.

Semuel Abrijani Pangerapan luncurkan Sideka NG dalam agenda penutupan Gerakan Menuju Smart City 2021

RTIK PIDIE - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mensosialisasikan aplikasi Sistem Informasi Desa dan Kawasan New Generation (Sideka-NG) , Selasa (14/12/2021).

Sosialisasi dilakukan di tengah penutupan Gerakan Menuju Smart City 2021, yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Sebagai informasi, Sideka-NG merupakan aplikasi yang membantu pengelolaan layanan publik serta pemerintahan secara digital bagi tingkat desa dan kecamatan.

Sideka akan menjadi sarana implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bagi desa dan kecamatan. Pemanfaatan aplikasi ini juga menjadi pendorong transformasi digital desa dan kecamatan.

Pada acara tersebut Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan pentingnya desa dan kecamatan memanfaatkan aplikasi ini.

Menurutnya, pembangunan berbasis smart city harus dimulai dari sektor terkecil, yakni desa dan kecamatan. Transformasi digital yang dilakukan oleh desa dan kecamatan akan menjadi fondasi dalam perwujudan smart city secara nasional.

“Kalau kita ingin punya smart city, maka kita harus punya smart village. Dengan terbangunnya smart village, transformasi digital Indonesia yang lebih luas akan lebih cepat,” ungkap Semuel.

Ia pun menjelaskan dua modul utama dalam aplikasi Sideka generasi terbaru. Modul pertama adalah Layanan Desa, sementara modul kedua adalah Website Desa

Desa atau kecamatan yang ingin memanfaatkan dua modul dalam Sideka generasi terbaru, kata Semuel, tidak perlu menyiapkan dana khusus dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Setiap desa dan kecamatan dapat memanfaatkan aplikasi yang disediakan Kemenkominfo tersebut secara cuma-cuma

Pejabat desa atau kecamatan dapat langsung mengajukan implementasi Sideka di wilayahnya ke pemerintah kota/kabupaten.  

“Kalau dahulu aplikasi ini diberikan dari pusat ke desa, sekarang kota/kabupaten menjadi jembatan untuk menyalurkan Sideka generasi terbaru ke desa atau kecamatan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa hosting dan training dalam pemanfaatan Sideka tetap dilakukan oleh Kemenkominfo.

Nantinya, proses implementasi Sideka NG oleh desa-desa di seluruh Indonesia juga akan dibantu oleh sejumlah kementerian terkait, yaitu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes), dan Satu Data Indonesia.

Melalui Sideka NG, Semuel berharap, Indonesia dapat segera mewujudkan kota dan negara pintar guna menjawab tantangan digital di masa depan.

“Semoga Indonesia bisa menjadi negara yang siap dengan berbagai tuntutan digital,” imbuhnya

Pada kesempatan yang sama, Kemenkominfo juga menggelar webinar bertajuk “Cara Strategis Meningkatkan Citra Kota dan Kawasan Wisata”. Webinar tersebut membahas tentang kesiapan informasi dan teknologi (ICT) untuk mewujudkan smart city.

Agenda tersebut dihadiri oleh Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Leonardo Adypurnama, Pakar City Branding Hermawan Kartajaya, CEO Citiasia Farid Subkhan, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut, Hermawan Kartajaya menyatakan bahwa salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk menciptakan smart city adalah dengan melakukan branding. Pasalnya, suatu kota/kabupaten di wilayah pariwisata akan sulit bersaing jika tidak memiliki identitasnya sendiri.

“Kalau suatu kota atau wilayah destinasi tidak di branding, saingannya itu banyak. Jadi branding itu ibarat mangkuk, mewadahi produk supaya bisa bercampur dengan konsumen di dalamnya,” tegas Hermawan.

Senada dengan Hermawan, Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa sektor pariwisata Indonesia masih tertinggal dari negara Asia lainnya.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi wisata besar tetapi masih kurang dalam hal implementasi. Begitu pula dengan pemanfaatan teknologi untuk mendorong kesadaran wisatawan akan adanya destinasi lain di Indonesia selain Pulau Bali.

“Posisi kita (Indonesia) masih tertinggal dari Singapura dan Malaysia terkait kualitas destinasi wisata,” ujar Sandiaga.

Pemerintah pusat melakukan beragam upaya dalam mendukung perwujudan pembangunan berbasis smart city, terutama di kawasan wisata.

