.

Gempa Bumi berskala 6,4 skala Richter yang mengguncang Aceh pada 7 Desember 2016 yang berpusat Kab.Pidie Jaya pusat gempa terletak pada 5,24 lintang utara dan 96,24 bujur timur, pada jarak 106 kilometer arah tenggara kota Banda Aceh, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa tidak memicu tsunami, gempa yang terjadi selama kira-kira 15 detik ini membuat masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah.

kerusakan akibat gempa

Kerugian akibat bencana alam gempa di Pidie Jaya berdasarkan informasi yang didapat dari Humas Pemerintah Aceh hingga 09 Desember 2016, Korban meninggal Dunia 100 Jiwa (terindifikasi 92 jiwa) luka-luka 666 jiwa, penggunsi 10.301 Jiwa (12 titik)

kerusakan akibat gempa

Kerusakan infrasrtuktur meliputi mesjid 58 unit, meunasah/surau 88 unit, rumah 11.378 unit, ruko 108 unit, Kantor keuchik 5 unit, jalan lingkungan 14.800 meter, kantor pemerintahan 4 unit dan sekolah 33 unit, untuk detailnya dapat di lihat pada gambar di bawah ini.
Posko RTIK Aceh dan Komunitas

Untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Kab. Pidie Jaya dan sekitarnya Relawan Tenologi Informasi dan Komunikasi Aceh berkerja sama dengan beberapa lembaga dan komonitas membuka posko “ Peduli Gampa Bumi Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen”

Jika anda ingin memberikan bantuan dalam bentuk barang dapat mengunjungi posko di Alamat Bereh Clothing & Apparel Jl.Rama Setia No.44 Lampaseh Banda Aceh (Cp – 0812 6904 152) Radio Rumoh PMI Banda Aceh Jl.Nyak Adam Kamil Ateuk Meujeng Baiturrahman Banda Aceh, 23116 (Cp 0811 6807 676) dan Kantor Indosat Jl. T.Nyak Arif, Lamnyong Banda Aceh (Cp – 0852 6068 2582).

Posko RTIK Aceh dan Komunitas
Posko RTIK Aceh dan Komunitas

Pemerintah Kabupaten Pidie untuk pertama kalinya meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Aceh setelah melakukan berbagai upaya dan kerja sama dengan semua pihak (SKPK) terhadap pengelolaan administrasi keuangan daerah dan penataan administrasi barang milik daerah pada masing-masing SKPK sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pemkab Pidie Raih Opini WTP Pertama Kali dari BPK
Pemkab Pidie Raih Opini WTP Pertama Kali dari BPK

Opini WTP adalah predikat tertinggi yang diberikan oleh BPK kepada pemerintah daerah terhadap keberhasilan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Penyerahan predikat WTP dilakukan oleh Ketua BPK RI Perwakilan Provinsi Aceh Maman Abdul Rachman diterima langsung oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, didampingi oleh Wakil Bupati M. Iriawan, SE dan Sekda Pidie di Kantor BPKP Aceh. Senin 19 September 2016

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah mengatakan, indikator pemerintahan yang baik adalah adanya satu tekad untuk bersama-sama membangun daerah dengan konsep dan pelaksanaan yang terarah, terukur, transparansi dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Keberhasilan ini memperoleh predikat WTP berkat dukungan semua pihak dan masyarakat Pidie tentunya,” kata Sarjani.

Lebih lanjut Bupati Pidie menyampaikan, bahwa untuk mendapatkan predikat WTP tersebut tidaklah mudah karena adanya persyaratan yang harus dipenuhi serta diperhatikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2006 yang telah beberapa kali diubah dan terakhir yaitu Permendagri Nomor 21 tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 64 tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah serta aturan lainnya yang terkait.

“Kami berharap, penilaian WTP tidak menjadi tujuan akhir dan hal yang lebih penting adalah mempertahankan predikat WTP sehingga tujuan pemerintah tercapai yaitu menciptakan Good Governance dan Good Goverment,” ujarnya.

