.

Penjabat Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto membuka rangkaian kegiatan sosialisasi perkoperasian bagi masyarakat korban Pelanggaran HAM Rumoeh Geudong dan Pos Sattis di Delima Hotel pada Jum'at (23/6/2023). 



Kegiatan ini diikuti oleh para korban Rumoeh Geudong. Hadir langsung pada kegiatan sosialisasi perkoperasian bagi masyarakat korban Rumoeh Geudong Asisten Deputi Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Kementerian Koperasi dan UKM RI Nasrun Siagian.

Kegiatan ini merupakan pemenuhan Hak korban Pelanggaran HAM Rumoeh Geudong yang di sponsori langsung oleh Kementerian Koperasi UMKM RI. 

Penjabat Bupati Pidie mengatakan "rangkaian kegiatan ini adalah proses pemenuhan hak bagi korban Pelanggaran HAM Rumoeh Geudong". 

Selama dua hari kegiatan ini, korban akan mendapatkan bimbingan dan ilmu untuk pengembangan Koperasi dan Usaha kreatif lainya. 

"Ini merupakan kegiatan pengembangan ekonomi kerakyatan bagi korban Rumoeh Geudong, dipastikan nantinya agar korban ini menjadi pelaku usaha yang mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ekonomi". 

"Koperasi dan pelaku UMKM merupakan salah satu pelaku ekonomi yang survive,  dan sektor real yang mampu bertahan di tengah dampak krisis global maupun penyebaran virus covid 19 Tutupnya.

Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo akan mengunjungi Pidie pada 27/6/2023. Kunjungan Orang nomor Wahid ke Pidie untuk melakukan kick-off penyelesaian pelanggaran hak azasi manusia (HAM) berat pada masa lalu di Aceh secara non-yudisial.

Lokasi yang akan dikunjungi Presiden RI saat di Pidie adalah Rumoh Geudongterletak di Gampong Bili Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie Aceh.


Dipilih Rumoh Geudongkarena disini dulunya terjadi pelanggaran HAM berat semasa bergejolak perang antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia.

Dilokasi terpisah Penjabat Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto M.Si., mengatakan "kunjungan Presentasi Jokowi ke Pidie dalam rangka menyelesaikan kick-off penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu".

Ada beberapa titik yang nantinya akan di hadiri Presiden Jokowi selama kunjungan kerja ke Aceh.

Wahyudi mengatakan "di lokasi Rumoh Geudongini nantinya akan di bangun Mesjid. Mesjid ini nantinya bisa digunakan sebagai pusat peradaban Islam. Di samping itu juga bisa difungsikan sebagai tempat Pendidikan, di jadikan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA)".

Biar anak-anak Pidie ini langsung tersentuh dengan Al-Qur'an. Apalagi TPA sekarang sangat mudah pengurusan perizinan tambahnya.

Kita jadikan Rumoh Geudongini sebagai pusat peradaban Islam.

"Bisa juga dibangun sekolah dan Kampus, kan lahannya luas, jadi banyak manfaat di tanah bekas Rumoh Geudong ini" jelasnya.

Dengan hadirnya mesjid akan banyak masyarakat yang berdoa untuk segala Arwah korban Rumoeh Geudong. Apalagi dulu korban yang meninggal tidak dilaksanakan Fardhu Kifayah. Dengan adanya mesjid ini, maka masyarakat yang shalat dan berdoa akan Kusy'u.

 

SIGLI, Penjabat Pemerintahan Kabupaten Pidie, Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., akan berusia satu tahun pada 18 Juli 2023 nanti. Begitu selesai di lantik Wahyudi Adisiswanto langsung melakukan terobosan utama yaitu Silaturahmi dengan Ulama sepuh yang ada di Pidie. Sudah menjadi kewajiban bagi Wahyudi Adisiswanto apabila bertugas di daerah yang baru untuk bersilaturahmi dengan Ulama sepuh, hal ini sesuai Wasiat Almarhum Bapaknya.


Dalam memimpin sebuah daerah, tentu Penjabat Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto memiliki segudang prestasi dan pengalaman kerja. Sosok pemimpin yang Santun, Tawadhu dan Akrab terhadap Ulama. Dalam satu kesempatan Wahyudi pernah menuturkan Tanpa Abu Lamkawe (Ulama Sepuh Pidie), Saya bukan siapa-siapa di Pidie.

Berdasarkan keyakinan, Wahyudi Adisiswanto terus bekerja dalam senyap.

Dilansir dari Tribunnews gebrakan utama Wahyudi Adisiswanto menggalang kebersamaan dengan menyelenggarakan Kegiatan Pidie Bershalawat serta menyantuni 1000 Anak Yatim yang ada di Pidie. Satu anak yatim mendapatkan santunan senilai 1.000.000.