Upaya dimulai dari adanya infrastruktur yang memadai, hingga kecakapan masyarakat dalam menggunakan fasilitas dan teknologi yang ada.

“Fokus kita harus diutamakan pada information and technology readiness (ICT readiness). Baik pada lima destinasi superprioritas maupun destinasi prioritas,” ujarnya.

Langkah tersebut, kata Sandiaga, bisa tempuh dengan cara kolaborasi. Artinya, berbagai pihak, baik dari swasta maupun kementerian harus berembuk untuk membuat strategi yang tepat guna.

Menanggapi paparan Sandiaga, Leonardo Adypurnama menyatakan bahwa Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) juga ikut berpartisipasi dalam merancang program pemampu (enabler) bertajuk “Integrated Tourism Master Plan” untuk mewujudkan daya saing pariwisata.

“Indonesia bekerja sama dengan bank dunia untuk menentukan supply dan demand yang ada di lapangan. Lewat cara ini, Indonesia bisa tahu cara apa yang perlu dan bisa dilakukan untuk menarik wisatawan mancanegara,” ungkap Leonardo.

Dengan rencana tersebut, diharapkan Bappenas bersama kementerian lainnya mampu mendongkrak minat wisatawan mancanegara sehingga ekonomi dapat segera pulih.

“Rencana besarnya, Indonesia mampu menarik kembali minat wisatawan mancanegara. Ketika hal itu terjadi, destinasi pariwisata pun sudah siap dengan dengan sejumlah infrastruktur yang memadai,” imbuhnya.

Sumber : nextren.grid.id



RTIK PIDIE, JAKARTA, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan aplikasi pengajuan permohonan akses internet, BTS, satelit dan fiber optik online. Aplikasi Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi (PASTI) itu disediakan untuk mempermudah permohonan dari masyarakat dan pemerintah.

Kominfo-Pasti-BAKTI-e-USO
Kominfo-Pasti-BAKTI-e-USO


“PASTI atau elektronik USO (e-USO) akan memudahkan pengajuan permohonan dengan format isian yang seragam beserta cara mengisinya,” jelas Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Kominfo, Danny Januar dalam Peluncuran Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi (PASTI) di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (07/12/2018) pagi.

Menurut Danny, pemerintah daerah yang sudah memiliki akun akan jauh lebih mudah karena dapat memantau setiap tahapan pengajuan.

“Disamping itu, dengan e-USO maka masing-masing pemerintah daerah sudah memiliki akun sehingga memudahkan untuk pengajuan, dan akan terlihat tahapan-tahapan yang telah dilakukan untuk pengajuan. Sehingga tidak perlu bertanya-tanya bagaimana kelanjutan pengajuannya,” papar Danny.

Menurut Danny Januar, aplikasi PASTI dapat diakses melalui tautan www.pasti.baktikominfo.id. Dengan sistem informasi itu setiap pemohon akan dapat mengajukan dan memantau permohonan secara digital. “Dan aplikasi ini menjadi fitur cerdas yang turut membantu internal BAKTI Kominfo dalam pencapaian hasil pekerjaan yang efektif, efisien, aman serta transparan,” ujar Danny.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) merupakan unit organisasi noneselon di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menerapkan pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. BAKTI bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal, dan dipimpin oleh Direktur Utama.

BAKTI bertugas untuk melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika.

Selama 2015-2018, BAKTI telah membangun BTS di 800 lokasi yang tersebar di 100 kabupaten, dengan berhasil menyelesaikan 97% perjanjian pinjam pakai lahan BTS USO yang terbangun di 2015-2017 dan 79% perjanjian pinjam pakai lahan BTS USO yang terbangun pada 2018.


RTIK PIDIE, SIGLI  - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) III tahun 2019 Tingkat Gampong Ulee Tutue Kecamatan Peukan Baro Kab. Pidie berlangsung sukses dan meriah.

Dimana, Keuchik Gampong Ulee Tutue, Harmawan, ST, resmi membuka MTQ III Tingkat Gampong Ulee Tutue, pada Minggu (22/12/2019) malam, yang dipusatkan di Halaman meunasah Gampong Ulee Tutue, pelaksanaan MTQ selama 6 malam. 

