.


RTIKPIDIE.OR.ID - Inisiatif layanan Satu Data Desa terus bergulir. Sebagian besar pemerintah desa menyambut baik dan menyatakan dukungan pada gagasan itu. Layanan Satu Data Desa akan menyinergikan kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. Bila data mudah diakses maka publik dapat mempergunakannya kembali untuk melahirkan kerja kolaborasi dan inovasi.

Layanan Satu Data


Yossy Suparyo, Direktur Gedhe Foundation, menjelaskan Satu Data Desa merupakan layanan data terbuka (open data) sehingga publik dapat mengakses data yang tersedia, mempergunakan kembali, dan mendistribusikan ulang pada publik. Prinsip data terbuka akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui data pemerintahan secara transparan. Dampaknya akan terbangun sinergi antara Pemerintah sebagai penyedia data dan masyarakat sebagai penggunanya.

“Data bisa diunduh dan berbentuk format terbuka, seperti format csv, xls, xml, maupun JSON, supaya publik bisa membaca dan mempergunakannya kembali data yang dibutuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk mengembangkan Layanan Satu Data Desa, Yossy menyarankan tiga prinsip yang harus diperhatikan, yaitu satu standar data, satu metadata baku, dan satu portal data.

“Penggunaan teknologi web-based memungkinkan data dapat diakses oleh internal instansi pemerintah, antarinstansi pemerintah, dan publik sekaligus,” lanjutnya.

Manfaat Satu Data dan Data Terbuka

Kantor Staf Presiden (KSP) melalui rilis di Satu Data Indonesia menjelaskan ada enam manfaat layanan Satu Data dan Data Terbuka.

Pertama, meningkatkan kualitas kebijakan pemerintah. Data merupakan komponen penting dalam pengambilan keputusan. Layanan Satu Data akan meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kesahihan pengelolaan data pemerintah. Asupan data yang sahih akan menciptakan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran dan tepat guna.

Kedua, memperbaiki alur koordinasi data pemerintah. Melalui Satu Data, data standar dan metadata baku yang diterapkan pada setiap lembaga pemerintah. Hal itu dapat memperbaiki alur koordinasi dan interoperabilitas data antarinstansi.

Ketiga, meningkatkan akuntabilitas badan publik. Satu Data mendukung pengawasan publik terhadap pemerintah dan membantu mengurangi tindakan korupsi dengan memperluas tradisi transparan. Data terbuka memudahkan proses pemantauan kegiatan pemerintah, seperti pengeluaran anggaran publik dan dampak yang dihasilkan dari anggaran tersebut.

Keempat, peningkatan layanan publik. Satu Data memberikan akses kepada masyarakat untuk menggunakan data sesuai dengan kebutuhannya dan berkontribusi pada peningkatan pelayanan publik. Masyarakat dapat menggunakan data terbuka untuk memberikan umpan balik terhadap kualitas layanan dari instansi pemerintah.

Kelima, inovasi dan nilai ekonomi. Data publik adalah sumber utama untuk inovasi sosial dan pertumbuhan ekonomi. Satu Data memberikan peluang kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dalam mengevaluasi dan berinovasi untuk peningkatan pelayanan publik.

Keenam, efisiensi. Satu Data memudahkan pemerintah untuk menggali serta mengakses data pribadi dan data kementerian lain. Hal ini dapat mencegah terjadinya pengulangan dataset dan mengurangi biaya akuisisi data. Data terbuka juga dapat memfasilitasi masyarakat untuk mengawasi dataset pemerintah dan membantu meningkatkan akurasi dataset.


RTIKPIDIE.OR.ID - Perkembangan teknologi telah membawa banyak perubahan, Bayangkan, dulu kalau mau mengirim pesan / foto kita harus memakai lewat kantor pos. Pesan tersebut baru akan sampai ke tangan si penerima setelah beberapa hari. Mau mencari literature atau bahan-bahan tugas sekolah, kita harus pergi ke perpustakaan, membuka satu persatu halaman buku yang tersedia di sana. Mau membuat laporan, kita harus rela jari-jari pegal karena harus mengetik di atas mesin tik yang keras.

 Internet
 Internet


Sekarang, berkat bantuan teknologi dan internet semua pekerjaan itu ringan, Tak perlu menunggu berhari-hari, pesan/foto yang kita kirim bisa sampai ke penerimnya hanya dalam hitungan detik lewat email atau SMS. Untuk mencari tugas sekolah, literature dengan pencari (search engine). Jari kita pun tak perlu lagi pegal karena komputer telah membantu mempermudah pekerjaan kita.

