.
Tampilkan postingan dengan label Internet Sehat. Tampilkan semua postingan

BANDA ACEH - Mengakhiri Program Utama Mengatasi Kesenjangan Digital di Tahun 2022 Relawan TIK Aceh meliterasikan anggota baru, mahasiswa, pelaku usaha, ojek online, masyarakat umum dan relawan penggerak literasi digital di Aceh pada kegiatan penutupan Saweu Gampong tanggal 28 September di Banda Aceh.

Kegiatan kolaborasi dengan Kementerian Kominfo & Siberkreasi ini sudah dilaksanakan di 7 wilayah di Aceh, kick of saweu gampong di Pidie dan dilanjutkan ke Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Jaya dan Kota Langsa.

Jufriadi Humas Relawan TIK Aceh mengatakan, kegiatan Saweu Gampong sudah mencapai target untuk meliterasi 1000 lebih masyarakat Aceh sudah berhasil  terliterasikan.

“Alhamdulilah, inisiatif pengurus RTIK Aceh di tahun 2022 berhasil turun ke daerah dan melebihi target kami dalam menjebatangi program pusat sampai ke masyarakat di pelosok Aceh untuk Literasi Digital” ujarnya.

Tambahnya, pada acara penutupan ini kami RTIK Aceh menghadirkan narasumber senior seperti Sekretaris RTIK Aceh Zainal Mahyar Senior Trainer  SIAT-DEV Diskominsa Aceh, Ima Dwitawati, MBA Dosen Prodi Teknologi Informasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Muhammad Ichsan, S.Kom Tenaga Ahli Keamanan SIAT - Pemerintah Aceh, Muhammad RTIK Banda Aceh

“Kita juga memberi kesempatan untuk yang ingin menjadi bagian dari Relawan TIK Aceh bisa daftar di https://anggota.rtikaceh.or.id/register,” tuturnya.

Saat ini RTIK Aceh sangat membutuhkan dukungan banyak pihak untuk bersama sama melakukan gerakan literasi digital ini untuk memberikan perlindungan digital bagi anak-anak Aceh.

Akhyar Pada Saat di Pendopo Bupati Pidie

RTIK PIDIE, Sigli 
- 22 Agustus 2022 - Masih ingat kisah heroik Akhyar, siswa SMP 3 Mutiara yang viral di media sosial beberapa hari yang lalu. Akhyar adalah pahlawan pada perhelatan HUT RI 77, dimana tidak di saat Sang Saka Merah Putih di kabarkan, tali bendera di tiang terlilit. Sehingga dengan inisiatif Akhyar langsung menuju lapangan dan memanjat tiang bendera, melepaskan lilitan tali bendera di tiang bendera. Alhasil Upacara HUT RI 77 di SMP 3 Mutiara langsung di lanjutkan.  

Malam temu ramah dengan anggota Paskibraka dan Akhyar turut dihadiri oleh Pj. Bupati Pidie, Sekda, Kapolres Pidie, Dandim Pidie, Anggota Paskibraka serta unsur Forkopimda kabupaten Pidie. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Pendopo Bupati Kabupaten Pidie.

Akhyar hadir dengan nuansa Baju Coklat Khas Pramuka, Celana hitam menggunakan peci hitam ditemani oleh Kepala Sekolah dan dewan guru SMP 3 Mutiara. Gagahnya Akhyar menjadi sorotan tamu undangan dan di warnai tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir. 

Akhyar Siswa SMP 3 Mutiara atas aksi heroiknya mendapatkan penghargaan dari Pj. Bupati Pidie sebagai pahlawan cilik yang melepaskan lilitan tali Bendera Merah Putih yang tersangkut pada tiang bendera dalam upacara Hari Ulang Tahun ke - 77 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP 3 Mutiara Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. 

"Tadi malam Akhyar mendapat undangan Khusus dari P.j Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si dan mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan cilik pada kegiatan jamuan makan malam bersama team Paskibraka dan Unsur Forkopimda kabupaten Pidie" ujar kepala sekolah SMP 3 Mutiara. 

Dalam sambutannya Pj. Bupati Pidie menyampaikan "ucapan terima kasih kepada team Paskibraka yang telah menyukseskan Upacara HUT RI 77 dengan khidmat". 