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) III tahun 2019 Tingkat Gampong Ulee Tutue Kecamatan Peukan Baro Kab. Pidie


Keuchik Gampong (Kades) Ulee Tutue, Harmawan S.T mengatakan pelaksanakan MTQ akan dilaksanakan 1 tahun sekali tiap tahun

Ia menambahakan, MTQ tingkat Gampong Ulee Tutue yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017, dan ini pelaksanaan MTQ yang ketiga kalinya di laksanakan selama ia menjabat, mendapat respon positif semua tokoh masyarakat, tokoh agama, Para Pemuda dan pemudi gampong serta masyarakat Ulee tutue. Bahkan, kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari perangkat Gampong.

“MTQ yang kita laksanakan ini selain menjaring Qari dan Qariah yang dipersiapkan untuk di MTQ tingkat Kecamatan Peukan Baro sehingga dapat mewakili Kecamatan Peukan Baro pada MTQ ke 36 Tingkat Kabuaten Pidie 2020 di laksanakan di Kecamatan Padang Tiji di perkirakan pada bulan Juni atau Juli, ini sebagai bentuk menyemarakan Syiar Islam,” kata Harmawan, ST

Dirinya ‎berharap, mulai anak-anak, remaja dan orang tua bisa kembali gemar baca Al Quran, sebagai bentuk tingkatkan keimanan dan ketaqwaan umat muslim di muara Singoan, selain itu juga menyeleksi Qari-Qariah nantinya utusan Gampong untuk lomba MTQ Tingkat Kecamatan Peukan Baro

“Kita yakin melalui MTQ masyarakat Gampong Ulee Tutue akan gemar membaca al-quran dan‎ mengamalkannya, semoga saja Gampong Ulee Tutue mendapat berkah,” imbuhnya.

Abi Sykur A. Rahman Ketua Penyelenggara MTQ III Tingkat Gampong ulee Tutue mengatakan bahwa pelaksana MTQ ini untuk menguji dan mencari bakat para kader-kader gampong untuk mengikuti MTQ tingkat kecamatan bahkan sehingga dapat mengikuti MTQ Tingkat kabupaten mewakili Kecamatan.

Untuk tahun ini Para Dewan Hakim kami mengundang dari luar Kecamatan, dari luar kemukimanan dan juga keikut sertakan dewan hakim yang ada di gampong Ulee tutue untuk member penilaian kepada para peserta MTQ, bahkan peserta MTQ bukan saja bersala dari gampong Ulee tutue ada juga yang dari Gampong tentangga yang mengikuti Pengajian di Dayah nurul Iman Gampong Ulee Tutue. Imbunya.

Cabang perlombaan pada MTQ sebagai berikut. Cab. Azan, Cab, tahfiz, cab. Tilwah, Cerdas Cermat, Pidato, Sifat 20, Praktek shalat, bahkan untuk tahun ini kami juga memperlombaan cabang baru yang di perlombakan pada Even MTQ Kabupaten maupun Provinsi yaitu MMQ.

Iskandar Affan, S.Pd.i yang juga Plt. mantan Kadis syari’at islam Pidie dalam bimbingan dan arahan kepada para peserta MTQ sekaligus juga melantik Para dewan hakim MTQ mengatakan. Bahwa dengan adanya Dana Gampong (Dana Desa ) sudah seharusnya seluruh gampong untuk melaksankan MTQ Tingkat Gampong. Sehingga tidak ada alasan gampong tidak melaksanakan MTQ. Karena Para Peserta MTQ akan melantunkan ayat-ayat suci Al-qur’an sehingga membawa berkah kepada gampong.

Saat memberi arahan dan kata sambutan beliau saat terharu atas kepedulian pak keuchik melaksanakan MTQ Tingkat gampong dan ini perlu di contohkan kepada Gampong lain.

Dari Pelaksanaan MTQ ini akan lahir kader kader yang mampu mewakili Kecamatan di Tingkat Kabupaten harapannya (Ismi Lamkumudoe)

#Penulis Ismi Lamkumudoe
Kasi Seni Budaya, Syiar, budaya dan PHBI Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie dan Anggota Relawan TIK Pidie Bidang Advokasi dan Hukum.

Privasi adalah kemampuan diri atau kelompok untuk menentukan dan menjaga apakah data pribadinya boleh atau tidak untuk diketahui oleh pihak lain. Sedangkan yang dimaksud dengan data pribadi adalah setiap data elektronik maupun non-elektronik, baik tersendiri ataupun dikombinasikan dengan data lain, akan dapat secara unik mengidentifikasikan individu atau orang tertentu. 