Kasus-kasus pornografi dan penculikan anak lewat facebook memang sempat membuat masyarakat beranggapan bahwa internet itu bahaya. Tidak sedikit orangtua yang mencap internet sebagai “barang” telarang yang harus dijahui anak-anak mereka. Apalagi beredarnya video porno artis yang sempat membuat heboh, membuat cerita semakin negatif. Padahal, anggapan internet sebagai monok yang menakutkan dan harus dijauhi seperti itu salah, computer dan internet justru memberikan kita banyak kemudahan yang tidak bisa kita dapat melalui aplikasi lainya.

Sumber : Internet Sehat ICT Watch


RTIKPIDIE.OR.ID - Tahuah Anda, salahsatu topik yang ramai pengunjung di dunia maya alias internet adalah mengenai tips and trik membangun usaha. Ya, ada ratusan bahkan ribuan website yang bisa memberikan kita paparan mengenai ide-ide kreatif yang bisa dikembangkan menjadi usaha di wilayah desa. Bagaimana caranya?

Lagi Cari Usaha Desa di Internet

Mudah saja, Anda tinggal buka mesin pencari Google dan tuliskan apa yang Anda cari. Misalnya ‘peluang usaha modal kecil’, maka dalam sekejab bakal berderet-deret website yang menawarkan beragam informasi mengenai usaha apa saja yang bisa dibangun dengan modal tak seberapa tetapi bisa menghasilkan laba raksasa.

Ada begtu banyak informasi seperti ini dan Anda tinggal memilih saja mana yang paling cocok dengan situasi Anda. Bahkan misalnya, Anda bisa menciptakan aneka aksesoris dengan memanfaatkan kayu-kayu terbuang dari para tukang kayu di desa Anda menjadi produk bernilai jutaan, membuat boneka dari kaus kaki dan banyak lagi. Masalahnya adalah bagaimana memasarkan produk-produk seperti itu?

Maka Anda harus pintar memilih mana ide kreatif usaha yang sesuai dengan minat dan potensi yang Anda miliki. Jika Anda seorang tukang kayu yang terbiasa membuat perkakas rumah tangga seperti meja, kursi, almari dan lain-lain, melalui internet Anda bisa mendapatkan banyak inspirasi disain melalui internet lengkap dengan cara membuatnya. Untuk jenis informasi seperti ini Anda bisa membuka www.youtube.com yang menyajikan videonya itu. Dengan cara itu Anda bakal bisa selalu menyajikan disain baru yang menawan bagi calon pembeli Anda.

Bagi Anda yang punya jiwa seni dan kreatif, Anda bisa memanfaatkan limbah kayu untuk menciptakan aneka suvenir dan aksesoris rumah mulai dari gantungan kunci unik hingga jam tangan kayu. Jangan salah, produk-produk berbahan murah meriah seperti ini bisa menghasilkan duit ratusan juta.

Nah, ada baiknya Anda juga mempelajari cara menjual melalui internet. Jangan kawatir, tak harus Anda pelajari sendiri soalnya bisa-bisa waktu Anda habis untuk memelototi layar komputer jika harus belajar sendiri. Maka sebaiknay menggandeng anak-anak muda desa yang kini juga sudah sangat akrab dengan teknologi digital ini. Minta mereka menggawangi urusan pemasaran melalui online dengan memanfaatkan sosial media, toko online, pasar online dan beragam lapak berdagang online yang kini jumlahnya bertebaran. Ini adalah cara menjual yang murah meriah karena hampir dari mereka semua tidak membutuhkan biaya untuk memajang produk kita ke dalam website jualan mereka.

Melalui internet bisnis kuliner juga bisa menjadi pilihan usaha yang berprospek besar. Soalnya, di internet banyak orang yang mencari sesuatu yang unik, baru dan khas. Sehingga beragam produk yang unik bakal mendapat perhatian lebih dari para pengguna teknologi di dunia maya. Seperti yang terjadi pada Ikan Kayu ala Chef Inong. Ini adalah produk makanan pedas berbagan utama daging ikan yang dikeringkan dengan cara dijemur berhari-hari hingga mirip serpihan kayu. Nah, melalui internet, makanan khas Aceh ini kini memincut lidah ribuan orang dari berbagai belahan Indonesia. Padahal, pembuatnya berdiam di Aceh sana. Tetapi mereka bisa menjual produk makanan buatan mereka ke seluruh Indonesia. Hebat bukan?