Sumber : pidiekab.go.id

WWW.RTIKPIDIE.OR.ID - JAKARTA, Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menekankan pentingnya teknologi informasi dalam menciptakan ruang penguatan partisipasi publik. Melalui teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat bisa berperan lebih aktif dalam mengawal proses pembangunan, mulai pembuatan kebijakan sampai monitoring pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Teknologi Informasi untuk Penguatan Partisipasi Publik
Teknologi Informasi untuk Penguatan Partisipasi Publik


“Fasilitas atau saluran yang disediakan pemerintah seperti lapor.go.id adalah sarana yang sangat bermanfaat,” jelas Eko.

Hal itu disampaikan Eko pada seminar Festival Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) di Yogyakarta, 16-17 September 2016, yang digelar oleh Kominfo dan didukung KSP. Eko menjadi salah satu pembicara dalam seminar bertajuk, ‘Peran Masyarakat dalam Pembangunan dan Otonomi Daerah’. Pembicara lain dalam seminar itu adalah Budiman Sudjatmiko, anggota DPR RI dan Syafri Yuzal dari perusahaan yang bergerak di bidang jasa e-money.

Poin penting lain yang disampaikan Eko adalah tentang kebijakan-kebijakan dan program di era pemerintahan Presiden Jokowi yang berpihak pada hak rakyat untuk mendapatkan informasi melalui berbagai platform teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam kaitan dengan otonomi desa, Eko mengatakan bahwa saat ini, dengan adanya Undang-undang Desa tahun 2014, desa memiliki ruang yang besar untuk membangun kemandirian sesuai dengan semangat pembangunan Presiden Jokowi yang memprioritaskan membangun dari pinggiran dan desa-desa.

Senada dengan apa yang disampaikan Eko, Budiman Sudjatmiko menjelaskan potensi besar dan kekuatan yang dimiliki setiap desa di Indonesia dalam rangka memajukan bangsa dan negara. Sementara Syafri Yuzal menambahkan kelebihan e-money sebagai pengganti transaksi tunai, antara lain membantu pencegahan korupsi.

Selain Eko Sulistyo, dua tenaga ahli dari Kedeputian I KSP, Gibran Sesunan dan Robert juga hadir sebagai pembicara dalam seminar lanjutan yang bertajuk “Pemerintahan Terbuka dan Partisipasi Publik”. Dalam seminar ini, Gibran dan Robert menjelaskan secara lebih terinci tentang hal-hal teknis terkait peran dan fungsi dari lapor.go.id yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah pertanyaan dari peserta seminar terfokus pada aspek keamanan diri pelapor yang ingin melapor melalui situs lapor.go.id. “Keamanan pelapor sudah dijamin oleh undang-undang tentang informasi publik dan tersedia fasilitas untuk pelapor yang ingin menyampaikan suatu kasus secara anonim,” jelas Gibran. Sementara Robert menyampaikan agar masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan data apapun.

Sumber : Ksp.go.id

WWW.RTIKPIDIE.OR.ID - Festival Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi atau Destika merupakan ajang kolaborasi yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Tahun ini penyelenggaraannya di Danau Sentani, Kalkote, Jayapura, Papua.




Kemenkominfo sendiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk mengadakan acara tersebut. Dana itu untuk mobilisasi pemateri seminar dan workshop, serta konsumsi kegiatan.

Tak cuma dari pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Jayapura juga menggelontorkan dana dalam jumlah yang tak diungkap. Menurut Kepala Seksi Penerapan Teknologi dan Infrastruktur Dirjen Aptika Kemenkominfo, Aris Kurniawan, anggaran sengaja dibagi dua.

“Kami ingin Pemda punya rasa memiliki atas acara ini,” kata Aris kepada KompasTekno, Selasa (27/9/2016).

Selain dana pemerintah, ada juga beberapa sponsor yang dilibatkan. Tak melulu dalam bentuk duit, tapi juga penyediaan operasional, semisal penyediaan titik WiFi di lokasi penyelenggaraan.

Dana yang dianggarkan ini diharapkan tak semata-mata habis untuk sebuah ajang seremonial. Festival Destika diproyeksikan menjadi stimulus bagi Kepala Daerah untuk meningkatkan penerapan teknologi dalam membangun daerah dari berbagai sektor (kesehatan, pendidikan, birokrasi, ekonomi, dll).

Ini merupakan kali keempat Festival Destika digelar. Kali ini venue acara di Danau Sentani, Jayapura, Papua, mulai Rabu (28/9/2016) hingga Jumat (30/9/2016). Sebelumnya, acara ini pernah dibuat di Melung, Majalengka, dan Belitung Timur.