Lanjutnya "Ucapan terima kasih kepada Ananda Akhyar yang telah menjadi Pahlawan Cilik pada Perayaan HUT RI 77 di SMP 3 Mutiara. Semoga bisa menginspirasi anak-anak lain untuk menjadi untuk cinta tanah air". 

Diakhir sambutannya Pj. Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si berpesan "jangan pernah tanyakan apa yang negera berikan buat aku, tetapi tanyakan apa yang aku berikan buat negara". 

Dalam unggahan Vidio Akhyar memanjat tiang yang di unggah pada akun facebook Rifka Z Salman telah di tonton sebanyak 3 ribu, like sebanyak 224 dan share sebanyak 208 kali.

Ketua RTIK Pidie Zikrillah M.Pd Pada Saat Menyampaikan Sambutan Kegiatan Seminar Leterasi Digital

RTIK PIDIE, SIGLI - Menuju Masyarakat Gampong melek digital Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Aceh selenggarakan seminar Literasi Digital Saweu Gampong di ruang kampus PTI Al-Hilal Sigli. Selasa, 16 Agustus 2022. 

Acara kolaborasi diselenggarakan oleh Kominfo & Siberkreasi, didukung oleh RTIK Aceh dan RTIK Kabupaten Pidie dihadiri 140 peserta dari kalangan mahasiswa, unsur gampong, pelaku UMKM dan masyarakat umum turut pula dihadiri Drs. Abdul Manaf M.Pd selaku ketua 1 bidang Akademik PTI Al-Hilal Sigli dan dibuka langsung oleh Kadis Kominfo dan Persandian Kabupaten Pidie Muhammad Fadhil, S.Kom, M.Kom. 

Zikrul Khalid, ST. MT selaku Wakil Ketua RTIK Kabupaten Pidie dan Dosen Universitas Jabal Ghafur Sigli masyarakat diharapkan agar lebih beretika dalam menggunakan media sosial di era digital.

Fakhrullah Maulana lebih akrab disapa Bang Maul, saat mengisi materi mengatakan, Dunia digital ini tidak ada yang aman 100%, yang bisa kita lakukan adalah mengurangi resikonya sedapat mungkin untuk menjaga diri dan keluarga kita dari dunia digital. 

“Keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan, sedikit ribet dan waspada akan membuat kita lebih aman di dunia digital,” tuturnya Bang Maul.

Zikrillah M.Pd ketua RTIK Kabupaten Pidie mengatakan, seminar ini sangat diperlukan untuk masyarakat pidie yang selama ini warga pidie terutama ibu-ibu bahkan mahasiswa sudah menjadi korban penipuan di Media Sosial dengan iming-iming undian paket dan sejenisnya.

“Ilmu yang diajarkan semoga bisa diterapkan dalam sehari-sehari, seperti kasus klik link undian yang ada di iklan pada website, media sosial. Alhamdulillah materi yang disampaikan membuka pikiran para peserta untuk tidak klik link iming-iming undian berhadian,” tuturnya.

Ia melanjutkan, seperti materi yang disampaikan ketua RTIK Aceh, Malware (Malicious Software) itu adalah perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam, bisa mencuri informasi pribadi milik kita atau uang dari pemilik perangkat. Jenis-jenis Malware itu seperti, Virus, Worm, Trojan Horse, Ransomware dan Spyware/Adware jenis malware yang sangat berbahaya,” tuturnya

Zikrillah M.Pd Ketua Relawan TIK Kabupaten Pidie berharap Kementerian Kominfo melalui siberkreasi dapat lebih sering untuk mengadakan kegiatan serupa di kabupaten pidie untuk meliterasikan masyarakat kabupaten pidie,” tutupnya.


RTIK PIDIE, JAKARTA, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi pengajuan permohonan akses internet, BTS, satelit dan fiber optik online. Aplikasi Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi (PASTI) itu disediakan untuk mempermudah permohonan dari masyarakat dan pemerintah.

Kominfo-Pasti-BAKTI-e-USO
Kominfo-Pasti-BAKTI-e-USO


“PASTI atau elektronik USO (e-USO) akan memudahkan pengajuan permohonan dengan format isian yang seragam beserta cara mengisinya,” jelas Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo, Danny Januar dalam Peluncuran Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi (PASTI) di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (07/12/2018) pagi.

Menurut Danny, pemerintah daerah yang sudah memiliki akun akan jauh lebih mudah karena dapat memantau setiap tahapan pengajuan.

