.


Siapa sangka, inisiatif Pemerintah Desa Melung untuk memanfaatkan teknologi internet dalam tata kelola pemerintahan desa menjadi inspirasi kolektif desa. Inovasi Desa Melung diadopsi oleh ribuan desa di Indonesia, dari Gampong Cot Baroh di Kabupaten Pidie, Aceh hingga Kampung Omon di Kabupaten Jayapura. Replikasi dan perluasan inovasi desa itu menjalar cepat lewat Jaringan Kerja Gerakan Desa Membangun.



Pada 2008, Pemerintah Desa Melung melakukan terobosan untuk pemanfaatan teknologi internet. Internet, bagi desa di kaki Gunung Slamet itu, memutus sekat isolasi Desa Melung akibat jauhnya lokasi wilayah dari kota kabupaten. Jauhnya jarak dan buruknya infrastruktur transportasi umum membuat desa ini dilabeli sebagai desa tertinggal.

Internet mampu menjembatani komunikasi antarpihak, sekaligus menjadi media penyebaran informasi desa ke ruang publik. Pada 2011, Desa Melung mulai merasakan dampak pemanfaatan internet karena popularitas desa terus meroket tajam. Beragam peristiwa, produk desa, dan kebijakan desa dapat diakses publik melalui website desa http://melung.desa.id.


Website desa menjadi media penyebaran informasi desa yang sangat efektif. Sejumlah media arus utama yang berada di kota-kota besar menangkap inovasi itu sebagai topik pemberitaan bernilai tinggi. Pemberitaan media massa menjadi jurus resonansi paling ampuh untuk menyebarluaskan praktik inovasi pada khalayak yang lebih luas.


Berkat penyebarluasan praktik inovasi di media massa, ribuan desa melakukan replikasi langkah yang diambil Desa Melung. Perluasan praktik inovasi tersebar dari Gampong Cot Baroh di Kabupaten Pidie, Nagari Baringin di Kabupaten Tanah Datar, Desa Hanura di Kabupaten Pesawaran, Banjar Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, hingga Kampong Omon di Kabupaten Jayapura. Pemanfaatan internet di dunia perdesaan menjadi gerakan kolektif desa dengan panji Gerakan Desa Membangun.


Gerakan Desa Membangun menjadi model baru dalam kerja pemberdayaan karena dmampu melahirkan aktor, media, metode, dan pendekatan yang berbeda dari khasanah teori pemberdayaan masyarakat yang sudah ada. Gerakan Desa Membangun digerakan secara organik oleh tiga kekuatan, yaitu pemerintah desa, kelompok profesi/hobi, dan media online. Tak berlebihan bila gerakan ini dikenal dengan sebuatan dedemit, baik sebagai akronim desa-desa melek informasi dan teknologi maupun model kerja aktor dan penyebaran gerakan yang sangat cepat layaknya hantu.


Gampong Cot Baroh menduplikasi praktik inovasi Desa Melung setelah mereka menyaksikan liputan di sebuah televisi nasional. Selanjutnya, mereka mencari informasi yang lebih rinci melalui internet. Internet mempertemukan para pelaku gampong di Bumi Serambi Mekkah itu dengan para aktor desa di Kaki Gunung Slamet. Amazing, internet mampu menjembatani kerjasama dua aktor dari dua desa di daerah tertinggal yang berjarak ribuan kilometer.


Para kelompok hobi yang tergabung di Yayasan Gedhe Nusantara menjadi aktor pendukung teknis praktik inovasi. Mereka memiliki Program 1.000 website desa gratis yang diluncurkan atas dukungan banyak pihak, ada Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemkominfo, PANDI, Relawan TIK, Kelompok Blogger, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan beragam program pemberdayaan pemerintah yang ada di tingkat desa. Peran kelompok yang menyediakan meja bantuan (helpdesk) pada desa menjadi faktor penentu penyebarluasan praktik inovasi.