Bukan hanya di situ pada perhelatan Hari Santri Nasional ke- 7 pada 22 Oktober 2022, Mantan Kabinda NTB ini turut menghadirkan Pencetus Hari Santri Nasional (HSN) KH. Gus Thoriq Darwis Bin Ziyad Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Malang, serta Para Pimpinan Kiyai Muda Bersatu ke Pidie. Hal ini untuk menumbuhkan semangat para Santri Pidie untuk terus mengukir prestasi menjadi pemangku gudang ilmu Allah.

Tak hanya disitu, 1000 Pesilat Cilik ikut digalang oleh Wahyudi Adisiswanto untuk terlibat langsung sebagai putra daerah pada Pekan Olahraga Nasional (PORA). Al hasil Kabupaten Pidie keluar sebagai juara umum pada PORA XIV, hingga dijuluki Pidie Penguasa Tanah Rencong.

*Kami dari masyarakat awan di pedalaman Pidie mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Pj. Bupati Pidie atas kepercayaannya kepada anak kami untuk tampil pada event besar seperti Pora Pidie.


Dimana banyak event di kabupaten pidie sebelumnya kami datang hanya untuk menonton orang lain yang tampil tapi hari ini kami datang untuk nonton anak sendiri dan Kami bangga. Dengan penuh air mata ketika melihat jurus tumbukan dan tangkisan diiringi goyangan bendera yg berwarna warni. Pesan ini dikirim oleh salah satu orang tua pesilat cilik kepada Penjabat Bupati Pidie via WhatsApp.

Walaupun diterpa dengan isu Politik tentang pelayanan PORA XIV Pidie, Wahyudi Adisiswanto tetap tersenyum dan tetap menjadi tuan rumah yang baik.

Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., terus memimpin dengan kasih sayang, hal ini terlihat saat Silaturahmi Akbar antara Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Pidie dan Keuchik (kepala desa) dan seluruh SKPK di Tiro, agar terjalin hubungan kekeluargaan.

Tidak sampai disitu Bapak Seribu Anak Yatim ini juga melakukan terobosan baru dengan menyembelih 34 ekor sapi pada hari Meugang perdana menyambut Ramadhan 1444 H.

Berdasarkan penuturan anggota babinkantibmas yang bertugas mengantarkan daging Meugang, Alhamdulillah masyarakat miskin yang menerima daging Meugang, terharu dan sangat bersyukur atas kepedulian Bapak Penjabat Bupati Pidie. Tidak ada dalam sejarah Pemimpin Pidie peduli kepada kami masyarakat miskin.

Sejatinya Pj. Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto sudah mengembalikan Marwah Pemimpin Aceh lewat
Seonggok Daging Meugang untuk masyarakat miskin.

Tak hanya disitu upaya-upaya merajut keharmonisan antara masyarakat Pidie yang ada di Jakarta dengan masyarakat Pidie yang berdomisili di Pidie, Wahyudi Adisiswanto menghadiri Halal Bil Halal yang di inisiasi oleh Kaukus Pemuda Pidie di Pantai Lhok Mamuni Batee, dengan melibatkan Masyarakat sekitar Batee.

Wahyudi Adisiswanto hanya terobsesi untuk membangun mesjid di Pidie, rencana awal akan dibangun mesjid di Keuniree, agar bisa di fungsikan oleh mahasiswa yang kuliah di Al-Hilal, Namum dalam perjalanan tanahnya bermasalah.

Rencana pembangunan Mesjid ini dialihkan ke Lhok Mamoni Batee, tetapi karena belum punya uang, tertunda dulu. Tetapi Alhamdulillah ada kunjungan presiden dalam waktu dekat untuk pemulihan pelanggaran HAM berat, maka Pak Wahyudi mengusulkan ke Presiden untuk dibangun Mesjid di lokasi pelanggaran HAM.

Presiden Jokowi rencananya akan datang ke Pidie pada tanggal 27 Juni 2023, dengan agenda penyelesaian pelanggan HAM di Aceh. Rencananya Presiden akan berkunjung ke Rumoeh Geudoeng.

Ibaratnya Wahyudi Adisiswanto ini adalah dokter, tentu dokter dalam memberikan resep obat sesuai dengan takaran dan kondisi pasien. Kalau pasien mau sembuh, ikuti aturan dan anjuran yang dikatakan dokter.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Wahyudi Adisiswanto untuk melirik Pusat ke Pidie. Hingga mengundang khusus, Kepala Staff Kepresidenan (KSP) Jendral TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P ke Pidie guna melihat kondisi irigasi yang ada di Pidie. Upaya ini dilakukan agar Pusat memberikan perhatian khusus kepada Pidie. Berikutnya juga melakukan kerja sama dengan BNPT dengan mengundang Koordinator Data dan Pelaporan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Moch. Chairil Anwar, SH ke Pidie.