Contoh data pribadi tersebut semisal nama lengkap, nomor NIK/KK, nomor ponsel, alamat e-mail, akun media sosial, alamat rumah, tanggal/bulan/tahun kelahiran, nama ibu kandung, rekam medis, rekam biometrik, catatan transaksi perbankan, dan banyak lagi. Pemilik data pribadi kita sesungguhnya tak lain adalah diri kita sendiri, namun dimungkinkan pengumpulan, pengelolaan dan pemanfaatannya dilakukan oleh pihak lain.

Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungandari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi – Pasal 28G UUD 1945
Mengapa data pribadi harus dilindungi :



Tiga (3) hal pokok yang perlu kita pahami untuk menjaga data pribadi kita maupun orang lain di Internet:

  • Pertimbangkan dengan benar ketika akan memberikan data pribadi diri sendiri, anggota keluarga ataupun milik orang lain baik secara online maupun offline kepada pihak manapun. Tanyakan atau bacalah terlebih dahulu maksud serta tujuan permintaan data pribadi tersebut dan pertimbangkan resikonya. Bersikaplah kritis atas tawaran apapun.
  • Ketika menggunakan media sosial, batasi data pribadi yang kita posting di Internet. Data pribadi tersebut bisa berupa teks, foto ataupun video.
  • Pelajari dan pahami teknologi yang kita gunakan, baik itu gadget maupun layanan online seperti seperti media sosial. Aktifkan fitur perlindungan privasi sesuai dengan kebutuhan kita, jangan dibiarkan diset “default” karena bisa merugikan kita.
Kita perlu juga menjaga agar media sosial maupun gawai yang kita gunakan sehari - hari tidak lantas
“membocorkan” data pribadi kita ke pihak lain. Berikut ini adalah contoh bagaimana kita mengatur privasi kita dilayanan Google pada ponsel berbasis Android.


Pada langkah ke-6, silakan lanjutkan dengan mengatur sesuai kebutuhan masing-masing.

Sumber : ICT Watch



RTIKPIDIE.OR.ID - Secara umum hoaks didefinisikan sebagai berita bohong atau kabar palsu yang tidak memiliki sumber kredibel dan sengaja dilakukan dengan tujuan menipu seolah sebagai suatu kebenaran. 



UNESCO membagi hoaks menjadi tiga (3) hal: 

  1. Misinformasi adalah informasi yang memang tidak benar atau tidak akurat, namun orang yang menyebarkannya berkeyakinan bahwa informasi tersebut dapat dipercaya. Bisa jadi tidak ada tujuan buruk bagi mereka yang turut menyebarkan konten tipe ini, selain sekedar untuk “mengingatkan” atau “berjaga-jaga”.
  2. Disinformasi adalah informasi yang tidak benar dan memang sengaja direkayasa (dibuat-buat) sedemikian rupa oleh pihak-pihak yang berniat membohongi masyarakat atau mempengaruhi opini publik dan lantas mendapatkan keuntungan tertentu darinya. 
  3. Malinformasi adalah informasi yang memang memiliki cukup unsur kebenaran, baik berdasarkan  penggalan atau keseluruhan fakta obyektif. Namun penyajiannya dikemas sedemikian rupa untuk merugikan bagi pihak lain, ketimbang berorientasi pada kepentingan publik. Beberapa bentuknya  semisal pelecehan (verbal), ujaran kebencian dan diskriminasi, serta penyebaran informasi hasil pelanggaran privasi dan data pribadi. 



Selain itu, berita atau kabar yang dapat dianggap tidak benar juga dapat dikategorikan berdasarkan bentuk dan tujuan pembuatannya, dengan dibagi atas tujuh (7) kategori sebagai berikut :

Agar kita dapat menjaga diri dari hoaks dan sekaligus melawannya, maka berikut ini adalah beberapa caranya:


.
Agar kita dapat menjaga diri dari hoaks dan sekaligus melawannya, maka berikut ini adalah beberapa caranya:

  • Baca, baca, baca! Setiap informasi yang tersaji perlu dibaca secara utuh. Jangan mengambil kesimpulan hanya dari sepotong-sepotong saja.
  • Berpikir kritis, logis dan jernih ketika mendapatkan sebuah informasi. Jangan mudah baper atau terpancing, karena hoaks kerap dibuat untuk menyinggung emosi.
  • Tabayyun, cek, ricek dan kroscek kembali setiap informasi yang kita terima. Pastikan sumbernya adalah pihak yang kredibel.
  • Tahan jempol, Saring sebelum Sharing. Tidak semua informasi yang walaupun benar faktanya, tetapi pantas / layak untuk disebarkan.
  • Ingatkan kawan atau saudara kita untuk tidak menyebarkan hoaks walau tanpa sengaja. Jika ragu atas suatu informasi, tanyakan secara japri/ terbatas.
Jika ingin memeriksa fakta suatu informasi atau ingin melaporkan adanya berita / kabar hoaks, silakan gunakan informasi di bawah ini.


Sumber : ICT Watch


PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Banda Aceh memberikan kesempatan berkarir dengan membuka lowongan kerja untuk bergabung bersama PT. Pos Indonesia (Persero) Banda Aceh sebagai tenaga Frontliner. 

Lowongan Kerja PT Pos Indonesia (Persero) Banda Aceh


Peryaratan Umum : 

  1. Warga Negara Republik Indoensia
  2. Berlakuan Baik dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) 
  3. Bebas dari Penggunaan Narkoba dan Obat Psikotropika, serta tidak dalam proses pengusutan terhadap satu pelanggaran dengan pihak yang berwajib karena tindakan kriminal atau penggunaan obat-obat telarang yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan Surat Keterangan Bebas Narkoba dari Kepolisian/ Rumah Sakit. 
  4. Sehat Jasmani dan Rohani dibuktikan dengan surat keterangan Dokter. 
  5. Berpenampilan menarik dan berdidikasi tinggi. 

Persyaratan Khusus : 

  1. Pendidikan minimal D3 (PTN / PTS terakretasi)
  2. Mampu mengoperasikan komputer (minimal Ms. Office dan Ms Excel) 
  3. Nilai IPK minimal 2.75 
  4. Usia maksimal 25 tahun (belum berulang tahun ke 26 pada saat seleksi administrasi dan belum menikah) 
  5. Bersedia ditempatkan di Banda Aceh, Kota Sabang, dan Aceh Besar. 

Berkas lamaran dimasukan dalam amplop tertutup dengan melampirkan : 


  1. Surat lamaran kerja ditunjukan kepada Kepala kantor Pos Banda Aceh
  2. Curriculum Vitae / Riwayat Hidup
  3. Copy Ijazah dan Transkrip Nilai 
  4. Copy KTP dan Kartu Keluarga 
  5. SKCK 
  6. Surat Keterangan sehat dan bebas narkoba 
  7. Photo 4 x 6 1 lembar (tanpa editing) 
  8. Photo 3R seluruh badan 1 lembar (tanpa editing) 
Lamaran dikirim melalui Pos Expres paling lambat tgl 20 Juni 2019 (stempel pos) ditunjukan kepada PT. Pos Indonesia (Persero) Knatorpos Banda Aceh Jl. T. Hamzah Bendahara No.33 Kuta Alam Banda Aceh 23111

Note : 
  • Selama dalam proses seleksi tidak dipungut biaya apapun
  • Keputusan panitia seleksi tidak dipungut biaya 
  • Semoga Bermanfaat. 


Mengetahui faktor penyebab kenapa Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) mati suri atau gagal sangat penting untuk dapat digunakan sebagai sebuah tolok ukur untuk melakun yang lebih baik dalam proses berikutnya.

BUMG Mulia Sejahtera
BUMG Mulia Sejahtera - Aceh Utara


Alasan yang paling umum faktor kegagalan dalam menjalankan BUMDes dapat dirangkum dalam 6 Faktor Penyebab BUMDes Mati Suri dan Gagal, sebagai berikut:


1). BUMG coba coba


BUMG itu bukanlan seperti permainan game dan bertaruh yang biasa dilakukan atas dasar coba coba keberuntungan semata. Menjalankan usaha BUMG harus berdasarkan kajian yang benar, jika hanya asal senang saja, habislah.

Menjalankan BUMG adalah sebuah tugas berat, karenanya usaha BUMG harus tertata dengan rapi baik dari segi perencanaan, sarana dan prasarananya. Dengan cara seperti ini BUMG bisa terorganisir dengan jelas serta memiliki tujuan yang pasti yaitu keberhasilan dan penghasilan.