Replikasi internet desa di Tanah Papua dipelopori oleh Dinas Kominfo dan Perpustakaan, Pemerintah Kabupaten Jayapura. Mereka mengembangkan layanan pembuatan website gratis untuk pemerintah kampung dengan menduplikasi cara dan tahapan yang dilakukan oleh Gerakan Desa Membangun. Awalnya, mereka melakukan kunjungan kerja ke desa-desa di Banyumas, lalu membangun kolaborasi kerja dengan beragam kelompok hobi di Jayapura, untuk melakukan gerakan kampung bersuara di Bumi Cendrawasih itu.

Peran Yayasan Gedhe Nusantara melalui konsep Oemah Gedhe yang mengusung idiom Rumah Bersama Para Inovator dan Pemberdayaan terus berkembang ke ranah lain yang lebih luas. Mereka menyelenggarakan kegiatan magang yang menampung program praktik industri untuk sekolah menengah kejuruan dan praktik kerja lapangan di perguruan tinggi. Program itu melahirkan banyak aktor baru yang mendukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di wilayah perdesaan.

Sumber : https://inovasidesa.kemendesa.go.id/dari-desa-melung-menuju-gampong-cot-baroh-strategi-replikasi-inovasi-desa-melek-internet-di-indonesia/


Baru-baru ini di akhir bulan Mei 2018 kembali heboh pesan “Kuota gratis memberi setiap orang kuota data gratis senilai Rp 250.000,00 waktu terbatas” yang beredar warawiri di sosial media seperti whatsap, untuk mendapatkan kuata gratis pengguna smartphone harus menekan link yang ada pesan itu.

Jangan Buka Link Penawaran Pulsa Gratis

Bagi anda pengguna gadget seperti smartphone dan tablet, harap mewaspadai informasi palsu terkait penawaran kuota internet dan pulsa gratis yang kembali marak beredar. Informasi yang biasanya disebar melalui layanan pesan singkat itu berisikan link tidak populer, dan diyakini mengandung virus yang dapat membahayakan pengguna gadget seperti anda.

Hal itu, sudah pernah diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Masyarakat Informasi & Teknologi (MIT), Teuku Farhan kepada Serambinews.com, pada jumat (7/7/2017) di Banda Aceh. Dia mengimbau masyarakat pengguna gadget agar tidak meng-klik link dalam pesan tersebut.

“Penawaran dalam pesan yang disebar itu memang sangat menarik. Tapi jangan coba-coba membuka link itu karena smartphone berpotensi disadap, dimasukkan virus secara diam-diam, bahkan data akun dan riwayat penggunaan internet juga bisa ditelusuri,” jelas Farhan.

Meskipun efeknya tidak terlihat langsung, Farhan meyakini bahwa link tersebut dapat mengganggu kenyamanan pengguna gadget dalam jangka panjang.

“Data yang melekat dalam akun media sosial misalnya, bisa saja disadap oleh orang jahat karena terkoneksi dengan smartphone kita,” katanya.

Pada umumnya, lanjut Farhan, penawaran hadiah dari operator seluler diiklankan di berbagai media, bukan hanya lewat short message service (sms).

Selain itu, link atau alamat domain yang disebarkan semestinya sudah populer di masyarakat. “Pelaku penipuan sering menggunakan .co (dotco) bukan .com (dotcom) yang sudah populer,” katanya.

Dia menambahkan, para penipu itu biasanya menggunakan kalimat pemikat agar pengguna smartphone mau meng-klik link tersebut.

Contohnya, kesempatan terakhir untuk memperoleh kuota internet 50 GB gratis semua operator.

“Bagi siapa saja yang menerima pesan tersebut agar jangan disebarkan lagi. Karena akan semakin banyak orang yang dirugikan nantinya,” tukas Farhan. (redaksi/serambinews.com)


Majalengka, Kominfo - Usai melakukan pendaratan perdana di Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BJIB) Kertajati, Presiden Joko Widodo bertemu dengan perwakilan Ketua OSIS SMA, perwakilan anggota Pramuka SMA, serta perwakilan anggota Rohani Islam (Rohis) SMA se-Jawa Barat di Taman Dirgantara, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/05/2018) siang.