Sederetan prestasi yang di ukir Pria yang dulu bekerja di lembaga Delik Sandi Negara Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., yaitu Predikat Kepatutan Pelayanan Publik Ombudsman RI, Penghargaan dari RMOL atas kesuksesan menyelenggarakan PORA XIV Pidie, Juara Umum PORA XIV, penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2023 diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin, Wahyudi Adisiswanto dinobatkan sebagai tokoh Rekonsiliasi dan Pembangunan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan lain-lain.

Baru-baru ini, untuk meningkatkan produktivitas desa, terobosan Bapak Wahyudi dalam bekerja, menghadirkan Perwakilan kementerian desa ke pidie, guna memberikan pemahaman Indeks Desa Membangun. Hal ini dilakukan agar 192 tertinggal yang ada di Pidie menjadi naik kelas ke desa Berkembang.

Semakin naik Indeks Desa Membangun maka akan bertambah pula dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat. Semua ini dilakukan dengan niat yang tulus untuk menyelesaikan problem yang selama ini terjadi di Pidie.

Salah satu guru Kontrak yang bertugas mengajar di lokasi Transmigrasi Geumpang menuturkan "bangga pada pimpinan yang berjiwa kemanusiaan, seperti Bapak Pj. Bupati kali ini. Semoga sehat dan istiqamah selalu.

Disisi lain Masyarakat Miskin juga berdoa "Ya Allah salut saya dengan Bapak Pj. Bupati kita walau punya jabatan tetap tetap tawadhu di depan ulama. Semoga Bapak Pj. Bupati sehat selalu dan tetap istiqomah"

"Semangat dan istiqomah Bapak Wahyudi Adisiswanto, saya bangga dengan beliau, berilmu tinggi tapi rendah hati. semoga Bapak sehat selalu". Aminnn ungkap Warga Kecamatan Pidie.

Berbeda dengan Ketua Tuha peut Pidie ini, dia menuturkan "seiring perjalanan waktu, Sembilan sudah Kabupaten Pidie di bawah Kepemimpinan Bapak Pj. Ir. Wahyudi Adisiswanto. Saya mengamati Common touch beliau semakin tajam. Dalam setiap kesempatan, selalu berinteraksi, bersentuhan, bertukar pikiran dengan Rakyatnya".

"Hal ini penting karena Sang Pemimpin akan selalu ingat bahwa, tujuan dari kebijakannya adalah meningkatkan derajat dan taraf hidup masyarakatnya yg real bukan abstrak. Lebih murni, lebih santai serta cukup sederhana".

"Semoga, setiap pikiran, ucapan dan tindakan Bapak Ir. Wahyudi Adisiswanto ke depan dalam menahkodai Pidie, selalu dalam Petunjuk dan Bimbingan dari Allah Swt. Amin ya Allah".

Wahyudi Adisiswanto adalah sosok pemimpin Idaman Masyarakat Pidie, bahwa Wahyudi Adisiswanto mampu memberikan harapan baru untuk Pidie dengan terus menyapa Masyarakat dengan Sembarang Salam Pidie Mulia, menuju Pidie Baldathun Thayyibathun Warabbun Ghafur. 

RTIKPIDIE.OR.ID - SIGLI, Pemerintah Kabupaten Pidie Provinsi Aceh Darussalam mencanangkan raihan target Zero Desa Tertinggal yang akan dicapai secara bertahap hingga 2024 mendatang dalam proses survei pemutahiran data Indeks Desa Membangun yang dimulai tahun ini (2023).



Pernyataan tersebut disampaikan secara lugas oleh Pejabat Bupati Pidie, Wahyudi Adi Siswanto pada acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Indeks Desa Membangun Guna Mencapai Target Kabupaten Pidie Zero Desa Tertinggal pada Sabtu, (17/06/2023) di Aula Pemkab Pidie.

"Salam Pidie Mulia, hasil survei IDM [Indeks Desa Membangun] 2022 merinci status 730 Gampong [Desa] di Kabupaten Pidie terdiri atas 4 Desa Mandiri, 36 Desa Maju, 498 Desa Berkembang dan 192 Desa Tertinggal. Hari ini kita canangkan bahwa pada 2024, Kabupaten Pidie Zero Desa Tertinggal," kata Wahyudi dalam sambutannya.