Nah, apa yang dicapai Ikan Kayu ala Cef Inong itu sangat mungkin dilakukan warga desa lain di Indonesia. Soalnya, setiap desa hampir pasti selalu punya jenis makanan khas yang tidak ada di desa lain. Itu adalah produk yang sangat mungkin dijual ke daerah lain jika dipasarkan melalui dunia maya. Jadi, tunggu apalagi, gandenglah anak muda desa dan berikan mereka tantangan untuk memasarkan produk desanya.(aryadji/berdesa)

Sumber : Berdesa.com


RTIKPIDIE.OR.ID - Berikut ini admin telah merangkukan 6 langkah berinternet di tengah keluarga yang dikutip dari buku Internet Sehat “Pedoman Ber-Internet yang Aman Nyaman dan Bertanggungjawab, mari berinternet sehat, internet sehat itu internet bernuasya syariah.

Pertama, jika di rumah kita ada anak di bawah umur, gunakan internet bersama dengan anggota keluarga lain yang lebih dewasa. Tempatkanlah komputer di ruang keluarga atau di tempat yang mudah diawasi oleh kita. Jika diperlukan, berilah penjadwalan/pembatasan waktu untuk anak dalam menggunakan internet.

Berinternet di Tengah Keluarga
Berinternet di Tengah Keluarga

Kedua, pelajari sarana komunikasi dan kandungan informasi yang ditawarkan oleh internet, secara bersama anggota keluarga yang lain. Ajukanlah pertanyaan kepada mereka. Dengan banyak bertanya, kita bisa menggali sejauh mana mereka memahami internet, juga tentang cara menggali informasi yang bermanfaat, sekaligus menjauhi informasi yang negatif.

Ketiga, berikanlah pengertian kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menanggapi/menjawab setiap email ataupun private chat dari orang yang tak dikenal, termasuk tidak membuka file kiriman (attachment) dari siapapun dan dalam bentuk apapun.

Keempat, pertegaslah kepada siapapun yang menggunakan internet di rumah kita untuk tidak memberikan data pribadi/keluarga, alamat rumah/sekolah, nomor telepon, tanggal lahir, password dan data diri lainya kepada orang yang tak dikenal, apapun saat mengisi informasi data diri di situs personal, blog ataupun situs lainya di internet semisal Friendster.com, MySpace.com ataupun Facebook.com.

Kelima, mintalah kepada anak di bawah umur segera meninggalkan situs yag tidak pantas atau yang membuat mereka tidak nyaman, baik disengaja ataupun tidak sengaja terbuka. Bujuklah agar mereka terbiasa bercerita kepada kita tentang segala sesuatu yang mereka temui di Internet.

Keenam, tegaskan kepada anak maupun remaja di rumah kita untuk tidak gegabah merencanakan pertemuan langsung (face to face) dengan seseorang yang baru mereka kenal di Internet. Jika memang mereka bersikeras untuk tetap bertemu, maka harus dipastikan ada orang dewasa yang menemani dan pertemuannya harus berlangsung ditempat umum/publik.

#InternetSehat #InternetBernuansyaSyariah #InternetBaik #InternetPositif

WWW.RTIKPIDIE.OR.ID - Di jaman serba digital ini mengharuskan semua sistem sebisa mungkin turut serta dalam arus digitalisasi. Itulah sebabnya masyarakat desa pun harus masuk ke Desa Go Online. Desa Go Online tidak hanya akan menciptakan efektivitas dan efisiensi kerja melainkan juga bakal membuka pintu pengetahuan luas bagi warganya.

Traning Pengelolaan Website Gampong Cot Baroh
Traning Pengelolaan Website Gampong Cot Baroh

Desa Go Online berarti sebuah cara yang dilakukan desa untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemrintahan desanya dengan basis teknologi digital. Salahsatunya dengan membangun Sistem Informasi Desa (SID) berbasis aplikasi digital. Ada beragam fungsi yang bakal didapatkan desa berkaitan dengan penyelenggaraan layanan publik dengan memanfaatkan sistem ini.