Dalam kesempatan itu Presiden menitipkan pesan, bahwa tugas mereka sekarang ini adalah belajar. Mereka semua, tegas Presiden, adalah pemimpin-pemimpin di sekolah-sekolahnya.

Yuk Ber #InternetSehat
Yuk Ber #InternetSehat


“Ketua OSIS berarti kan jadi pemimpin di sekolahnya. Yang Pramuka juga, yang Rohis juga sama,” kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden meminta kepada para Ketua OSIS, anggota Pramuka SMA, serta perwakilan Rohis agar mengingatkan kepada kawan-kawan mereka mengenai penggunaan media sosial (medsos).

“Media sosial itu digunakan untuk hal-hal yang positif. Jangan sampai saling mencela, jangan sampai saling menghujat, jangan sampai saling menjelekkan, jangan sampai saling memfitnah,” pesan Presiden.

Media sosial, pinta Kepala Negara, harusnya digunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Kepala Negara, mau cari ilmu di media sosial sekarang ini juga gampang banget.

Karena itu, Kepala Negara mengingatkan kembali agar menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif.


Kerja Keras

Terkait dengan cita-cita para Ketua OSIS SMA, perwakilan anggota Pramuka SMA, serta perwakilan Rohis se-Jawa Barat itu, Presiden mengingatkan, perlunya kerja keras untuk mencapainya, di samping kedisiplinan dan melakukan hal-hal yang produktif.

“Kesempatannya besar tetapi tantangannya juga besar, kesempatannya besar tetapi hambatan-hambatan di depan yang harus kita lalui juga besar. Tapi dengan wajah-wajah cerah seperti ini, saya meyakini insyaallah negara ini akan menjadi negara yang lebih baik dari hari ini,” ujar Presiden.

Mengutip kalkulasi Mckinsey Global Institute, Bank Dunia, juga Bappenas, Presiden Jokowi mengemukakan bahwa negara Indonesia nanti di 2045, insyaallah akan menjadi sebuah Indonesia Emas dimana income per kapita diharapkan sudah hampir 8 kali lipat dari yang sekarang di 29.000 dollar AS. Artinya, lanjut Presiden, Negara Indonesia akan menjadi 5 besar negara dengan ekonomi yang kuat.

Tapi Kepala Negara mengingatkan, itu hanya bisa dicapai kalau semua bekerja keras, bersatu, rukun, menjaga persaudaraan, menjaga ukhuwah islamiah, dan menjaga ukhuwah wathaniyah, untuk menjadi sebuah kekuatan besar.

“Tidak boleh anak-anaku semuanya pesimistis. Kita harus optimistis menuju ke Indonesia ke depan yang lebih baik,” pungkas Kepala Negara.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Mendikbud Muhadjir Effendy, Staf Khusus Presiden Abdul Ghofarrozin, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Sumber : kominfo.go.id


Salah satu yang menghambat pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah karena adanya ketidaksetaraan. Ketidaksetaraan suatu daerah dibanding daerah lainnya menciptakan perlambatan ekonomi di daerah yang masih mengalami keterbatasan karena daerah itu kesulitan mendapatkan akses terhadap edukasi, fasilitas kesehatan, dan terutama penciptaan lapangan kerja baru.

Kesetaraan Ekonomi Bisa Dilakukan dengan Teknologi Informasi
Vasilitas Akses Internet USO di Gampong Cot Baroh, yang di berikan oleh Pemerintah Melalui Kominfo


Ketidaksetaraan antara daerah yang satu dengan daerah lainnya, antara kelompok masyarakat yang satu dengan lainnya kalau tidak segera diatasi bakal semakin menambah buruk situasi ekonomi masyarakat terutama kalangan berpendapatan rendah. Bukan itu saja, akibat lainnya adalah bakal terjadi ketegangan antar masyarakat karena perbedaan akses kemajuan berbeda di antara mereka. Hal ini harus segera diatasi. Caranya?