Wahyudi menyampaikan apresiasinya dengan kehadiran Tim Pemutahiran Data IDM 2023 Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"Pemkab Pidie sangat optimis dengan kinerja bersama, bersinergi antar sektor Pemkab, DPMG, Camat dan Kepala Gampung serta tokoh masyarakat juga alim ulama, 192 desa tertinggal secara bertahap bisa naik status jadi Desa Berkembang. Surat Pemkab Pidie dijawab Kemendes PDTT dengan menurunkan tim IDM nya, 2 orang yaitu Pak Suhandani dan Pak Mustakim yang merupakan PIC [Person in Charge] IDM 2023," kata Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember itu.


Mustakim, Perencana Ahli Muda yang juga PIC IDM Kemendesa PDTT menyatakan pihaknya merasa optimis akan adanya pengurangan jumlah desa tertinggal pada survei pemutahiran data IDM 2023 di Kabupaten Pidie.

"Pak Suhandani bersama saya turun ini sebagai bagian dari tugas Kemendesa untuk memastikan proses pemutahiran data IDM pada 730 Gampong di Kabupaten Pidie bisa berjalan lancar, bila memungkinkan bisa lebih progresif akan deadline 30 Juni 2023 bisa dipenuhi," kata Mustakim pada kesempatan sama.

192 Gampong di Kab. Pidie dengan status sebagai Desa Tertinggal, kata Mustakim, mesti didorong secara sistemik untuk naik status semuanya.

"Inisiasi upaya Pemkab Pidie untuk membuat wilayahnya bisa meraih Zero Desa Tertinggal secara bertahap terwujud ini semoga bisa mendorong kabupaten lainnya di Provinsi Aceh Darussalam meniru langkah-langkah tersebut, menyusul jumlah desa tertinggal di provinsi tersebut cukup besar," ungkap Mustakim.

Data input IDM 2023 di Provinsi Aceh, dari 6.500 Desa/Gampong, 4.811 desa belum tuntas input datanya. Ada 1.689 Desa telah selesai input data dan telah diverifikasi atau setara 25,89%.

IDM ini komponen indikatornya terbagi 3 yaitu Indeks Ketahanan Ekonomi, Indeks Ketahanan Sosial dan Indeks Ketahanan Lingkungan.

Peserta Sosialisasi IDM itu diikuti Kepala Gampong yang berstatus desa tertinggal, 23 camat dan OPD di lingkungan Pemkab Pidie serta tenaga pendamping desa.

"Semoga bisa segera dituntaskan semua," ujar Mustakim.

Sigli - Disela-sela kegiatan Penas XVI (Pekan Nasional Petani Nelayan) 2023 di Padang Sumatera Barat, Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., menyempatkan diri hadir di Solok dalam rangka belajar meningkatkan Hortikultura di Kabupaten Solok Sumatera Barat pada (10/6/2023). 

Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., bersama Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI, DR. Ir. Prihasto Setyanto disambut oleh Bupati Solok, Epyardi Asda di Chambai Hills, Kecamatan Lembah Gumanti. 

Kepada redaksi Pj. Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto mengucapkan "terima kasih kepada Pemda Solok karena telah diterima dengan luar biasa di Kabupaten Solok. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dalam menyukseskan sektor Hortikultura".

"Kabupaten Pidie merupakan kabupaten yang memiliki SDM yang banyak dan juga memiliki potensial baik untuk dikembangkan" ucap Wahyudi dalam sambutan di depan Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI. 

“Maka dari itu kami ingin mencontoh di Kabupaten Solok ini bagaimana cara pengembangan budidaya bawang merah dan juga kultur serta budayanya, sehingga bisa kami terapkan nanti di Kabupaten Pidie" pungkasnya.

Sigli - Tak terasa sudah sebelas (11) bulan Pemilik Semboyan Salam Pidie Mulia menjalani tugasnya sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Pidie. Dalam waktu singkat pemilik nama lengkap Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., telah mengukir beberapa prestasi di bumi Serambi Mekkah ini. 

Dilantik pada 18 Juli 2022 sebagai Pj. Bupati, pada 18 November 2022 Ditemukan Polio dan pada 10 Desember 2022 adanya perhelatan Akbar Pesta Olahraga PORA (XIV). Simak kerja keras Wahyudi Adisiswanto dalam membawa Pidie Sebagai Kabupaten Layak Anak. 

Kabupaten Pidie merupakan salah satu Kabupaten yang masuk Verifikasi Lapangan Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Kemen PPPA - RI.  Pertemuan tersebut dilaksanakan secara Daring melalui Zoom Meeting di Pendopo Bupati Pidie.

Kepada redaksi Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., mengatakan bahwa "kabupaten Pidie merupakan kabupaten Layak Anak. Hal ini dibuktikan dengan pembinaan 1000 Pesilat Cilik yang tampil pada Opening Ceremony PORA XIV 2022".

1000 pesilat cilik ini merupakan anak-anak yang bersekolah di kampung, kita didik dan bina untuk tampil di pesta tahunan Rakyat Aceh (PORA XIV). 