“Disamping itu, dengan e-USO maka masing-masing pemerintah daerah sudah memiliki akun sehingga memudahkan untuk pengajuan, dan akan terlihat tahapan-tahapan yang telah dilakukan untuk pengajuan. Sehingga tidak perlu bertanya-tanya bagaimana kelanjutan pengajuannya,” papar Danny.

Menurut Danny Januar, aplikasi PASTI dapat diakses melalui tautan www.pasti.baktikominfo.id. Dengan sistem informasi itu setiap pemohon akan dapat mengajukan dan memantau permohonan secara digital. “Dan aplikasi ini menjadi fitur cerdas yang turut membantu internal BAKTI Kominfo dalam pencapaian hasil pekerjaan yang efektif, efisien, aman serta transparan,” ujar Danny.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) merupakan unit organisasi noneselon di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menerapkan pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. BAKTI bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal, dan dipimpin oleh Direktur Utama.

BAKTI bertugas untuk melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika.

Selama 2015-2018, BAKTI telah membangun BTS di 800 lokasi yang tersebar di 100 kabupaten, dengan berhasil menyelesaikan 97% perjanjian pinjam pakai lahan BTS USO yang terbangun di 2015-2017 dan 79% perjanjian pinjam pakai lahan BTS USO yang terbangun pada 2018.

Privasi adalah kemampuan diri atau kelompok untuk menentukan dan menjaga apakah data pribadinya boleh atau tidak untuk diketahui oleh pihak lain. Sedangkan yang dimaksud dengan data pribadi adalah setiap data elektronik maupun non-elektronik, baik tersendiri ataupun dikombinasikan dengan data lain, akan dapat secara unik mengidentifikasikan individu atau orang tertentu. 


Contoh data pribadi tersebut semisal nama lengkap, nomor NIK/KK, nomor ponsel, alamat e-mail, akun media sosial, alamat rumah, tanggal/bulan/tahun kelahiran, nama ibu kandung, rekam medis, rekam biometrik, catatan transaksi perbankan, dan banyak lagi. Pemilik data pribadi kita sesungguhnya tak lain adalah diri kita sendiri, namun dimungkinkan pengumpulan, pengelolaan dan pemanfaatannya dilakukan oleh pihak lain.

Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungandari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi – Pasal 28G UUD 1945
Mengapa data pribadi harus dilindungi :



Tiga (3) hal pokok yang perlu kita pahami untuk menjaga data pribadi kita maupun orang lain di Internet:

  • Pertimbangkan dengan benar ketika akan memberikan data pribadi diri sendiri, anggota keluarga ataupun milik orang lain baik secara online maupun offline kepada pihak manapun. Tanyakan atau bacalah terlebih dahulu maksud serta tujuan permintaan data pribadi tersebut dan pertimbangkan resikonya. Bersikaplah kritis atas tawaran apapun.
  • Ketika menggunakan media sosial, batasi data pribadi yang kita posting di Internet. Data pribadi tersebut bisa berupa teks, foto ataupun video.
  • Pelajari dan pahami teknologi yang kita gunakan, baik itu gadget maupun layanan online seperti seperti media sosial. Aktifkan fitur perlindungan privasi sesuai dengan kebutuhan kita, jangan dibiarkan diset “default” karena bisa merugikan kita.
Kita perlu juga menjaga agar media sosial maupun gawai yang kita gunakan sehari - hari tidak lantas
“membocorkan” data pribadi kita ke pihak lain. Berikut ini adalah contoh bagaimana kita mengatur privasi kita dilayanan Google pada ponsel berbasis Android.


Pada langkah ke-6, silakan lanjutkan dengan mengatur sesuai kebutuhan masing-masing.

Sumber : ICT Watch



RTIKPIDIE.OR.ID - Secara umum hoaks didefinisikan sebagai berita bohong atau kabar palsu yang tidak memiliki sumber kredibel dan sengaja dilakukan dengan tujuan menipu seolah sebagai suatu kebenaran. 



