujukan yang bermanfaat, yang dipublikasikan di blog. Artikel pilar sangat penting untuk membangun otoritas dan menarik traffic pengunjung ke blog Anda. Kedua faktor diatas dating dari blogger yang lain yang mendapatkan manfaat dari artikel pilar dan menautkan link ke artikel pilar tersebut.

Ping : 

Sebuah tool jaringan komputer yang digunakan untuk menguji apakah sebuah komputer atau hosting bisa dibuka di internet. Dalam jargon dunia blogger dan web master, ping juga berarti tindakan mengirimkan pesan jaringan ke suatu server untuk menginformasikan bahwa Anda telah meng-update blog atau situs Anda. Setiap kali Anda mempublikasikan sebuah posting artikel baru, sebagai contoh, Anda bisa melakukan ping ke mesin pencari untuk memberitahukan update yang Anda lakukan.

Pingback : 

Sebuah tool jaringan yang digunakan untuk memberitahu sebuah situs ketika seseorang menautkan link atau merujuk kepada situs tersebut. Kebanyakan platform blog mencatat pingback secara otomatis. Artinya, manakala seseorang menautkan link ke suatu artikel yang Anda tulis, link-nya akan muncul di bagian komentar blog Anda.

Pligg : 

Sebuah sofware open source yang memungkinkan penggunanya untuk membuat situs social bookmarking di situsnya. Situs paling terkenal yang menggunakan sofware Pligg adalah Sphinn.com.
WordPress Plugin : Kode-kode khusus yang dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan sebuah software, dalam hal ini adalah WordPress. Terdapat ribuan plugin WordPress yang telah dibuat, dengan fungsi yang sangat beragam.

Pro Blogger : 

Sebutan untuk seorang blogger profesional yang mendapatkan penghasilan melalui blog dan hidup dari income yang ia terima dari aktivitas blogging.

RSS : 

Kependekan dari Really Simple Syndication. RSS adalah suatu format yang digunakan untuk mengirimkan informasi dari sebuah situs dan halaman situs yang di-update secara berkala. Sebuah dokumen RSS (yang disebut feed) berisi ringkasan ataupun keseluruhan konten dari sebuah situs. Keuntungan terbesar menggunakan RSS adalah memungkinkan pengunjung sebuah situs untuk tetap berhubungan dengan situs-situs favorit mereka tanpa harus mengunjunginya secara online. Manakala Anda berlangganan sebuah RSS Feed, secara otomatis Anda akan menerima updates konten situs bersangkutan apabila situs tersebut mempublikasikan konten baru.

Scraper : 

Seseorang yang menyalin konten dari sumber lain (baik situs ataupun blog) dan mempublikasikannya di blognya sendiri, dengan atau tanpa memberikan kredit link, dan tanpa meminta izin kepada penulis aslinya. Scraper bisa dilakukan secara manual ataupun otomatis dan biasanya menggunakan tool scraping RSS Feed. Scraper jelas-jelas merupakan pelanggaran hak cipta.
Splog : Blog yang hanya digunakan untuk mempublikasikan kontenkonten spam. Splogs biasanya berisi teks yang dikopi dari sumber lain, dikombinasikan dengan link-link situs-situs obat-obatan terlarang, minuman keras dan judi.

SEO : 

Kependekan dari search engine optmization. SEO mencakup sejumlah aktivitas yang ditujukan untuk meningkatkan ranking sebuah situs di halaman hasil pencarian search engine (terutama Google). Ada dua jenis aktivitas yang dilakukan yaitu: optimisasi on-page, yakni mengoptimalkan penggunaan tag dan konten sebuah situs; dan optimisasi off-page, yakni mengoptimalkan faktor-faktor eksternal misalnya jumlah dan kualitas backlink, teknik-teknik promosi, dan lain-lain.

SERP : 

Kependekan dari search engine results page. Ketika Anda mencari sebuah kata kunci melalui Google search engine, Anda akan mendapatkan halaman 10 hasil pencarian yang sesuai dengan kata kunci yang Anda cari. Halaman itulah yang disebut SERP.

Social Bookmarking : 

Disebut juga social aggregators atau community bookmarking. Social Bookmarking adalah situs yang memungkinkan penggunanya untuk menemukan, mengirimkan, menyebarluaskan dan memberikan vote terhadap sebuah artikel dari internet. Situs social bookmarking paling populer adalah Digg.com, Reddit.com, StumbleUpon.com dan Del.icio.us.

Social Media : 

Sebuah istilah umum yang digunakan untuk mendefinisikan situs dan aplikasi web dimana terdapat unsur interaksi sosial didalamnya (dalam bentuk teks, gambar, suara, video atau gabungan dari semuanya). Contoh situs social media adalah blog, forum online, social network, Wikipedia dan lain-lain.