Digunakannya SID akan membuat setiap warga desa dengan mudah mengenali desanya berkat kelengkapan data yang bisa mereka akses setiap saat. SID juga snagat pintar melayani warga desa yang ingin mengurus beragam perkara administrasi desa mulai dari mengurus surat pindah dan meminta surat keterangan ini-itu. Seluruh proses itu bakal bisa dijalankan dengan waktu yang sangat cepat.

SID juga sangat memungkinkan setiap warga memahami potensi desanya sehingga mendorong kreativitas kewirusahaan. Misalnya, warga menjadi tahu berapa jumlah warga dewasa dengan rentang usia tertentu, sehingga mereka menjadi tahu berapa jumlah konsumen yang dibidik produk yang diolahnya jika itu menyangkut UKM penyedia produk makanan misalnya.

Warga juga bisa mengakses informasi mengenai kegiatan atau proses kepememerintahan desa hingga masalah detail penggunaan dana desa dengan cara yang transparan. Maka, digitalisasi turut pula mendorong pemberantasan penyakit korupsi karena desa bakal memasuki pola transparan dan akuntabel.

Di lain sisi, pemanfaatan sistem digital akan menciptakan perubahan pola sistem pengetahuan pada warga desa. Kebiasaan warga menjalankan beraga proses konvensional dalam kepengurusan adminitrasi desa akan membuat mereka menjadi sadar betapa cepat dan praktisnya sistem digital ini. Mereka bisa mengurus berbagai kebutuhan administrasi melalui online yang bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Alhasil, tak perlu ada lagi cerita warga harus menghabiskan seharian duduk di balai desa hanya demi mengurus selembar surat keterangan tertentu.

Tetapi efek yang sesungguhnya paling penting adalah, begitu era digital memasuki kehidupan mereka sehari-hari, maka warga juga otomatis bakal mampu mengakses beragam informasi melalui online, hal yang selama ini masih belum terpikir oleh warga desa. Begitu mengenal internet, warga bisa belajar mengenai teknik memelihara kambing, ikan, budidaya bibit tanaman tertentu hingga melihat langsung bagaimana disain furniture yang unik bisa dibuat. Berbagai informasi ini sangat penting karena bakal mendongkrak pengetahuan dan kemampuan kreatif warga.

Digitalisasi dan internet juga bakal dengan cepat membuat warga desa memahami mudahnya membangun jaringan pasar dan kerjasama mengembangkan bisnis melalui toko online atau jaringan yang muncul berkat media sosial yang mereka gunakan.

Tetapi bukan tanpa resiko. Digitalisasi dan pemanfaatan internet juga bakal membawa dampak sosial dari isi yang negatif. Salahsatunya, karena mulai terbiasa mengurus berbagai kebutuhan administrasi melalui online, warga menjadi jarang bertemu satu sama lain. Kerenggangan hubungan sosial ini tentu saja memiliki pengaruh pada ikatan sosial yang selama berpuluh tahun telah tertanam pada warga.

Tetapi persoalannya, dunia digital adalah sebuah keniscayaan yang akan terus merangsek seluruh relung kehidupan tanpa ampun. Maka, mau tak mau perangkat desa dan warga pasti bakal bersentuhan dengan dunia digital di masa depan. Jadi, kenapa tidak dimulai dari sekarang? (aryadji/berdesa)

Sumber : berdesa.com

Gempa Bumi berskala 6,4 skala Richter yang mengguncang Aceh pada 7 Desember 2016 yang berpusat Kab.Pidie Jaya pusat gempa terletak pada 5,24 lintang utara dan 96,24 bujur timur, pada jarak 106 kilometer arah tenggara kota Banda Aceh, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa tidak memicu tsunami, gempa yang terjadi selama kira-kira 15 detik ini membuat masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah.

kerusakan akibat gempa

Kerugian akibat bencana alam gempa di Pidie Jaya berdasarkan informasi yang didapat dari Humas Pemerintah Aceh hingga 09 Desember 2016, Korban meninggal Dunia 100 Jiwa (terindifikasi 92 jiwa) luka-luka 666 jiwa, penggunsi 10.301 Jiwa (12 titik)

kerusakan akibat gempa

Kerusakan infrasrtuktur meliputi mesjid 58 unit, meunasah/surau 88 unit, rumah 11.378 unit, ruko 108 unit, Kantor keuchik 5 unit, jalan lingkungan 14.800 meter, kantor pemerintahan 4 unit dan sekolah 33 unit, untuk detailnya dapat di lihat pada gambar di bawah ini.
Posko RTIK Aceh dan Komunitas

Untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Kab. Pidie Jaya dan sekitarnya Relawan Tenologi Informasi dan Komunikasi Aceh berkerja sama dengan beberapa lembaga dan komonitas membuka posko “ Peduli Gampa Bumi Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen”

Jika anda ingin memberikan bantuan dalam bentuk barang dapat mengunjungi posko di Alamat Bereh Clothing & Apparel Jl.Rama Setia No.44 Lampaseh Banda Aceh (Cp – 0812 6904 152) Radio Rumoh PMI Banda Aceh Jl.Nyak Adam Kamil Ateuk Meujeng Baiturrahman Banda Aceh, 23116 (Cp 0811 6807 676) dan Kantor Indosat Jl. T.Nyak Arif, Lamnyong Banda Aceh (Cp – 0852 6068 2582).

Posko RTIK Aceh dan Komunitas
Posko RTIK Aceh dan Komunitas

Pemerintah Kabupaten Pidie untuk pertama kalinya meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Aceh setelah melakukan berbagai upaya dan kerja sama dengan semua pihak (SKPK) terhadap pengelolaan administrasi keuangan daerah dan penataan administrasi barang milik daerah pada masing-masing SKPK sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pemkab Pidie Raih Opini WTP Pertama Kali dari BPK
Pemkab Pidie Raih Opini WTP Pertama Kali dari BPK

Opini WTP adalah predikat tertinggi yang diberikan oleh BPK kepada pemerintah daerah terhadap keberhasilan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Penyerahan predikat WTP dilakukan oleh Ketua BPK RI Perwakilan Provinsi Aceh Maman Abdul Rachman diterima langsung oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, didampingi oleh Wakil Bupati M. Iriawan, SE dan Sekda Pidie di Kantor BPKP Aceh. Senin 19 September 2016

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah mengatakan, indikator pemerintahan yang baik adalah adanya satu tekad untuk bersama-sama membangun daerah dengan konsep dan pelaksanaan yang terarah, terukur, transparansi dan akuntabel sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Keberhasilan ini memperoleh predikat WTP berkat dukungan semua pihak dan masyarakat Pidie tentunya,” kata Sarjani.

Lebih lanjut Bupati Pidie menyampaikan, bahwa untuk mendapatkan predikat WTP tersebut tidaklah mudah karena adanya persyaratan yang harus dipenuhi serta diperhatikan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2006 yang telah beberapa kali diubah dan terakhir yaitu Permendagri Nomor 21 tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 64 tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual pada Pemerintah Daerah serta aturan lainnya yang terkait.

“Kami berharap, penilaian WTP tidak menjadi tujuan akhir dan hal yang lebih penting adalah mempertahankan predikat WTP sehingga tujuan pemerintah tercapai yaitu menciptakan Good Governance dan Good Goverment,” ujarnya.

Sumber : pidiekab.go.id

WWW.RTIKPIDIE.OR.ID - JAKARTA, Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menekankan pentingnya teknologi informasi dalam menciptakan ruang penguatan partisipasi publik. Melalui teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat bisa berperan lebih aktif dalam mengawal proses pembangunan, mulai pembuatan kebijakan sampai monitoring pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Teknologi Informasi untuk Penguatan Partisipasi Publik
Teknologi Informasi untuk Penguatan Partisipasi Publik


“Fasilitas atau saluran yang disediakan pemerintah seperti lapor.go.id adalah sarana yang sangat bermanfaat,” jelas Eko.

Hal itu disampaikan Eko pada seminar Festival Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) di Yogyakarta, 16-17 September 2016, yang digelar oleh Kominfo dan didukung KSP. Eko menjadi salah satu pembicara dalam seminar bertajuk, ‘Peran Masyarakat dalam Pembangunan dan Otonomi Daerah’. Pembicara lain dalam seminar itu adalah Budiman Sudjatmiko, anggota DPR RI dan Syafri Yuzal dari perusahaan yang bergerak di bidang jasa e-money.

Poin penting lain yang disampaikan Eko adalah tentang kebijakan-kebijakan dan program di era pemerintahan Presiden Jokowi yang berpihak pada hak rakyat untuk mendapatkan informasi melalui berbagai platform teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam kaitan dengan otonomi desa, Eko mengatakan bahwa saat ini, dengan adanya Undang-undang Desa tahun 2014, desa memiliki ruang yang besar untuk membangun kemandirian sesuai dengan semangat pembangunan Presiden Jokowi yang memprioritaskan membangun dari pinggiran dan desa-desa.