Deputi Keuangan G20 Indonesia Rionald Silaban dalam Seminar dengan tema “Inequality & the Role of Technology in Shaping the Future of Work” di Jakarta baru-baru ini menyatakan, instrumen yang bisa mengatasi ketidaksetaraan saat ini adalah teknologi. Ya, teknologi bisa menciptakan konektivitas atau hubungan antardaerah, antarwilayah dan sekaligus berbagai pihak. Teknologi-lah yang sekarang bisa membuat orang-orang dimanapun bisa membangun jaringan hubungan dengan daerah lainnya dengan cepat, murah dan equal alias sama. “ Berkat teknologi informasi yang berkembang saat ini, bisnis UMKM bisa meraih calon konsumen dengan cara yang jauh lebih mudah dan murah. Bahkan konsumen mereka sekarang bisa datang darimana saja melalui penggunaan teknologi internet.

Teknologi internetlah yang memungkinkan semua orng memiliki akses luar biasa terhadap berbagai informasi yang dibutuhkan semua orang hingga sehingga jarak bukan lagi masalah bagi warga dunia saat ini. Hasilnya, melalui teknologi informasi berbasis internet semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bisnis bahkan dari desa yang paling terpencil kalipun.

Bayangkan, di internet, Anda tak perlu menyewa tempat bernilai juta untuk menjual pakaian. Tak perlu pula memoles interior toko Anda dengan biaya besar. Tak butuh pula membayar banyak pegawai. Soalnya, Anda bahkan bisa menjalankannya melalui Smartphone. Bagaimana dengan daerah yang tidak memiliki sinyal?

Agar semakin mudah UMKM mendapatkan akses internet untuk mengembangkan usahanya, pemerintah saat ini membangu infrastruktur broadband di 100 desa dan Base Transreceiver Station (BTS) di seluruh Indonesia. Tujuannya, agar desa-desa bisa mendapatkan layanan internet sehingga bisa mengejar ketertinggalannya mulai dari sisi informasi hingga menggunakan kemudahan membangun jaringan usaha melalui online.

Namun jaringan yang baik juga bakal percuma kalau tidak didukung Sumber Daya Manusiayang mampu memanfaatkannya. Karenanya diharapkan peningkatan kualitas SDM bakal terdongkrak melalui pendidikan yang saat ini mendapatkan kucuran dana 20 persen dari APBN demi meningkatkan kualitas SDM di seluruh wilayah nusantara.

Sumber : berdesa.com


JAKARTA – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) tahun ini kembali menggelar malam penganugerahan ‘ID Website Awards 2018’. Acara yang menjadi bagian dalam rangkaian kegiatan tahunan PANDI Meeting ke-9 atau biasa disebut PANDI|9 ini diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, pada hari Kamis malam, 3 Mei 2018.


PANDI Kembali Gelar Anugerah ID Website Awards


Ketua PANDI, Andi Budimansyah, mengatakan, ID Website Awards merupakan apresiasi PANDI kepada pengguna nama domain .id. “Penghargaan ini diberikan pada situs-situs internet terbaik yang menggunakan domain .id,” ujarnya.

Seperti periode sebelumnya, ID Website Awards tahun ini diberikan pada sepuluh ketegori. “Namun ada perubahan kategori untuk tahun ini. Kami akan menggabungkan kategori ‘Online Store’ dan ‘Marketplace’ menjadi kategori ‘e-Commerce’,” kata Andi. “Kemudian kami menambahkan kategori ‘Desa’” sehingga jumlahnya tetap sepuluh,” tambahnya lagi.

Sepuluh kategori penghargaan yang diberikan tahun ini adalah: pendidikan, pemerintah, komunitas dan lembaga nirlaba, e-commerce, berita dan media, travel dan wisata, korporat, blog dan situs pribadi, desa, serta kategori hiburan. Seperti tahun sebelumnya, penjurian dimulai dengan menerima masukan masyarakat.