Kabupaten Pidie juga sukses menyelenggarakan Program Pencanangan Imunisasi Polio.  Alhamdulillah berhasil meraih penghargaan terbaik pertama pada Pekan Imunisasi Dunia 2023 yang langsung diserahkan oleh Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. 

Lahirnya Perpustakaan Bunda Literasi di Musem Tsunami menjadi bukti bahwa Kabupaten Pidie menjadi salah satu Kabupaten Layak Anak. 

Pernyataan resmi ini disampaikan pada Rapat Zoom Meeting dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak RI pada (31/5/2023)

Hadir pada pertemuan tersebut Pj. Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., Ketua PKK Pidie Ny Suaidah Sulaiman, Kadis P3AKB, Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Lembaga dan mitra kerja terkait. 

"Ini merupakan prestasi luar biasa yang patut kita syukuri" ungkap Pria yang sering bicara silat mencari kawan, shalat mencari tuhan. 

"Keberhasilan Pidie meraih juara Umum pada PORA XIV merupakan berkat doa dan bimbingan ulama, juga sinergitas seluruh jajaran Forkopimda Pidie" Ucapnya.

Lanjutnya "Melatih 1000 anak yang rata-rata berusia 9 -12 tahun tentu membutuhkan kesabaran yang tinggi. Tanpa adanya kebersamaan dan sinergitas yang kuat tentu ini tidak akan berhasil".

Empat (4) bulan Wahyudi mengemban amanah sebagai Penjabat Bupati Pidie langsung dihadapkan dengan musibah temuan kasus Polio. 

Tentu ini bukan kebetulan, Wahyudi dengan tenang langsung mencanangkan program tetesan manis (imunisasi) terhadap 1000 anak-anak silat. Program ini berhasil mencuri perhatian Kemenkes RI. 

Lewat jargon tetesan manis sehingga program ini mampu mencapai target imunisasi yang diharapkan oleh Kemenkes RI. Keberhasilan ini juga berkat dukungan dan kerja sama antara Pemerintah, Ulama, tokoh masyarakat, pemuda, OKP dan Ormas-ormas Islam. 

"Alhamdulillah program ini berjalan sukses, di awali dengan tetesan manis (imunisasi) 1000 pesilat cilik di Alun-alun kota Sigli hingga berlanjut ke sekolah yang tersebar dalam 23 kecamatan yang ada di Pidie" ucapnya.

Rasa kekeluargaan dan berkasih sayang yang selalu kami tanamkan pada anak-anak silat, sehingga membuahkan hasil maksimal yang akan mengantarkan Pidie sebagai Kabupaten Layak Anak, dalam perwujudan salam pidie mulia ucap mantan Kabinda NTB.

Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., kembali menegaskan bahwa Kabupaten Pidie memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan kabupaten kota lain yang ada di Aceh.

Banyak kabupaten kota di Indonesia yang pernah di kunjungi oleh mantan Kabinda NTB ini, Pidie memiliki karakteristik yang kuat yang berbeda dengan kabupaten kota lain. 

Wahyudi menuturkan bahwa "sebelumnya banyak informasi yang didapatkan baik lisan maupun tulisan. Bahwa diluar sana orang memiliki opini negatif terhadap Pidie, bahkan masyarakat Pidie di luar Aceh pun demikian".

Dalam perjalanan waktu Wahyudi menilai bahwa "Kabupaten Pidie adalah kabupaten paling enak dan gampang" ungkapnya

"Tolak ukurnya adalah saat pengukuran dan pemasangan patok tanah Wakaf Tgk Chik di Anjong tidak ada penolakan dari masyarakat setempat, walaupun sebelumnya mendapatkan informasi ada penolakan dari beberapa pihak" paparnya.

"Inilah adalah fakta yang perlu saya sampaikan pada Forum yang mulia ini bahwa Kabupaten Pidie tidak seperti yang mereka bicarakan diluar" ucapnya. 

Ditambah lagi dengan pidato singkatnya saat itu, yang menyinggung Agama dan kepentingan ummat, sehingga masyarakat merasa nyaman dan tenang. Ini adalah kekuatan besar yang tidak pernah diperhitungkan oleh kalangan pusat. 

Dari kejadian tersebut Wahyudi menyimpulkan "bahwa Agama menjadi satu landasan pondasi kuat masyarakat Pidie, sehingga stigma negatif tentang Pidie terbantahkan dengan sendirinya".  

Hal tersebut diungkapkan saat prosesi pengukuhan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) periode 2023-2028 di Opromm Kantor Bupati Pidie, Senin (29/5/2023).