Pun demikian, banyak sekali orang yang memulai mendirikan BUMG dengan niat untuk mencoba coba siapa tau beruntung. Cara seperti ini, memang tidak menutup kemungkinan peluang keberhasilan tetap ada, namun sudah tentu target serta hasil final yang diperoleh akan berbeda dengan BUMG yang sudah memiliki perencanaan dengan matang sejak pembentukannya.

2). BUMG pokoke usaha ini, padahal tidak menguasai bidang usaha yang dipilih

Apapun jenis usaha yang dipilih, akan lebih baik dan mudah dijalankan jika kita memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Meskipun bukan keahlian yang professional, setidaknya pernah mengetahui tentang seluk beluk usaha yang akan dijalani.

Minimal orang yang mengelola BUMG pernah bekerja dengan orang lain dengan bentuk usaha yang sama, sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih spesifik serta memiliki bekal kemampuan yang mumpuni untuk membuat perencanaan dan perhitungannya.

Sebagai contoh ingin memulai sebuah usaha kuliner dan kita perna bekerja disebuah restoran, maka tidak akan sesulit jika dibandingkan kita sebelumnya adalah mantan pekerja bengkel.

3) BUMG anut grubyuk yang Menjalankan sekedar mengikuti trend.

Ini juga bisa berdampak lebih parah dan banyak sekali BUMDes yang gagal, hanya karena memilih jalur trending semata. Sangat tidak cocok untuk melakukan investasi dengan memilih peluang usaha seperti ini karena akan sangat beresiko besar jika kita tidak cermat dalam mengamati situasi dan kondisi.

Masih ingat jamannya trending usaha yang cukup membuat masyarakat tercengang dan melihat nilai uang yang seperti tidak masuk akal yaitu:

- Jaman populernya bunga gelombang cinta
- Trending booming batu akik
- Berburu tokek harga ratusan juta

Dari ketiga jenis bisnis tersebut seolah olah hanya tampak seperti permainan orang yang sudah memiliki banyak uang. Sehingga dengan cepat mempengaruhi masyarakat yang sebelumnya tidak mengerti apa apa kemudian mencoba melakukan investasi dalam bidang ini kemudian saat tiba masa surut, mereka hanya memperoleh kehancuran yang luar biasa.

Karea itu, dalam memilih usaha BUMDes setidaknya pahami dahulu tentang bentuk bentuk investasi jangka pendek atau jangka panjang apa yang lebih masuk akal daripada hanya sekedar mengikuti trending samata. Sekali lagi,

4) BUMDes yang kerjasama dengan orang yang salah (SDM)

Ketika BUMDes memiliki modal kemudian ingin membentuk sebuah team atau partner kerja maka cermati dan analisa lebih dalam mengenai track record orang tersebut sebelumnya.

Pastikan ia adalah personal yang sudah memiliki pengalaman atau minimal pernah berperan dalam bidang bisnis tersebut. Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan kata orang ataupun mudah percaya dengan bujuk rayu dimana ia sendiri belum memiliki skill keahlian mumpuni yang tampak dengan mata kepala anda sendiri.

5). Direktur dan Pegawai BUMDes yang mendua.

Konsisten dan tekun adalah faktor penting yang dapat mendukung keberhasilan dalam menjalankan BUMDes.

Dengan sikap rajin tanpa merasa bimbang akan pilihannya, maka sudah dapat memberikan banyak waktu untuk mendalami segala aspek yang berhubungan dengan usaha tersebut. Minimal akan lebih mudah dan cepat memahami apa kekurangan serta kelebihannya.

6). Berakhir dengan menyerah dan takut untuk mengulanginya

Faktor penyebab gagal total dalam menjalankan BUMDes terakhir adalah sikap mudah menyerah dan putus asa. Sebenarnya sudah ada pepatah yang tidak akan pernah salah yaitu kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda.

Artinya dengan berbekal pengalaman gagal yang kemarin, setidaknya kita sudah mengetahui apa saja yang menjadi penyebab gagal menjalankan BUMG untuk bekal evaluasi menuju proses bertumbuh selanjutnya.