UNESCO membagi hoaks menjadi tiga (3) hal: 

  1. Misinformasi adalah informasi yang memang tidak benar atau tidak akurat, namun orang yang menyebarkannya berkeyakinan bahwa informasi tersebut dapat dipercaya. Bisa jadi tidak ada tujuan buruk bagi mereka yang turut menyebarkan konten tipe ini, selain sekedar untuk “mengingatkan” atau “berjaga-jaga”.
  2. Disinformasi adalah informasi yang tidak benar dan memang sengaja direkayasa (dibuat-buat) sedemikian rupa oleh pihak-pihak yang berniat membohongi masyarakat atau mempengaruhi opini publik dan lantas mendapatkan keuntungan tertentu darinya. 
  3. Malinformasi adalah informasi yang memang memiliki cukup unsur kebenaran, baik berdasarkan  penggalan atau keseluruhan fakta obyektif. Namun penyajiannya dikemas sedemikian rupa untuk merugikan bagi pihak lain, ketimbang berorientasi pada kepentingan publik. Beberapa bentuknya  semisal pelecehan (verbal), ujaran kebencian dan diskriminasi, serta penyebaran informasi hasil pelanggaran privasi dan data pribadi. 



Selain itu, berita atau kabar yang dapat dianggap tidak benar juga dapat dikategorikan berdasarkan bentuk dan tujuan pembuatannya, dengan dibagi atas tujuh (7) kategori sebagai berikut :

Agar kita dapat menjaga diri dari hoaks dan sekaligus melawannya, maka berikut ini adalah beberapa caranya:


.
Agar kita dapat menjaga diri dari hoaks dan sekaligus melawannya, maka berikut ini adalah beberapa caranya:

  • Baca, baca, baca! Setiap informasi yang tersaji perlu dibaca secara utuh. Jangan mengambil kesimpulan hanya dari sepotong-sepotong saja.
  • Berpikir kritis, logis dan jernih ketika mendapatkan sebuah informasi. Jangan mudah baper atau terpancing, karena hoaks kerap dibuat untuk menyinggung emosi.
  • Tabayyun, cek, ricek dan kroscek kembali setiap informasi yang kita terima. Pastikan sumbernya adalah pihak yang kredibel.
  • Tahan jempol, Saring sebelum Sharing. Tidak semua informasi yang walaupun benar faktanya, tetapi pantas / layak untuk disebarkan.
  • Ingatkan kawan atau saudara kita untuk tidak menyebarkan hoaks walau tanpa sengaja. Jika ragu atas suatu informasi, tanyakan secara japri/ terbatas.
Jika ingin memeriksa fakta suatu informasi atau ingin melaporkan adanya berita / kabar hoaks, silakan gunakan informasi di bawah ini.


Sumber : ICT Watch

Di era yang serba digital dan terhubung ke internet ini, gampong sebagai salah satu bagian penting dalam perkembangan masyarakat sangat perlu untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Pasalnya, desa juga perlu mendapatkan asupan informasi dalam setiap gerak zaman agar dapat memenuhi kebutuhannya dan mendapatkan manfaatnya.

blangdhod.desa.id - website resmi gampong blang dhod
blangdhod.desa.id - website resmi gampong blang dhod

Oleh karena itu, ada beberapa alasan mengapa pembuatan website gampong sangatlah penting bagi masyarakat yang ada di gampong dan berikut adalah beberapa alasan yang mendukung terselenggaranya arus informasi sehat dalam desa melalui website milik gampong yang terarah dan juga konstruktif bagi warga.

1. Informasi Lokal

Beberapa tahun yang lalu, kebutuhan akan informasi diperoleh dari televisi dan untuk informasi lokal didapat melalui siaran radio lokal. Namun, ada keterbatasan pada media tersebut yakni sulit untuk dibagikan kepada mereka yang tidak mendengar atau melihatnya. Oleh karena itulah, website gampong perlu untuk dibuat sebagai pusat informasi lokal.

Website gampong sebagai arus informasi lokal juga bisa dimanfaatkan sebagai poros informasi dari perangkat gampong  terhadap warga gampong. Segala bentuk sosialisasi, undangan, dan berbagai macam informasi dan kepentingan lainnya bisa disampaikan dengan menggunakan website ini sehingga warga dapat menjangkaunya kapan saja.

2. Upaya Keamanan dan Menangkal Berita Bohong

Selain sebagai media yang memberikan berbagai macam arus informasi lokal, website gampong juga dapat digunakan sebagai pusat informasi untuk koordinasi keamanan gampong yang bermanfaat untuk menjaga keamanan gampong.