Selama sepuluh (10) bulan di tugaskan sebagai Pj. Bupati Pidie, Wahyudi menuturkan "akan mewujudkan Tri komitmen dalam membangun Pidie. Komitmen pertama silaturahmi, kedua Komitmen kepada Agama dan ketiga komitmen keistiqomahan di bawah bimbingan Alim Ulama" paparnya. 

Tri komitmen ini mendapatkan sambutan Positif dari seluruh Masyarakat Pidie, bahkan Propinsi.

Oleh karena itu konsep dasar membangun Pidie ini harus dilandasi oleh Tri Komitmen tadi. 

"Mudah-mudahan niat baik kita kita kembangkan di bawah naungan Alim Ulama" sambungnya. 

Dalam konsep kerjanya (kebijakan) Pj. Bupati Pidie Wahyudi sudah mencanangkan Gerakan Pagar Bambu Putih. Gerakan Pagar Bambu Putih ini belum selesai karena dicanangkan tanpa ada time line (batas waktu).

Untuk diketahui bahwa gerakan Pagar Bambu Putih ini merupakan wujud dari Tri Komitmen membangun Pidie. 

Wahyudi membagi tiga konsep kerja yang di implementasikan dalam Gerakan Pagar Bambu Putih. Pertama persoalan ideologi politik, kedua persoalan sosial budaya dan ketiga persoalan ekonomi.

"Persoalan Ideologi politik Wahyudi telah menjabarkan dengan memperkuat silaturahmi dan kembali ke Agama, hal terpenting adalah disaat mengambil kebijakan untuk membangun Pidie wajib meminta pandangan ulama" ucapnya. 

"Sosial budaya direalisasikan lewat program "Meugang Akbar" sebagaimana pernah dicanangkan oleh Indatu orang Aceh pada masa Kesultanan Iskandar Muda. Membangun kebersamaan membantu masyarakat miskin". 

"Ekonomi diimplementasikan dalam program Pasar Kontrol di Alun-alun kota Sigli saat Ramadhan dan menjelang hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Kegiatan ini diwujudkan untuk pengendalian Inflasi, agar harga barang terjangkau pada saat peringatan hari besar Islam" paparnya. 

Dengan segala kerendahan hati, Wahyudi Adisiswanto mengharapkan "bimbingan, dukungan Alim Ulama dan masyarakat untuk membangun Pidie dengan kebersamaan. Karena peran Alim ulama sangat penting dalam implementasi Tri komitmen tadi" tutupnya.


Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si., dinobatkan sebagai tokoh Rekonsiliasi dan Pembangunan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). 

Pemberian gelar tersebut di laksanakan di Balrom Parkside Gayo Petro Takengon Aceh Tengah bersama 14 tokoh lain yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan masyarakat dan daerah di Aceh pada Selasa malam (8/5/2023). 

Pj. Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto mengucapkan "terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu menyelelaraskan persatuan dan kedamaian di Pidie". 

"Kita bangun Pidie dengan kebersamaan dan kasih sayang" lanjutnya. 

Mengapa Wahyudi menjadi sosok pemersatu, simak Narasi Jalan Sunyi Pendekar Rekonsiliasi. 

Direlong mesin pencari top dunia maya Google, jejak lini masa sosok satu ini hampir tak terekam yang menyembur di kulit google cuma nama, jabatan dan kegiatan serimoni yang ditorehkan ditempatnya bertugas. 

Lalu anda bermimpi bisa menemukan sisi lain kehidupan lelaki paruh baya ini. Nama keluarga dekat, kegemaran, tempat dan tanggal lahir yang akurat di etalase google itu serupa saja, kita melontarkan peribahasa arkais bagai mencercang air melakukan pekerjaan sia-sia.

Siapa sebenarnya pesona lelakinya misterius itu, dia adalah Wahyudi Adisiswanto intelijen senior dari lembaga telik sandi Badan Intelijen Negara BIN Republik Indonesia yang kini Penjabat Bupati Kabupaten Pidie Propinsi Aceh. 

Wahyudi belum genap satu tahun di Pidie ia bekerja dalam senyap ketika menenun kumpulan konflik opini di kabupaten beratmosfir politik paling keras, ganas dan menantang itu.  Bayangkan sumbu pergolakan Aceh di bakar di puncak pegunungan Halimon Tiro kabupaten Pidie yang kini dipimpin Wahyudi. 

Tak ada bekal khusus ketika Wahyudi mendadak ditunjuk sebagai Pj. Bupati di kabupaten merah semasa konflik dahulu. 

Tiga hari menjelang pelantikan Wahyudi baru diberi tahu akan dilantik sebagai Penjabat Bupati Pidie.