PANDI menerima nominasi dari masyarakat pada 6 – 26 April 2018. Dewan juri pertama kemudian menyeleksi usulan masyarakat tersebut menjadi tiga situs terbaik dari masing-masing kategori. “Selain dari usulan masyarakat, dewan juri pertama juga berhak memasukkan situs lain yang dianggap layak dinominasikan,” jelas Andi.

Dewan juri kedua kemudian menentukan situs terbaik dari tiga nominasi yang disampaikan dewan juri pertama. ”Penyaringan tiga tahap ini diharapkan akan memunculkan situs-situs internet yang benar-benar layak mendapatkan anugerah pada masing-masing kategori,” lanjut Andi.

Beberapa nama seperti Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Redaktur majalah Tempo, Abdul Manan, pakar e-government Universitas Indonesia, Yudho Giri Sucahyo, Basuki Suhardiman, Banyu Murti, Daniel Tumiwa, Wahyu Prawoto, Sapto Anggoro, Sigit Widodo, serta Teddy Affan Purwadi, tercatat menjadi juri ID Website Awards 2018. “Tahun ini kami kembali memasukkan nama-nama yang kompeten dan kredibel sebagai dewan juri,” tutup Andi.

Berikut nominasi yang masuk kedalam kategori dan Sepuluh pemenang ID Website Awards 2018 adalah sebagai berikut:

Kategori Pendidikan: umn.ac.id, telkomuniversity.ac.id, its.ac.id

Pemenang: umn.ac.id

Kategori Pemerintah: jabarprov.go.id, madiunkota.go.id, bulukumbakab.go.id

Pemenang: jabarprov.go.id

Kategori Komunitas dan Lembaga Nirlaba: brainly.co.id, remotivi.or.id

Pemenang: brainly.co.id

Kategori Desa: pegiringan.desa.id, dermaji.desa.id, blangdhod.desa.id

Pemenang: pegiringan.desa.id

Kategori E-commerce: jd.id, lazada.co.id, shopee.id

Pemenang: jd.id

Kategori Berita dan Media: kompas.id, tirto.id, katadata.co.id

Pemenang: kompas.id

Kategori Travel dan Wisata: tripadvisor.co.id, kanaljogja.id, kopermini.id

Pemenang: tripadvisor.co.id

Kategori Korporat: tehgopek.id, gedhe.biz.id, gig.id

Pemenang: tehgopek.id

Kategori Blog dan Situs Pribadi: dondom.id, kang-aimcimandor.id, bralink.id

Pemenang: dondom.id

Kategori Hiburan: tinulis.id, pantura.id, sejeworks.id

Pemenang: tinulis.id

Informasi lengkap tentang ID Website Awards, kunjungi: awards.pandi.id

Sumber : blangdhod.desa.id

RTIKPIDIE.OR.ID - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) meluncurkan portal inovasi desa dalam rangka mendokumentasikan beragam inspirasi dan inovasi yang lahir dan dipraktikan oleh desa dan daerah tertinggal di seluruh Indonesia.

ara Berbagi Pengalaman Cerdas Gampongmu Melalui Portal Inovasi Desa
Praktik Inovasi Gmapong Cot Baroh Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie, sudah bisa di baca di portal inovasidesa.kemendesa.go.id


Melalui portal inovasi desa, setiap gampong dapat berbagi beragam praktik cerdas yang dimiliki setiap desa dengan cara mengupload fhoto-fhotonya melalui situs tersebut.

Praktik cerdas adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama dan berhasil menjajawab tantangan pembangunan di sekitar kita. Sebuah praktik cerdas memiliki kriteria inovasi, berdampak nyata, partisipatif, berkelanjutan, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat marjinal, miskin dan pro gender.

Kegiatan-kegiatan cerdas gampong yang dapat dibagikan melalui portal inovasi desa, seperti kegiatan bidang wirausaha gampong, wisata gampong, produk unggulan gampong, seni budaya, sumberdaya manusia, layanan sosial dasar, infrastruktur gampong, dan teknologi tepat guna baik yang dibiayai dengan dana gampong, swadaya masyarakat maupun yang dipraktetkan oleh masyarakat gampong.