Sudah menjadi rahasia umum apabila berita bohong atau yang disebut sebagai hoax sangat masif berkembang di internet. Apabila hal tersebut sangatlah vital bisa mengakibatkan berbagai macam dampak negatif bagi gampong. Karena, arus informasi melalui internet memiliki sifat arus yang sangat deras dan tidak dapat dibendung kecuali dengan konfirmasi.

3. Media Silaturahmi

Karena dimiliki oleh pihak yang terbatas, website gampongjuga bisa dimanfaatkan sebagai media silaturahmi antara perangkat gampong dengan warganya. Pesan-pesan dari kepala desa bisa disampaikan secara masif dari atas kepada warga gampong. Dengan demikian, desa selalu dapat terhubung satu dan lainnya.

4. Sarana Peningkatan SDM Gampong

Selain sebagai arus media informasi lokal, sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan juga menangkal berita bohong, media silaturahmi, website gampong juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan SDM Gampong. Bahkan ketika warga desa mulai mampu untuk mendapatkan informasi dari website sudah ada peningkatan SDM.

Peningkatan SDM gampong yang diincar adalah penggunaan website sebagai media yang menyediakan berbagai asupan yang sesuai dengan karakteristik gampong. Asupan yang bisa diberikan untuk warga desa bisa berupa pelatihan melalui video guna yang berhubungan dengan pekerjaan warga gampong seperti seputar pertanian, peternakan, dan lain-lain.

Itulah beberapa alasan yang sudah tentu akan memberikan manfaat pada desa apabila gampong mulai mengandalkan website gampong sebagai sarana dan media untuk beberapa hal yang dibutuhkan. Website tersebut dapat dibangun secara koordinatif melalui karang taruna atau pihak lain yang memiliki kompetensi dalam bidangnya.

Dengan adanya website gampong, diharapkan masyarakat gampong  juga dapat melek IT atau dapat memahami bahwa IT atau internet dan arus informasi bisa dimanfaatkan selama mengetahui batasan batasannya. Dengan demikian desa diharapkan mampu berkembang lebih maju dan tentunya warganya dapat lebih sejahtera dan makmur.

Diolah dari : berdesa.com



Ayo Siskamling Digital !, Kalau ketemu konten negatif yang isinya hoaks, hasut, fitnah, yang kemungkinan bakal meningkat di tahun politik ini, sebenarnya kita bisa menjadi masyarakat yang partisipatif untuk mengurangi konten negatif tersebut.

Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan (dan ini bisa dipilih salah satu atau beberapa sekaligus, tergantung situasi kondisi)

Ayo Siskamling Digital !


1) Lapor/Report di Platform.


Facebook, Twitter, Instagram sudah menyediakan menu untuk melaporkan konten negatif, mau itu hoaks, pornografi, hate speech dan semacamnya.

Ada kalanya platfom bisa menghapus konten itu secara langsung, atau 3dr party fact checker akan melabeli konten itu sehingga ada warning buat masyarakat jika ingin melihat atau mempercayai konten tersebut.


2) Lapor di Aduankonten.ID yang dikelola Kementrian Kominfo



Kita disana bisa buat akun, dengan email dan identitas. Dan kita bisa melaporkan konten negatif yang kita temukan. Laporan ini akan masuk dalam desk tim aduankonten, dimana nanti tim aduankonten ini bisa menindaklanjuti dengan meminta platform untuk menurunkan konten, atau memasukkan situs dalam pemblokiran.


3) Lapor melalui Bawaslu


Untuk konten negatif terkait dengan Pemilu, Bawaslu membuka pintu pelaporan dari level Kabupaten hingga Pusat. Yang paling mudah adalah menggunakan form pelaporan yang tersedia di bawaslu.typeform.com/to/mrhzR8


4) Lapor melalui Mafindo


Masyarakat Anti Fitnah Indonesia juga membuka pintu laporan konten negatif dari masyarakat melalui Group Diskusi Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax di Facebook. https://www.facebook.com/groups/fafhh/

Atau juga melalui form Lapor-Hoax yang ada di website: https://turnbackhoax.id/lapor-hoax/

5) Lapor melalui aplikasi Patroli Siber


Untuk konten negatif yang berpotensi melanggar hukum pidana, Bareskrim Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri juga menyediakan aplikasi Patroli Siber yang bisa didownload di Playstore untuk smartphone.