Social Networks : 

Dalam dunia internet, istilah ini merujuk kepada sejumlah situs dan aplikasi, dimana tujuannya adalah untuk member kesempatan penggunanya yang memiliki sebuah minat yang sama untuk saling berhubungan, berinteraksi dan berbagi. Contoh popular situs social network adalah MySpace.com dan LinkedIn.com.

StumbleUpon : 

Situs social bookmarking populer yang bertujuan memampukan para penggunanya untuk menemukan situs-situs baru dan menarik. StumbleUpon bekerja dengan menggunakan browser toolbar yang memungkinkan penggunanya untuk memberikan vote dan meng-klik tombol “Stumble!” yang akan menampilkan sejumlah situs atau halaman situs berdasarkan pilihan penggunanya dan apa yang di-vote oleh pengguna lain.

Subscriber : 

Pengunjung situs atau blog yang berlangganan RSS feed sebuah situs ataupun berlangganan melalui email. Manakala situs tersebut di-update dengan konten baru, pelanggan tersebut akan menerima konten melalui RSS Reader ataupun email. Para web master dan blogger sangat memperhatikan jumlah pelanggan RSS karena ia merepresentasikan jumlah pembaca setia dan traffic pengunjung yang konstan.

Tag : 

Hampir sama dengan kategori, tag digunakan untuk mengklasifikasikan sebuah artikel atupun konten dalam sebuah situs. Tag bersifat lebih fleksibel ketimbang kategori dan biasanya digunakan dengan cara yang lebih spesifik. Satu artikel atau posting biasanya diberikan satu kategori besar dan banyak tag di dalamnya.

Technorati : 

Layanan mesin pencari blog, yang memberikan informasi tracking blog, tautan link dan posting dari seluruh dunia. Sangat populer meskipun beberapa tahun belakangan mulai kehilangan perhatian. Salah satu fiturnya yang paling terkenal adalah daftar Technorati Top 100, yang memberikan ranking 100 blog terpopuler di dunia berdasarkan jumlah link dari blog lain.

Twitter : 

Sebuah layanan social networking dan microblogging yang kini sangat populer. Pengguna Twitter dapat “mengikuti” pengguna yang lain untuk mendapatkan updates berita terbaru dari mereka. Setiap update hanya boleh berisi 140 karakter, dengan atau tanpa hiperlink.

Text Link Ads : 

Suatu bentuk layanan periklanan online dimana si pemasang iklan membeli sebuah link di situs lain dengan teks yang ia pilih sendiri dan biasanya tanpa tag nofollow. Praktek ini sangat populer hingga kemudian Google mulai memberi penalti situs-situs yang menjual ataupun membeli teks link dengan tujuan untuk meningkatkan hasil pencarian search engine.

Trackback : 

Sebuah tool networking, hampir sama dengan pingback, yang digunakan untuk memberi informasi kepada sebuah situs ketika seseorang menautkan link ke situs tersebut.

Unique visitor : 

Jumlah pengunjung manusia yang masuk ke sebuah situs dalam jangka waktu tertentu, Katakanlah 3 orang mengunjungi sebuah blog pada hari yang sama, 2 orang mengunjunginya dua kali dan masing-masing membuka 5 halaman blog. Maka pada hari tersebut, blog ini memiliki 3 unique visitors, 5 total visitors, dan 15 page views.

Viral Content : 

Konten yang menyebar dengan sangat cepat di dunia internet, seperti halnya virus flu dalam kehidupan nyata. Kontennya sendiri bisa berupa artikel, gambar, atau video, namun harus sangat lucu, kontroversial atau sangat bermanfaat sehingga orang merasa perlu untuk menulis tentangnya. atau memberitahu temannya mengenai hal tersebut.

WordPress : 

Software blogging paling populer di dunia internet, diciptakan oleh sebuah perusahaan yang bernama Automattic. WordPress mendapatkan popularitas terutama karena dukungan komunitasnya yang sangat aktif. Ada ribuan orang yang menyediakan template gratis, plugin dan dukungan terhadap pengembangan proyek WordPress.

URL : 

Kependekan dari Uniform Resource Locator. URL mencakup nama domain dan protokol yang digunakan. Contoh URL adalah http://www.namadomain.com.

Viral Marketing : 

Sebuah teknik pemasaran untuk menyebarluaskan informasi dengan cepat menggunakan sarana email, blog dan kabar dari mulut ke mulut. Banyak situs sosial media dan situs social bookmarking juga dipergunakan sebagai sarana viral marketing. Many social news sites and social bookmarking sites also lead to secondary citations.

XML : 

Kependekan dari Extensible Markup Language, yaitu sebuah format teks sederhana dan sangat fleksibel yang diturunkan dari SGML, dan digunakan untuk memudahkan sindikasi informasi dengan menggunakan teknologi RSS. 
Sumber : rtikbojonegoro.or.id

RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}