Terbukti Berdampak Positif

Aris mengklaim Festival Destika yang sudah-sudah terbukti berdampak besar bagi pembangunan desa. Di Melung yang terletak di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, kini sudah dibenamkan jaringan WiFi di seluruh desa.

“Lewat situs desa, masyarakat Melung bisa jual produk lokal. Yang paling banyak dari pelestarian tanaman organik”‘ ia menjelaskan.

Kesuksesan serupa juga terjadi di Majalengka dan Belitung Timur. Majalengka disebut sebagai daerah yang paling aktif untuk pembelajaran TIK. Sementara Belitung Timur dikatakan sudah punya sistem penghitungan kependudukan real-time sehingga distribusi raskin semakin tepat sasaran.

Aris bercerita bahwa Festival Destika awalnya tak punya anggaran, melainkan cuma inisiatif masyarakat daerah untuk saling berbagi ilmu. Lalu antusiasmenya ternyata besar dan dampaknya positif, makanya dibikin rutin tiap tahun.

Tak kurang dari 1.000 peserta dari perwakilan desa dari seluruh Indonesia, Kemenkominfo, developer, startup, dan Pemda bakal berkumpul untuk saling berbagi ilmu soal pemanfaatan teknologi. (dilansir dari KompasTekno, Selasa 27/9/2016)

Hal senada juga diutarakan Kades Tanjungsari Kec.Sukahaji melalui akun facebooknya beberapa hari lalu, saat ini warganya sedang merakasan dampak positif yang sangat besar setelah diadakan DesTIKa tahun 2014.

Kami Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pidie sangat mengharapkan acara event Nasional DesTIKa 5 2017 di gelar di Kabupaten Pidie, Relawan TIK siap membantu pemerintah untuk mensukseskan acara, maka untuk digelar DesTIKa di Pidie kuncinya ada pada Pemkab yaitu kesiapan Pemkab Pidie. [ ]

WWW.RTIKPIDIE.OR.ID - Festival Desa TIK DesTIKa yang baru saja di gelar pada digelar pada 28-30 September 2016 Di Kampung Kalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Pemerintah Kabupaten Jayapura sebagai tuan rumah telah mempersiapkan semua kebutuhan dengan didukung oleh Kantor Staf Presiden, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan juga pemangku kepentingan di bidang Telekomunikasi dan Komunikasi terutama untuk kawasan perdesaan. Acara Festival DesTIKa ini diperkirakan akan dihadiri oleh 2.000 peserta dari 9 Provinsi di Indonesia yang kesemuanya akan bersinergi dalam upaya memberdayakan Desa melalui pemanfaatan TIK.
 
DesTIK4 Papua
DesTIK4 Papua

Direktur Pemberdayaan Informatika, Septriana Tangkary menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan Festival DesTIKa di tahun ke 4 ini, tema yang diambil adalah “Tong Pu Kampung Bersuara untuk Indonesia”. Adanya satu harapan besar dimana seluruh kampung di Papua mampu menyuarakan aspirasi, mengelola dan mempromosikan potensi kampung serta meningkatkan tata kelola pemerintahan dengan tolak ukur peningkatan layanan publik kepada warga.

Satu hal utama yang dijadikan topik utama adalah meningkatnya kemampuan kampung untuk memberdayakan potensi desanya untuk kesejahteraan warganya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Antar Desa (BUMADES). Untuk mencapai semua tujuan tersebut maka peran serta pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi menjadi sangat relevan. Teknologi akan membuka pasar yang lebih luas dan memotong rantai distribusi. Potensi ini harus ditangkap secara jeli oleh para pengelola BUMDES dan BUMADES sebagai peluang untuk membesarkan BUMDES maupun BUMADES yang telah dimiliki.

Kegiatan Festival DesTIKa yang intinya merupakan rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas SDM TIK Desa, diharapkan mampu untuk menjadi ajang berbagi ilmu pengetahuan dan keterampilan serta praktek terbaik pemanfaatan TIK dari seluruh Desa dan Kampung di Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kampung-kampung di Papua juga mampu belajar bersama dan melakukan proses replikasi dari keberhasilan kampung lainnya sehingga lima tahapan pembangunan desa yaitu Desa bersuara, Desa mandiri teknologi, Desa pelayan publik, Desa kelola sumber daya dan Desa mandiri dan berdaulat dapat diwujudkan.