Adapun cara berbagi praktik cerdas yang dimiliki oleh desa melalui portal inovasi desa sangat mudah. Buka situs inovasidesa.kemendesa.go.id dan pilih menu Daftar dan isilah setiap kolom secara lengkap, kemudian klik Daftar.

Jika pendaftaran berasil. Anda akan mendapat pemberitahuan melalui Gmail atau email lain yang digunakan saat Anda mendaftar. Thank you for signing up! You accounts is now actif. Login to our site.

Demikian cara berbagi pengalaman cerdas desamu melalui portal inovasi desa. Semoga bermanfaat.

Seperti halnya Gampong Cot Baroh Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie yang telah membagi praktik inovasinya yaitu pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau bahasa kerenya internet, kini praktik inovasi Gampong Cot Baroh sudah bisa di baca di website inovasi desa dengan judul Internet Gampong, Cot Baroh Manfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Media Promosi Gampong (gprt/redaski)

RTIKPIDIE.OR.ID - Bismillahirrahmanirrahim, Mari kita bantu Gampong Pasar Kota Bakti Kecamatan Sakti  dan Gampong Blang Dhod Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie dalam gelaran "ID Website Awards" untuk kategori website Permerintah Desa. support dan berikan vote untuk Gampong Pasar Kota Bakti dan Blang Dhot untuk bisa bersaing ditingkat Nasional.

Mari Vote Gampong Pasar Kota Bakti dan Blang Dhod  di ID Website Awards
(Pandi) Pengelola Nama Domain Internet Indonesia


Dengan cara klik  vote website Gampong Pasar Kota Bakti dan Gampong Blang Dhod untuk dinilai oleh dewan juri melalui formulir daring di: https://awards.pandi.id/form/

Gampong Pasar Kota Bakti adalah gampong dampingan Relawan TIK Pidie dalam penggunaan website gampong, pendampingan dilakukan oleh anggota Relawan TIK Pidie bernama Shafwandi.

Gampong di Kabupaten Pidie harus maju dan mampu bersaing untuk level Nasional dalam pemanfatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Semoga berkah Untuk Gampong Pasar Kota Bakti dan Gampong Blang Dhod []


1. Masuklah ke dunia online mereka 

Keterlibtan orang tua di kehidupan online anak-anak sangat penting apalagi mengingat anak-anak kini akrab dengan internet. Selayaknya Anda mengenal lingkup gerak mereka, pastikan juga Anda mengenal ‘taman bermain’ mereka yang lain. Pastikan mereka berselancar di dunia maya dengan aman. 

Sumber : bobo.grid.id

2. Buatlah aturan

Kebebasan yang tak ada batasnya dalam kegiatan online akan membawa dampak buruk bagi anak-anak. Akan lebih baik jika Anda membuat aturan mengenai lamanya waktu online dan situs-situs apa saja yang boleh mereka kunjungi. Anda bisa membicarakan dulu dengan mereka, termasuk membicarakan mengenai konsekkuensi jika mereka melanggar aturan tersebut. Pasang aturan itu dekat komputer agar mereka selalu ingat. 


3. Ajarkan mereka untuk melindungi privasi


Anak-anak tidak sepenuhnya sadar mengenai konsekuensi mengubar informasi-informasi pribadi, Nah, tugas Anda-lah untuk membuat anak-anak tahu mengenai sejumlah tindakan seperti: 

  • Jangan pernah memberikan nama, nomer telepon, alamat email, alamat rumah, sekolah atau foto tanpa ijin Anda. 
  • Jangan pernah membuka email dari orang yang tidak dikenal 
  • Jangan merespon pesan yang mengganggu. 
  • Jangan bertemu dengan orang yang dikenal melalui internet. 

4. Jangan Abaikan Lokasi


Alih- alih membiarkan anak Anda memakai computer di kamar pribadi, tempatkanlah komputer di tempat umum, hal ini akan memudah Anda untuk memonitor penggunaanya. 