Senada dengan apa yang disampaikan Eko, Budiman Sudjatmiko menjelaskan potensi besar dan kekuatan yang dimiliki setiap desa di Indonesia dalam rangka memajukan bangsa dan negara. Sementara Syafri Yuzal menambahkan kelebihan e-money sebagai pengganti transaksi tunai, antara lain membantu pencegahan korupsi.

Selain Eko Sulistyo, dua tenaga ahli dari Kedeputian I KSP, Gibran Sesunan dan Robert juga hadir sebagai pembicara dalam seminar lanjutan yang bertajuk “Pemerintahan Terbuka dan Partisipasi Publik”. Dalam seminar ini, Gibran dan Robert menjelaskan secara lebih terinci tentang hal-hal teknis terkait peran dan fungsi dari lapor.go.id yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah pertanyaan dari peserta seminar terfokus pada aspek keamanan diri pelapor yang ingin melapor melalui situs lapor.go.id. “Keamanan pelapor sudah dijamin oleh undang-undang tentang informasi publik dan tersedia fasilitas untuk pelapor yang ingin menyampaikan suatu kasus secara anonim,” jelas Gibran. Sementara Robert menyampaikan agar masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan data apapun.

Sumber : Ksp.go.id

WWW.RTIKPIDIE.OR.ID - Festival Desa Teknologi Informasi dan Komunikasi atau Destika merupakan ajang kolaborasi yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Tahun ini penyelenggaraannya di Danau Sentani, Kalkote, Jayapura, Papua.




Kemenkominfo sendiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk mengadakan acara tersebut. Dana itu untuk mobilisasi pemateri seminar dan workshop, serta konsumsi kegiatan.

Tak cuma dari pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Jayapura juga menggelontorkan dana dalam jumlah yang tak diungkap. Menurut Kepala Seksi Penerapan Teknologi dan Infrastruktur Dirjen Aptika Kemenkominfo, Aris Kurniawan, anggaran sengaja dibagi dua.

“Kami ingin Pemda punya rasa memiliki atas acara ini,” kata Aris kepada KompasTekno, Selasa (27/9/2016).

Selain dana pemerintah, ada juga beberapa sponsor yang dilibatkan. Tak melulu dalam bentuk duit, tapi juga penyediaan operasional, semisal penyediaan titik WiFi di lokasi penyelenggaraan.

Dana yang dianggarkan ini diharapkan tak semata-mata habis untuk sebuah ajang seremonial. Festival Destika diproyeksikan menjadi stimulus bagi Kepala Daerah untuk meningkatkan penerapan teknologi dalam membangun daerah dari berbagai sektor (kesehatan, pendidikan, birokrasi, ekonomi, dll).

Ini merupakan kali keempat Festival Destika digelar. Kali ini venue acara di Danau Sentani, Jayapura, Papua, mulai Rabu (28/9/2016) hingga Jumat (30/9/2016). Sebelumnya, acara ini pernah dibuat di Melung, Majalengka, dan Belitung Timur.

Terbukti Berdampak Positif

Aris mengklaim Festival Destika yang sudah-sudah terbukti berdampak besar bagi pembangunan desa. Di Melung yang terletak di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, kini sudah dibenamkan jaringan WiFi di seluruh desa.

“Lewat situs desa, masyarakat Melung bisa jual produk lokal. Yang paling banyak dari pelestarian tanaman organik”‘ ia menjelaskan.

Kesuksesan serupa juga terjadi di Majalengka dan Belitung Timur. Majalengka disebut sebagai daerah yang paling aktif untuk pembelajaran TIK. Sementara Belitung Timur dikatakan sudah punya sistem penghitungan kependudukan real-time sehingga distribusi raskin semakin tepat sasaran.

Aris bercerita bahwa Festival Destika awalnya tak punya anggaran, melainkan cuma inisiatif masyarakat daerah untuk saling berbagi ilmu. Lalu antusiasmenya ternyata besar dan dampaknya positif, makanya dibikin rutin tiap tahun.