Dengan bangkitnya ekonomi kampung secara otomatis akan banyak permasalahan bangsa yang dapat diselesaikan, dengan peningkatan ekonomi kampung diharapkan migrasi penduduk dapat ditekan, pembangunan akan dapat lebih merata, serta berkurangnya kesenjangan antara pembangunan di perdesaan dan perkotaan.

Satu hal yang menarik dari pelaksanaan Festival DesTIKa ke-4 di Kabupaten Jayapura adalah peluncuran aplikasi Sistem Informasi Kampung Papua (SIKAP). Aplikasi ini merupakan kontribusi dari Relawan TIK yang mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Kominfo.

Aplikasi ini mempunyai kelebihan bisa disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing Kabupaten dengan fitur utama seperti kependudukan, administrasi dan pengelolaan keuangan kampung. Aplikasi ini memungkinkan proses pelayanan administrasi warga dapat dilakukan dalam waktu hitungan menit, dan yang paling utama dari aplikasi ini adalah penggunaannya yang sangat user friendly. Aplikasi ini dapat berjalan secara online maupun offline berbasis desktop. Hal ini sangat berguna dimana belum semua Desa atau kampung di Indonesia sudah memiliki jaringan internet. (PS)


Lantaran dipandang menjadi lahan penyebaran konten pornografi dan kekerasan, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta pemerintah memblokir layanan mesin pencari Gogole dan situs video sharing YouTube.

Ketua Pelaksana Harian Detiknas, Ilham Akbar Habibie
Ketua Pelaksana Harian Detiknas, Ilham Akbar Habibie (Sumber : Kompas.com)


“Situs ini telah secara bebas untuk menebarkan konten-konten pornografi dan kekerasan tanpa ada kontrol sedikitpun. Google dan YouTube telah memberikan dampak negtif bagi Indonesia,” ujar Sekjen ICMI Jafar Hafsah.

Namun, di lingkup internal ICMI sendiri, rupanya tak semua orang sependapat dengan usulan tesebut. Wakil Ketua Umum ICMI Bidang Iptek, Inovasi, dan Kewirausahaan, Ilham Akbar Habibie, justru memandang bahwa Google dan YouTube sebenarnya tak perlu diblokir.

Dia beralasan bahwa kedua layanan search dan video sharing yang sama-sama bernaung di bawah Google itu telah bersikap kooperatif dengan pemerintah dalam menyensor konten pornografi dan kekerasan. 

Ilham juga menyebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga memiliki inisiatif Trust Positif (Internet Sehat dan Aman) untuk menyaring konten negatif yang beredar di internet. 

Dia menilai program ini cukup berhasil memblokir berbagai situs berbau pornografi dan kekerasan supaya tidak dikonsumsi masyarakat Indonesia.

“Di lain pihak, manfaat Google dan YouTube lebih besar daripada mudaratnya. Banyak konten yang dapat diperoleh melalui kedua situs itu bagus,” kata Ilham ketika dihubungi oleh KompasTekno, Rabu (8/6/2016).

Ketimbang memblokir, Ilham mengatakan akan lebih baik jika ada aksi pendidikan yang secara konsisten dan berkesinambungan mendidik masyarakat mengenai manfaat dan mudarat dari pemakaian internet, termasuk Google dan YouTube. 

Untuk saat ini Ilham mengatakan bahwa ICMI belum menyampaikan rekomendasi soal pemblokiran Google dan YouTube ke Kemenkominfo. “Saya kira sebelum ada tindak lanjut atas pernyataan Sekjen ICMI (Jafar Hafsah) kemarin, akan ada pembahasan internal dulu,” ujarnya.

Tak mungkin blokir

Dari pemerintah, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu mengegaskan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan pemblokiran Google dan YouTube karena bertentangan dengan prinsip negara demokrasi yang menjamin kebebasan informasi.

“Sebagai negara demokrasi, kami tidak mungkin memblokir situsnya. UUD 1945 Pasal 28 F kan menjamin kebebasan orang untuk mencari informasi. Kami menghormati hal itu,” terangnya saat dihubungi KompasTekno melalui telepon, Rabu (8/6/2016).