Diranah pendinginan wilayah konflik Wahyudi bukan pentagobis baru ia adalah satu dari sekian eksponen yang meniupkan roh perdamaian di wilayah konflik kesukuan seperti di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dikota seribu mesjid ini Wahyudi didapuk sebagai dewan pembina Laskar Sasak ketika ia menjabat kepala BIN daerah NTB 2019-2021, ia berperan aktif menyatukan pergesekan antar suku di propinsi itu.

Di kabupaten Pidie Wahyudi menularkan kebaikan itu, ia menelusuri jalan sunyi itu tanpa mengumbarkan gerakan damai ke media, diam-diam Wahyudi sungkem ke ulama-ulama besar yang paling berpengaruh di Pidie dan diam-diam Wahyudi mendatangi tokoh politik, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dan pentolan GAM. 

Hingga menjelang satu tahun sosok Wahyudi Berhasil merekatkan fiksi-fiksi di tanah bekas peperangan itu.

Simpul perdamaian dalam bermasyarakat di Pidie telah menemukan jalannya sendiri. Lewat jalan sunyi yang ditempuh Wahyudi Sang pendekar Rekonsiliasi itu. 

Jakarta, Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto, meraih penghargaan Pekan Imunisasi Dunia 2023, atas prestasinya dibidang kesehatan, dengan melakukan imunisasi lengkap bagi masyarakat.

Penyerahan penghargaan itu dilakuan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin,  di Jakarta pada Minggu (07/05/2023). 


Kabupaten Pidie Provinsi  Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mendapatkan penghargaan itu bersama 5 (lima) Kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Sumba Tengah Provinsi NTT, Kabupaten Padang Lawas Utara (Provinsi Sumatera Barat), Kabupaten Purwakarta (Provinsi Jawa Barat), Kabupaten Purworejo (Provinsi Jawa Tengah), dan Kabupaten Magetan (Provinsi Jawa Timur).

Usai menerima penghargaan itu, Wahyudi Adi Siswanto menyatakan pihaknya mengapresiasi penghargaan yang telah diraih Kabupaten Pidie. Menurutnya, penghargaan itu merupakan hasil kerja keras semua pihak, yang bersatu-padu dengan semangat kerja keras, agar bukan hanya pekan imunisasi polio nya yang sukses, tetapi lebih jauh Pidie terbebas dari penyakit polio.

"Salam Pidie Mulia, Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, tenaga medis, para bidan desa, perawat dan semua staf kesehatan dibantu masyarakat yang tiada lelah dor to dor, menyakinkan warga agar anaknya mau di imunisasi, akhirnya upaya bersama itu bisa membawa Kabupaten Pidie jadi terbaik pertama. Dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi juga sangat besar atas raihan anugrah penghargaan ini," kata Wahyudi seusai menerima penghargaan.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Dr dr Maxi Rein Rondonuwo, bahwa penyerahan penghargaan itu merupakan rangkaian kegiatan Pekan Imunisasi Dunia tahun 2023, yang telah berlangsung sejak tanggal 21 Maret 2023.

"Imunisasi saat ini menjadi fokus pilar utama, transformasi kesehatan, yang mengusung tema Ayo Lindungi Diri, keluarga dan masyarakat, dengan imunisasi lengkap.Diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat," papar Maxi dalam sambutannya.


Penghargaan itu, kata Maxi merupakan hasil peniliaan kepada Kabupaten/kota yang mencapai target imunisasi rutin pada tahun 2022, dan Triwulan I 2023.

"Layanan cakupan imunisasi dasar lengkap, sempat tersendat karena adanya pandemi covid-19. Namun, dengan bantuan semua pihak, maka pada tahun 2023 sudah mencapai 94,6 persen, melampaui capaian tahun 2019," tandasnya.

Upaya Pemerintah Kabupaten Pidie

Sebelumnya, sebagaimana dilansir sejumlah media, progres Imunisasi Polio anak,  terkait upaya pencegahan penyakit polio di Kabupaten Pidie,  total anak yang telah diimunisasi mencapai 47.331 anak.

Karenanya Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto M Si, optimis target imunisasi bakalan tuntas pada tahun 2022.


Pj Bupati Kabupaten Pidie, Wahyudi Adi Siswanto, memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja para tenaga kesehatan dan medis di wilayahnya, yang telah bersama-sama semua pihak telah mampu menunjukkan aktivitas dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Sub Pidie,  untuk penyakit Polio,  progress harian capaian imunisasinya mengalami peningkatan.

“Salam Pidie Mulia. Alhamdulillah progress capaian imunisasi polio pada hari ketiga telah menyasar total 47.331 anak. Dari data yang saya pantau progress hariannya juga mengalami peningkatan, artinya kinerja para tenaga medis dan dukungan penuh semua masyarakat Pidie sangat luar biasa,” kata Wahyudi Adi Siswanto, Kamis pagi (1/12/2022) dalam Siaran Pers Humas Pemkab Pidie.