5. Jadilah Sahbatnya


Anjurkanlah anak Anda untuk memberitahu Anda jika mereka menjumpai hal-hal yang membuatnya tak nyaman. Yakinkan dia bahwa Anda tidak akan berlebihan, menyalahkanya atau melarangnya berinternet ria. 


6. Bekerjasama dengan ISP

Jika memungkinkan, berkerjasamalah dengan ISP penyedia layanan internet (ISP) Anda. Biasanya mereka memiliki parental control gratis yang bisa membatasi pengaksesan anak-anak ke situs-situs tertentu. Software-software parental control juga banyak tersedia di internet secara gratis. 


7. Maksimalkan Browser Anda


Apabila ISP Anda tidak memiliki kemanpuan di atas, Anda masih memiliki opsi aman dalam berinternet di browser Anda, Misalnya jika Anda memakai Internet Explore, program Content Advisor bisa anda jumpai di Tools > Internet Optian > Content. Ia akan menyaring bahasa, seks dan kekerasan yang ada di internet.


8. Setting Mesin Pencari Anda

Search Engine (mesin pencari) seperti Google menawarkan penyaringan yang bisa diklik di Preferences/SafeSearch Filtering. Saat ia diaktifkan, ia mampu memblokir situs yang memuat konten seksual. 


9. Kenali Situs yang aman untuk usianya

Anda bisa mencari situs-situs yang cocok untuk usia anak Anda dengan konten yang bervariasi seperti tentang film,music, sejarah, ilmu pengetahuan dan lain-lain.

Sumber : Pedoman Internet Sehat ictwatch.id 



RTIKPIDIE.OT.ID, JAKARTA -  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi peluncuran aplikasi mobile SALAM yang diharapkan jadi salah satu platform peran pemuda dalam perekonomian. Bahkan ia mendorong setiap pemuda berinovasi dalam bidang apapun, salah satunya start up digital.

Aplikasi Salam
Aplikasi Salam

"Pemerintah membuka seluas-luasnya kesempatan untuk Pemuda Pemudi Muslim dalam berinovasi di bidang apapun salah satunya adalah start up, seperti aplikasi SALAM ini," katanya di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Jumat (30/03/2018).

Apresiasi Menteri Kominfo itu sejalan dengan prediksi Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital di dunia. "Indonesia pada tahun 2030 akan diperkirakan menjadi salah satu dari negara 5 besar dengan kekuatan ekonomi dunia dan pemuda pemudilah yang akan merasakannya nanti," tambahnya

Aplikasi SALAM merupakan besutan Komunitas Pemuda Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) berkolaborasi dengan Wave. Aplikasi itu digagas untuk memperkuat persaudaran antara pemudia muslim.

"Aplikasi salam merupakan wadah untuk memudahkan komunitas muslim dalam menghadiri berbagai kegiatan remaja masjid di seluruh Indonesia" kata perwakilan ISYEF Andi Nai.

Menteri Kominfo yang juga menjadi Ketua Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia mengharapkan aplikasi tersebut akan bisa memfasilitasi para pemuda untuk berperan dalam perekonomian. 

Sumber : kominfo.go.id


RTIKPIDIE.OR.ID, BANDA ACEH - Internet kini telah menjangkau semua kalangan, mulai anak-anak sampai orang tua. Diantara mereka ada yang menggunakan Internet untuk hal positif namun tidak sedikit pula yang memanfaatkan Internet untuk hal negatif. Di Internet, ketika seseorang mengakses situs negatif maka orang tersebut juga telah menyumbang trafik untuk situs atau web tersebut sehingga situs tersebut makin populer. Oleh karena itu, situs-situs negatif terus bermunculan dikarenakan banyak peminatnya, sebut saja situs judi mulai judi kartu sampai judi bola, situs asusila, situs berita fitnah dan adu domba sampai situs-situs berisi ajakan menghasut pada kejahatan yang mengatasnamakan berbagai agama.