“Kalau soal pornografi, ada Undang-undang No. 44 tahun 2008 yang menaungi. Tapi yang kami blokir itu kontennya, bukan situs Google atau YouTube-nya,” imbuh Ismail. 

Google atau YouTube dalam hal ini merupakan alat untuk mencari informasi, bisa berupa hal positif ataupun negatif. Tindakan yang bisa dilakukan adalah meminimalisir konten negatif di dalam alat pencari tersebut, bulan memblokir aksesnya.

Selain itu, Kemenkominfo kini tengah menggodok Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Penyediaan layanan Aplikasi dan/ atau Konten Melalui Internet, yang disebut juga sebagai (RPM) OTT.

Salah satu bagian dari peraturan tersebut, dalam naskah yang belum dibakukan, menyebut bahwa penyedia mesti memastikan layanannya bersih dari konten pornografi serta kekerasan. 

Saat peraturan yang sedang digodok itu rampung, maka mau tidak mau semua layanan mesti membersihkan diri dari konten negatif tersebut.

Kompas.com

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta pemerintah memblokir layanan mesin pencari Google dan YouTube. Alasannya, kedua layanan tersebut jadi lahan penyebaran konten pornografi dan kekerasan.

internet



Lebih lanjut lagi, organisasi cendekiawan itu menyebutkan bahwa rata-rata pelaku kekerasan seksual memakai Google dan YouTube sebagai alat pencari inspirasi. Inspirasi yang dimaksud berupa konten porno dan rangsangan seksual.



Permintaan pemblokiran Google dan YouTube oleh ICMI ini diperkuat oleh kondisi belakangan ini. Hampir semua pelaku pornografi dan kejahatan seksual mengaku mendapatkan rangsangan dan inspirasi dari tayangan porno yang bersumber dari mesin pencari Google dan YouTube yang mudah diakses, baik melalui komputer maupun telepon genggam.



“Situs ini telah secara bebas untuk menebarkan konten-konten pornografi dan kekerasan tanpa kontrol sedikit pun. Google dan Youtube telah memberikan dampak negatif bagi Indonesia," ujar Sekjen ICMI Jafar Hafsah, seperti dikutip KompasTekno dari Tribun News, Selasa (7/6/2016).



“Jika YouTube dan Google menolak untuk mengontrol situs mereka, di mana situs tersebut merilis (konten), mereka layak untuk diblokir. Jutaan konten pornografi dan kekerasan ada di situs tersebut," imbuhnya.



ICMI juga melakukan penelusuran pada kedua layanan over the top(OTT) asing itu. Hasilnya mengungkap bahwa Indonesia merupakan negara pengakses pornografi terbesar kedua berdasarkan data dari rentang 2010-2016.



Kata kunci yang paling banyak dicari di YouTube dan Google, menurut ICMI, rata-rata berkaitan dengan konten pornografi. Sementara kata kunci terkait konten pendidikan, ekonomi, agama, dan sosial politik cenderung lebih sedikit.



Hal lain yang menjadi pertimbangan rekomendasi penutupan, menurut ICMI, adalah soal pajak. Google disebut telah mendapat banyak keuntungan dari Indonesia, tetapi tidak membayar pajak sepeser pun.



Selain meminta negara untuk bertindak tegas pada kedua layanan OTT itu, ICMI pun menyerukan agar Indonesia segera merdeka dari jajahan mesin pencari dan media sosial asing. Mesti ada layanan pengganti yang merupakan buatan dalam negeri agar konten lebih terjaga.



“Saya yakin, inovator Indonesia mampu membuat mesin pencari, seperti Google dan YouTube yang lebih baik. Tentu dengan dukungan pemerintah," pungkas Jafar.




Untuk diketahui, saat ini pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Menteri tentang Penyediaan Layanan Aplikasi dan/atau Konten Melalui Internet. Dengan kata lain, aturan itu bakal menaungi operasional Google serta layanan sejenis.


Naskah tersebut masih berupa rancangan yang belum dibakukan. Namun, salah satu bagiannya telah menyebutkan soal larangan terhadap konten bernuansa pornografi serta kekerasan.