Secara Khusus Wahyudi mengucapkan terima kasih atas semua kinerja aparat tenaga medis serta dukungan penuh warga masyarakat sehingga proses imunisasi yang dilakukan di Kabupaten Pidie tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Pemkab Pidie menyampaikan apresiasi yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan atas kelancaran PIN Polio di Pidie ini. Kerja sama ini menjadikan pertanda positif, meski dengan ditemukannya anak terjangkit lumpuh layu [polio] yang pertanda ada musibah dengan penuh pemahaman akhirna bisa menjadi Hikmah bersama,” kata Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember itu.

Seperti diketahui bersama, Kabupaten Pidie telah memulai proses imunisasi kepada anak usial 0-13 tahun yang dicanangkan pada 28 November 2022 dan akan berlangsung hingga 4 Desember 2022 atau sepekan.

Rencananya proses imunisasi polio di Kabupaten Pidie ini akan menyasar sekitar 91.484 anak.

Wahyudi optimis dengan melihat progres harian yang ada maka target Kemenkes yang dipatok sebesar 95.603 anak dimana data riil puskesmas di Pidie yang akan dijadikan target 91.484 anak akan bisa tercapai.

“Patokan data riil Puskesmas dari Dinas Kesehatan Pidie targetnya 91.484 anak yang akan diimunisasi dalam sepekan ini, optimis akan bisa tercapai,” kata Wahyudi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Arika Husnayanti menyebutkan sasaran estimasi dari Pusdatin Kemenkes RI untuk Sub PIN Polio Kabupaten Pidie mencapai 95.603 anak dengan rincian 0 < 59 bulan mencapai 39.251 anak, 5 < 7 tahun 16.112 anak, 7-12 tahun mencapai 40.240 anak.

“Data riil milik Dinkes Kabupaten Pidie yang didapat dari Puskesmas di seluruh kecamatan se- Pidie menunjukkkan target riil sasaran anak imunisasi Polio mencapai 91.484 anak. Jadi patokan data riil puskemas tersebut untuk sementara yang akan jadi target sasarannya,” kata Arika.

Secara lebih detail Arika menjelaskan dari data riil sasaran itu terbagi atas rincian 0<59 bulan mencapai 36.920 anak, 5<7 tahun 7.380 anak, 7-12 tahun mencapai 47.184 anak.

“Pada hari ketiga [Rabu,30/11/2022] data anak yang telah diimunisasi se-Kabupaten Pidie 47.331 anak dengan rincian 0 hingga 59 bulan mencapai 16.336 anak, 5 hingga 7 tahun mencapai 4.121 anak dan 7-12 tahun mencapai 26. 874 anak,” kata Arika.[]

Sigli, Penjabat Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si., mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1444 H yang dipusatkan di Kecamatan Padang Tiji Kemukiman Peudaya yang dilaksanakan oleh Unsur Kepemudaan Kecamatan Padang Tiji pada (21/04/2023).

Hadir dalam pawai takbir Pj. Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto M.Si., Camat Kecamatan Padang Tiji Hasriadi S.Sos, Khatib Mesjid Kemukiman Peudaya Abi Jailani (Abi Jay), dan seluruh unsur Kepemudaan, Imum Mukim, Keuchik, Cerdik Pandai dan Kaum Ibu-ibu. 

Acara dimulai dengan penyerahan Obor dari Pj. Bupati Pidie kepada Ketua Pemuda Kemukiman Peudaya selaku Pelaksana Mahlizan Ibrahim, ST. 

Camat Padang Tiji mengatakan "pawai ini sudah disiapkan seribu obor yang nantinya akan di arak kampung sambil takbir". 

Selanjutnya ditandai dengan Pembakaran Obor oleh Pj. Bupati Pidie dan di lanjutkan dengan Takbir secara bersama-sama.

Pj. Bupati Pidie menyampaikan "kebersamaan ini harus terus dirawat dengan penuh kasih sayang. Ini merupakan tradisi yang harus dilestarikan oleh seluruh masyarakat Pidie". 

"Momen Idul Fitri kita kembali Fitrah dengan menebar kebaikan dan kasih sayang" lanjutnya. 

Acara pawai Obor malam Takbiran dilaksanakan masyarakat membawa obor dan mengelilingi jalan kampung dengan membaca Takbir secara bersamaan.

Amatan redaksi seluruh anak-anak, ibu-ibu dan kepemudaan hadir memeriahkan pawai takbir. Di lokasi acara juga disediakan dapur martabak yang disiapkan untuk masyarakat yang ikut pawai Takbir menyambut Lebaran Idul Adha 1444 H.

RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}