Sumber : Gampong RT


Dibutuhkan tenaga ahli SENIOR PROGRAMMER di tim SIAT-DEV Diskominfo dan Sandi Provinsi Aceh tahun 2019 dengan persyaratan sebagai berikut :

Lowongan Tenaga Ahli Senior Programmer Di Siat-Dev Diskominfo Dan Sandi Aceh
Programmer 
  1. Minimal pendidikan S1 Teknik Informatika/Teknik Komputer/Manajemen Informatika/Teknik Elektro/Sistem Informasi/Sistem Komputer/Ilmu Komputer sederajat.
  2. Menguasai bahasa pemrograman PHP, Javascript, HTML dan CSS. Diutamakan memiliki kemampuan pemrograman PHP berbasis framework (Codeigniter, Laravel dan lain-lain)
  3. Menguasai database MySQL/MariaDB, PostgreSQL dan lain-lain.
  4. Diutamakan menguasai sistem operasi Linux.
  5. Mampu bekerja dalam tim.



Kirimkan softcopy PDF 
  1. Surat Permohonan
  2. Scan Ijasah Terakhir 
  3. Curiculum Vitae
  4. Portofolio karya aplikasi yang telah dibuat 2 tahun terakhir

ke email pejuang.siat@gmail.com sebelum tanggal 14 Juni 2019 00:00 | Sumber Informasi : Panitia Seleksi Rekruitmen SIAT-DEV 2019

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) membangun kerjasama dengan PT Octa Citra Rajawali (PT OCR) terkait program pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi dan energi atau pengembangan program Pos BBM Desa (Pomdes) di desa, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi.

Kembangkan Program Pos BBM Desa, Kemendes PDTT Gandeng PT OCR
Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi menandatangani naskah kesepahaman bersama antara Kemendes PDTT dengan Pimpinan PT. Octa Citra Rajawali Omar Aram Pujo Kristhanto terkait pengembangan Pom Bensin Desa (Pomdes) untuk percepatan pertumbuhan ekonomi desa, Jakarta, Selasa (28/5/2019) (Foto: Angga/Kemendes PDTT)


Kerja sama dilakukan setelah Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi dan Dirut PT OCR Omar Aram Pujo Kristhanto menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman bersama di Kantor Kemendes PDTT pada Selasa (28/5/2019).

Adapun maksud dan tujuan yang tertuang dalam kerjasama ini sebagai upaya bersama untuk memanfaatkan sumber daya yang ada ada untuk saling membantu, mendukung dalam rangka pengembangan Pomdes. Selain itu bertujuan untuk membangun dan mengembangkan Pomdes di desa, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat desa.

Mengenai tugas dan tanggungjawab dalam kerjasama ini, Kemendes PDTT bertanggung jawab dalam mengidentifikasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau kelompok usaha ekonomi masyarakat desa sebagai pelaku usaha yang siap dalam mengembangkan dan membangun pomdes. Selain itu juga memberikan fasilitasi, koordinasi dan pembinaan untuk mendukung pengembangan usaha Pomdes.

Sedangkan PT OCR, dalam kerjasama itu akan memberikan sosialisasi skema bisnis Pomdes, membantu fasilitasi kemitraan dengan lembaga keuangan perbankan untuk permodalan pengembangan pomdes, memberikan kepastian ketersediaan BBM untuk usaha Pomdes sesuai kesepakatan, memberikan standarisasi harga dibawah eceran dan kualitas BBM sesuai dengan kualitas BBM nasional dan memberikan pelatihan pengelolaan usaha pomdes.

Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengatakan bahwa program Pomdes adalah program ekonomi kerakyatan berbasis teknologi dan energi dengan rincian program pomdes antara lain yakni penyediaan energi BBM, BBG, penjualan sembako, bahan kebutuhan pokok lainnya seperti pulsa, token listrik, dan Produk Payment Online Bank (PPOB) dan market place di desa.

Menurutnya, program Pomdes ini menggunakan elektronik teknologi digital dan aplikasi Cash on Pomdes berbasis text base dan artificial inteligent untuk menunjang seluruh aktivitas penjualan, pembelian, pengawasan, pelaporan, evaluasi dan profil titik pomdes.

"Program Pomdes ini adalah sebuah inisiatif ekonomi ekosistem berbasis desa. Nanti masyarakat desa akan memiliki peluang usaha dengan fasilitas kredit usaha untuk menjadi retailer BBM, gas, pulsa, sembako, dan membuka usaha daring dengan memasarkan produk unggulan di desanya. Jadi, program ini dapat meningkatkan penghasilan masyarakat desa dan mendukung program ketahanan energi pemerintah karena penyediaan bensin sampai ke desa-desa. Diharapkan, dengan kerjasama ini, pertumbuhan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat desa akan terus semakin meningkat," katanya.