Kompas.com

Tantangannya - Media berita memberi kesan bahwa Internet adalah sarangnya cyberbullies, pemangsa seksual, dan pencuri identitas. Anda tentu khawatir, dan itu wajar karena anak remaja Anda sering main Internet dan tampaknya ia tidak menyadari bahayanya. Anda bisa mengajar anak Anda cara aman berinternet. Tapi sebelumnya, pertimbangkan beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang dunia maya.

Internet
Yang Perlu Anda Ketahui - Remaja bisa mengakses Internet lewat perangkat mobile. Aturan untuk menggunakan komputer hanya di ruang keluarga memang bermanfaat. Tapi, karena tablet dan ponsel bisa terhubung ke Internet, kini anak Anda bisa menjelajahi dunia maya kapan pun dan di mana pun, tanpa pengawasan Anda.


Internet Sehat, RTIK Aceh

Salah satu langkah antisipasi untuk menangkal materi negatif tersebut adalah dengan menginstal software pengaman di komputer kita. Yang harus diingat adalah, berbagai macam software  yang tersedia tidaklah menggantikan tidaklah peran orang-tua, guru ataupun komunitas dalam memberikan keamanan dan kenyamanan anak kita selema berselancar di internet. Software hanyalah alat bantu, yang tidak bisa menjamin 100% menghalau materi negatif dari lnrernet. Secara umum, software pengaman tersebut tersebut terdiri atas:

K9 Web Protection



Software Parental (Filter, Monitor dan Penjadwalan) 
Software ini untuk mencegah anak sengaja atau tidak sengaja membukan dan/atau melihat berbagai gambar yang tak Iayak (pornografi, sadisme, dan sebagainya) yang terdapat di situs Internet. Sofware ini juga akan memudahkan orang tua ataupun pengasuh untuk memonitor aktifitas anak selama online dengan berbagai variasi metode pengawasan. Fungsi lain dari software ini adalah untuk membatasi jumlah/durasi waktu anak dalam menggunakan intenet. Termasuk untuk pengaturan hari dan jam tertentu sehingga computer dapat atau tidak dapat digunakan oleh anak untuk berinternet. Contoh software :K9 Web Protection (www.k9webprotection.com)

Software Browser Anak
Sofware browser adalah yang menjadi perantara untama antara internet dengan komputer yang digunakan. Browser anak secara umum telah dirancang untuk semaksimal mungkin menyaring berbagai situs, gambar dan teks yang tak layak diterima anak. Browser anak digunakan oleh anak. Contoh software Kid Rocket (www.kidrocket.org)

Kid Rocket

Software Anti Virus
Software untuk mencegah agar program jahat pperusak data semisal virus, warm dan trojan, horse bercokol dan berkembang biak di komputer kita. Contoh Software : AVG anti virus (www.grisoft.com)

Beberapa contoh software di atas memiliki versi berlinsensi freeware (gratis dan bebas digunakan bagi pengguna individu ataupun non profit) ataupun shareware  (gratis dan gratis digunakan dalam periode waktu tertentu).

DNS Nawala
Kalau Anda telah memutuskan ingin memblokir/memfilter (selt-censorship) komputer sekolah, warnet, kantor dan rumah, maka gunakanlah DNS Nawala Project (www.nawala.org). Nawala Project adalah sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif.

 DNS Nawala Project

Internet Sehat.

Bismillahirrahmanirrahim, Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan. Selanat datang bulan Ramadhan.

Marhaban Ya Ramadhan


Bulan  Ramadhan adalah bulan suci bagi ummat Islam yang mana merupakan sebuah bulan penuh dengan Berkah dan Rahmat serta MagfirahNya dan bulan yang dinanti-nanti oleh Kaum Muslimin di penjuru dunia. Sungguh terharu sekali ketika bulan ini menjelang datang. maka seluruh ummat berlomba-lomba berbuat kebaikan sebagai bekal di akhirat nantik.

Seperti Firman Allah dalam surat Al- Baqarah Ayat 185 yang artinya "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

Kami  segenap Relawan TIK Indonesia Pengurus Cabang Kabupaten Pidie mengucupakan Marhaban Ya Ramadhan, Selamai tunaikan Ibadah Puasa dan tetap manfaatkan TIK secara cerdas tanpa menggagu nilai ibadah, jadikan ibadah pusa sebagai gerbang amalan dalam pemanfaatan teknologi yang bermanfaat untuk Agama dan Negara.

RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}