Gampong.net, kumpulan situs positif
Gampong.net, kumpulan situs positif


Hal tersebut disampaikan oleh praktisi IT dari Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Aceh, Teuku Farhan dalam rilis yang diterima oleh redaksi aceHTrend pada Rabu (17/08/2016) di Banda Aceh.

Ia mengungkapkan, salah satu sumber pengguna Internet saat pertama kali mendapatkan informasi yang ingin dicari adalah melalui mesin pencari atau dikenal dengan search engine. Melalui aplikasi canggih mesin pencari, pengguna internet dengan cepat memperoleh informasi yang dituju. Namun yang memprihatinkan, bisnis mesin pencari ini dikuasai oleh produk-produk asing. Seperti yang sudah populer dikenal, Google, Yahoo. Sementara mesin pencari lokal buatan Indonesia masih kurang populer karena minim dukungan khususnya dari pihak investor lokal.

Para aktivis Informasi dan Teknologi (IT) yang tergabung dalam Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) telah merintis aplikasi mesin pencari lokal dengan nama GampongNet yang beralamat www.gampong.net. Situs ini berisi kumpulan siti-situs positif yang direkomendasikan oleh para pengguna Internet lokal yang di seleksi oleh admin relawan MIT. Saat ini sudah lebih dari 100 situs terdaftar dalm GampongNet.

Menurut Teuku Farhan selaku Direktur Eksekutif MIT, GampongNet merupakan solusi pemanfaatan Internet yang positif dan produktif. “Diantara pengguna Internet ada yang tanpa sengaja terjebak ke situs negatif yang sebenarnya bukan tujuannya, ini dikarenakan mesin pencari buatan asing memiliki standar sesuai dengan normanya sehingga situs-situs negatif pun ikut terdaftar pada mesin pencari buatan asing. Inilah yang memotivasi kaawan-kawan di MIT untuk menciptakan mesin pencari sendiri yang diseleksi sesuai dengan norma-norma yang kita jalani khuaunya di Aceh disesuaikan dengan syariat Islam sehingga diharapkan dapat menjadi model bagi nasional dan luar negri. Tahap pertama situs direktori, ke depan jika ada sponsor kita kembangkan menjadi search engine.” ungkap Teuku Farhan.

“Saat ini ada 10 masjid cyber di Banda Aceh yang sudah memanfaatkan GampongNet sebagai landing page akses WiFi Masjid sehingga konten positif lokal langsung dapat ditemukan oleh jamaah. Alhamdulillah, dampaknya sangat positif, penggunaan Internet negatif dapat diminimalisir dan remaja Masjid sangat terbantu dengan adanya sistem GampongNet ini.” Lanjut Teuku Farhan yang menyatakan program ini masih dijalankan secara sukarela dan sama sekali belum mendapat dukungan dari berbagai pihak baik provider internet maupun pemerintah.

Untuk diketahui, sejak diluncurkan 3 tahun lalu, situs GampongNet kini sudah di akses lebih dari 16 ribu kali. Di dalam GampongNet memuat situs positif yang sudah dikelompokkan seperti kelompok situs pemerintahan,gampong, dayah,sekolah,media online,media sosial,universitas,tokoh masyarakat sampai konten-konten lokal lainnya seperti Kalendar (Al Manak) Aceh dan Agenda Pengajian di Banda Aceh.

Gampong Cot Baroh, Pidie diantara contoh mitra GampongNet yang sudah berkolaborasi dan proaktif memberikan informasi situs positif ke GampongNet. Gampong Cot Baroh bahkan pernah memperoleh penghargaan nasional sebagai gampong paling inovatif dan aktif mempublikasikan kegiatan gampong di Internet.

Masyarakat dapat berpartisipasi dengan cara memberitahukan informasi situs positif kepada admin GampongNet yang kemudian situsnya akan diseleksi terlebih dahulu, dengan cara mengirimkan email ke : info@mit.or.id atau SMS ke : 087890001233. Dengan berkolaborasi di GampongNet diharapkan semakin banyak inspirasi dan hal positif di Internet sehingga mampu meminimalisir serbuan konten negatif. Ayo, cerdas berinternet.[]


RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}