Sumber : www.arahdesa.com

Dinas Syari'at Aceh bekerjasama dengan Dinas Syari'at Islam Kabupaten Pidie mengadakan Pelatihan Takmir Masjid Se-Aceh di Kabupaten Pidie selama 2 ( Dua Hari ) dari tanggal 13 s/d 14 Februari 2019 dengan Pemateri yang berasal dari Provinsi maupun dari Kabupaten.


Sekretaris Dinas Syari'at Islam Pidie, Drs. Abdul Kadir Muhammad yang mewakili Kadis Dinas Syari'at Islam Pidie dalam sambutan mengatakan Pelatihan Takmir Masjid yang dilaksanakan di Kabupaten Pidie tahun 2019 di Pusatkan Di Masjid Jamik Al-Ikhlas di Perumnas Lhok Keutapang Kec. Pidie selama dua hari yaitu hari Rabu dan Kemis. yaitu untuk melatih para Takmir Masjid untuk mengalakan dengan memakmurkan Masjid kearah yang lebih baik.
Pungsi masjid di samping untuk melaksanakan beribadah berpungsi juga untuk Pusat pembinaan Ruhiyah ( Tarbiyah Ruhiyah ), Pusat Sprtual, Pusat Pendidikan, Pusat Kegiatan Sosial, Pusat Pemerintahan, Pusat Kegiatan Ekonomi Ummat, Pusat Kesehatan Ummat. " kata Drs. Abdul Kadir Muhammad.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK ALIDAR, S.Ag, M.Hum dalam sambutan mengatakan kewenangan Pemerintahan Aceh merupakan pelaksanaan keistimewaan Aceh yang antara lain penyelenggaraan kehidupan beragama dalam bentuk pelaksanaan syari’at Islam bagi pemeluknya di Aceh dengan tetap menjaga kerukunan hidup antarumat beragama, penyelenggaraan kehidupan adat yang bersendikan agama Islam, penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas serta menambah materi muatan lokal sesuai dengan syari’at Islam, peran ulama dalam penetapan kebijakan Aceh, dan penyelenggaraan dan pengelolaan ibadah haji sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Kegiatan Pelatihan Takmir Masjid ini langsung di buka oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh.


Pelatihan hari Pertama ( Rabu ), 13/02 
dengan Pemateri yaitu; 
1. DR. EKM ALIDAR, S.Ag, M.Hum, Kadis D.S.I Aceh 
dengan tema; Kebijakan Pemerintah Aceh Tentang Pelaksanaan Syariat Islam.

2. H. AHkYAR, M.Ag, Penyuluh KUA Kec. Krueng Barona Jaya Kab. Aceh Besar. 
Dengan Tema; Revitalisasi Peran dan Pungsi Masjid Sebagai Pusat Kegiatan Dakwah dan Pembinaan Ummat.

3. DR. MULIA RAHMAN, S.Pd.I, M.A Ketua BKPRMI Kodya Banda Aceh 
dengan Temanya; Menejemen Pengelola Masjid ( Langkah-Langkah Pemakmur Masjid, Upaya Penangganan Krisis Masjid dan Penataan Perpustakaan Masjid.

Pada hari Kedua ( Kemis ), 14/02
1. Tgk. H. ABU ISMI ILOT, KETUA MPU PIDIE 
Dengan Tema; Fikih Mashab dan Tasamuh ( Tolreansi ) dalam persoalan ibadah

2. DR. Khairizzaman Arahman M.Ag, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kab. Pidie. 
Dengan Tema; Peningkatan Kapasitas Pengurus Masjid dalam bacaan dan pemahaman Al-Qur'an

3. T. SABIRIN, S.H, M.M Kadis Dinas Syari'at Islam Pidie 
dengan Temanya; Partisipasi dalam memakmur dalam Masjid ( Peluang, tantangan dan Strategi )

Panitia Pelaksanakan kegiatan mengucapkan terimaksih kepada pengurus Masjid dalam Kabupaten Pidie atas partisipasinya dalam mengikuti kegiatan ini. (Iswadi)

RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}