Tak kurang dari 1.000 peserta dari perwakilan desa dari seluruh Indonesia, Kemenkominfo, developer, startup, dan Pemda bakal berkumpul untuk saling berbagi ilmu soal pemanfaatan teknologi. (dilansir dari KompasTekno, Selasa 27/9/2016)

Hal senada juga diutarakan Kades Tanjungsari Kec.Sukahaji melalui akun facebooknya beberapa hari lalu, saat ini warganya sedang merakasan dampak positif yang sangat besar setelah diadakan DesTIKa tahun 2014.

Kami Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pidie sangat mengharapkan acara event Nasional DesTIKa 5 2017 di gelar di Kabupaten Pidie, Relawan TIK siap membantu pemerintah untuk mensukseskan acara, maka untuk digelar DesTIKa di Pidie kuncinya ada pada Pemkab yaitu kesiapan Pemkab Pidie. [ ]

WWW.RTIKPIDIE.OR.ID - Festival Desa TIK DesTIKa yang baru saja di gelar pada digelar pada 28-30 September 2016 Di Kampung Kalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Pemerintah Kabupaten Jayapura sebagai tuan rumah telah mempersiapkan semua kebutuhan dengan didukung oleh Kantor Staf Presiden, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan juga pemangku kepentingan di bidang Telekomunikasi dan Komunikasi terutama untuk kawasan perdesaan. Acara Festival DesTIKa ini diperkirakan akan dihadiri oleh 2.000 peserta dari 9 Provinsi di Indonesia yang kesemuanya akan bersinergi dalam upaya memberdayakan Desa melalui pemanfaatan TIK.
 
DesTIK4 Papua
DesTIK4 Papua

Direktur Pemberdayaan Informatika, Septriana Tangkary menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan Festival DesTIKa di tahun ke 4 ini, tema yang diambil adalah “Tong Pu Kampung Bersuara untuk Indonesia”. Adanya satu harapan besar dimana seluruh kampung di Papua mampu menyuarakan aspirasi, mengelola dan mempromosikan potensi kampung serta meningkatkan tata kelola pemerintahan dengan tolak ukur peningkatan layanan publik kepada warga.

Satu hal utama yang dijadikan topik utama adalah meningkatnya kemampuan kampung untuk memberdayakan potensi desanya untuk kesejahteraan warganya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Antar Desa (BUMADES). Untuk mencapai semua tujuan tersebut maka peran serta pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi menjadi sangat relevan. Teknologi akan membuka pasar yang lebih luas dan memotong rantai distribusi. Potensi ini harus ditangkap secara jeli oleh para pengelola BUMDES dan BUMADES sebagai peluang untuk membesarkan BUMDES maupun BUMADES yang telah dimiliki.

Kegiatan Festival DesTIKa yang intinya merupakan rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas SDM TIK Desa, diharapkan mampu untuk menjadi ajang berbagi ilmu pengetahuan dan keterampilan serta praktek terbaik pemanfaatan TIK dari seluruh Desa dan Kampung di Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kampung-kampung di Papua juga mampu belajar bersama dan melakukan proses replikasi dari keberhasilan kampung lainnya sehingga lima tahapan pembangunan desa yaitu Desa bersuara, Desa mandiri teknologi, Desa pelayan publik, Desa kelola sumber daya dan Desa mandiri dan berdaulat dapat diwujudkan.

Dengan bangkitnya ekonomi kampung secara otomatis akan banyak permasalahan bangsa yang dapat diselesaikan, dengan peningkatan ekonomi kampung diharapkan migrasi penduduk dapat ditekan, pembangunan akan dapat lebih merata, serta berkurangnya kesenjangan antara pembangunan di perdesaan dan perkotaan.

Satu hal yang menarik dari pelaksanaan Festival DesTIKa ke-4 di Kabupaten Jayapura adalah peluncuran aplikasi Sistem Informasi Kampung Papua (SIKAP). Aplikasi ini merupakan kontribusi dari Relawan TIK yang mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Kominfo.

Aplikasi ini mempunyai kelebihan bisa disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing Kabupaten dengan fitur utama seperti kependudukan, administrasi dan pengelolaan keuangan kampung. Aplikasi ini memungkinkan proses pelayanan administrasi warga dapat dilakukan dalam waktu hitungan menit, dan yang paling utama dari aplikasi ini adalah penggunaannya yang sangat user friendly. Aplikasi ini dapat berjalan secara online maupun offline berbasis desktop. Hal ini sangat berguna dimana belum semua Desa atau kampung di Indonesia sudah memiliki jaringan internet. (PS)

RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}