Yok jangan hanya jadi netijen yang hanya ngomel, mari aktif membersihkan konten negatif di sekitar kita !


RTIK PIDIE – Tidak pernah dibayangkan oleh bapak Martoyo dan Ibu Suyinah dari Desa Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah dengan Anaknya Adinah di salah satu Gampong dalam Kabupaten Pidie -Aceh. 

Media Sosial Pertemukan Keluarga yang Telah Terpisah Selama 21 Tahun


Ceritanya melalui media sosial terjadilah pertemanan antara facebook Navis Haidar dengan Facebook Gampong Keutapang Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie, merka saling sapa menyapa sebatas teman akhirnya mareka memintak tolong bantu mencari info keluarganya di Aceh. 

Dengan berbekal alamat yang di kirim oleh saudari Navis Haidar , maka di carilah info sesama para Keuchik untuk menayakkan Nama Adinah pada Keuchik tersebut apakah ada terdaptar data kependudukan, akhirnya dengan Izin Allah SWT dapat informasi dari salah satu Keuchik bahawa nama yang di kirim tersebut ada di salah satu gampong 

Adinah, merupakan seorang Ibu Rumah Tangga yang berasal dari Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah dan tinggal tinggal di salah satu gampong dalam Kabupaten Pidie, telah berpisah selama 21 tahun dengan keluarganya, sebelunya mareka saling kontak melalui wartel tapi saat bencana alama gempa bumi dan tsunami terjadi keduanya putus kontak. Keluarga di Jawa khawatir tentang anaknya saat terjadi Tsunami di Aceh, tapi Allah Maha Kuasa dan berkendak mempetemukan dapat mempertemu kembali dengan sanak familinya Adinah yang kini menetap di Kabupaten Pidie dan di Jawa Tengah. 

Keluarga bapak Martoyo dan Ibu Suyinah dari Desa Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu Kab Banjarnegara Provinsi Jawa untungnya ingat untuk mencari alamat Ibu Adinah datang ke Kantor Kelurahan untuk mencari surat-surat data pernikahan maka di temulah alamatnya dan di kirimlah alamat tersebut ke Gampong Keutapang yang dikirimkan oleh Navis keluarga dari bapak Bapak Martoyo dari Jawa Tengah. Siapa sangka, setelah 21 tahun tanpa kabar, Adinah dapat menjalin tali hubungan kembali dengan kedua orang Tuanya yang telah lama hilang kontak komunikasi. 

"Pertemuan kembali dengan sanak family yang ada di Aceh dengan yang di Jawa memang bisa dibilang sangat tidak disangka. Dalam prosesnya, saya banyak dibantu oleh teman saya Ibu Ruhamah Bides di salah satu Gampong di Kec. Indrajaya yang saat ini juga menjadi istri Keuchik yang ikut membantu mencari alamatnya di Banda Aceh ibu Kota Provinsi Aceh yang lama perjalanan darat selama 2 jam 30 Menit” Kata Iswandi anggota Relawan TIK Pidie 

Iswandi menambahkan "waktu itu saya bilang ke salah satu Ibu Kades/Keuchik , kalau saya di mintak tolong untuk melacak alamat saudaranya di Aceh. Masih bisa dilacak tidak ya?. 

Wah bagaimana rasanya bertemu saudara-saudara yang rasanya sudah sangat jauh itu pasti terharu, setelah yakin Ibu Bides bisa membantu mareka melacak alamat Ibu Adinah, Setelah Bu Bides ketemu dengan Ibu Adinah maka mareka menelpon Gampong Keutapang dan gampong Keutapang menelpon keluarganya yang ada di Jawa Tengah untuk saling berkomunikasi kedua keluarganya akhirnya ketemu. 

Momen mengharukan pun terjadi. Meski baru sekedar kontak via WA maupun facebook, keluarga Martoyo merasa sangat senang bisa bertemu kembali dengan Adinah, Karena reuni ini, Kami sangat bahagia dan terharu menangis melihat kedua Keluarga ini dapat kami persatu kembali, salam Persahabatan dari Kami. Semoga Allah SWT tetap menjaga Tali silaturrahmi. Antara Jawa Tengah dan Aceh” Ujar Iswandi melalui akun Facebook Gampong Keutapang 06 Januari 2018. 

RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}