.

RTIKPIDIE.OR.ID - Bismillahirrahmanirrahim, Mari kita bantu Gampong Pasar Kota Bakti Kecamatan Sakti  dan Gampong Blang Dhod Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie dalam gelaran "ID Website Awards" untuk kategori website Permerintah Desa. support dan berikan vote untuk Gampong Pasar Kota Bakti dan Blang Dhot untuk bisa bersaing ditingkat Nasional.

Mari Vote Gampong Pasar Kota Bakti dan Blang Dhod  di ID Website Awards
(Pandi) Pengelola Nama Domain Internet Indonesia


Dengan cara klik  vote website Gampong Pasar Kota Bakti dan Gampong Blang Dhod untuk dinilai oleh dewan juri melalui formulir daring di: https://awards.pandi.id/form/

Gampong Pasar Kota Bakti adalah gampong dampingan Relawan TIK Pidie dalam penggunaan website gampong, pendampingan dilakukan oleh anggota Relawan TIK Pidie bernama Shafwandi.

Gampong di Kabupaten Pidie harus maju dan mampu bersaing untuk level Nasional dalam pemanfatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Semoga berkah Untuk Gampong Pasar Kota Bakti dan Gampong Blang Dhod []


1. Masuklah ke dunia online mereka 

Keterlibtan orang tua di kehidupan online anak-anak sangat penting apalagi mengingat anak-anak kini akrab dengan internet. Selayaknya Anda mengenal lingkup gerak mereka, pastikan juga Anda mengenal ‘taman bermain’ mereka yang lain. Pastikan mereka berselancar di dunia maya dengan aman. 

Sumber : bobo.grid.id

2. Buatlah aturan

Kebebasan yang tak ada batasnya dalam kegiatan online akan membawa dampak buruk bagi anak-anak. Akan lebih baik jika Anda membuat aturan mengenai lamanya waktu online dan situs-situs apa saja yang boleh mereka kunjungi. Anda bisa membicarakan dulu dengan mereka, termasuk membicarakan mengenai konsekkuensi jika mereka melanggar aturan tersebut. Pasang aturan itu dekat komputer agar mereka selalu ingat. 


3. Ajarkan mereka untuk melindungi privasi


Anak-anak tidak sepenuhnya sadar mengenai konsekuensi mengubar informasi-informasi pribadi, Nah, tugas Anda-lah untuk membuat anak-anak tahu mengenai sejumlah tindakan seperti: 

  • Jangan pernah memberikan nama, nomer telepon, alamat email, alamat rumah, sekolah atau foto tanpa ijin Anda. 
  • Jangan pernah membuka email dari orang yang tidak dikenal 
  • Jangan merespon pesan yang mengganggu. 
  • Jangan bertemu dengan orang yang dikenal melalui internet. 

4. Jangan Abaikan Lokasi


Alih- alih membiarkan anak Anda memakai computer di kamar pribadi, tempatkanlah komputer di tempat umum, hal ini akan memudah Anda untuk memonitor penggunaanya. 


5. Jadilah Sahbatnya


Anjurkanlah anak Anda untuk memberitahu Anda jika mereka menjumpai hal-hal yang membuatnya tak nyaman. Yakinkan dia bahwa Anda tidak akan berlebihan, menyalahkanya atau melarangnya berinternet ria. 


6. Bekerjasama dengan ISP

Jika memungkinkan, berkerjasamalah dengan ISP penyedia layanan internet (ISP) Anda. Biasanya mereka memiliki parental control gratis yang bisa membatasi pengaksesan anak-anak ke situs-situs tertentu. Software-software parental control juga banyak tersedia di internet secara gratis. 


7. Maksimalkan Browser Anda


Apabila ISP Anda tidak memiliki kemanpuan di atas, Anda masih memiliki opsi aman dalam berinternet di browser Anda, Misalnya jika Anda memakai Internet Explore, program Content Advisor bisa anda jumpai di Tools > Internet Optian > Content. Ia akan menyaring bahasa, seks dan kekerasan yang ada di internet.


8. Setting Mesin Pencari Anda

Search Engine (mesin pencari) seperti Google menawarkan penyaringan yang bisa diklik di Preferences/SafeSearch Filtering. Saat ia diaktifkan, ia mampu memblokir situs yang memuat konten seksual. 


9. Kenali Situs yang aman untuk usianya

Anda bisa mencari situs-situs yang cocok untuk usia anak Anda dengan konten yang bervariasi seperti tentang film,music, sejarah, ilmu pengetahuan dan lain-lain.

Sumber : Pedoman Internet Sehat ictwatch.id 



RTIKPIDIE.OT.ID, JAKARTA -  Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi peluncuran aplikasi mobile SALAM yang diharapkan jadi salah satu platform peran pemuda dalam perekonomian. Bahkan ia mendorong setiap pemuda berinovasi dalam bidang apapun, salah satunya start up digital.

Aplikasi Salam
Aplikasi Salam

"Pemerintah membuka seluas-luasnya kesempatan untuk Pemuda Pemudi Muslim dalam berinovasi di bidang apapun salah satunya adalah start up, seperti aplikasi SALAM ini," katanya di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Jumat (30/03/2018).

Apresiasi Menteri Kominfo itu sejalan dengan prediksi Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital di dunia. "Indonesia pada tahun 2030 akan diperkirakan menjadi salah satu dari negara 5 besar dengan kekuatan ekonomi dunia dan pemuda pemudilah yang akan merasakannya nanti," tambahnya

Aplikasi SALAM merupakan besutan Komunitas Pemuda Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) berkolaborasi dengan Wave. Aplikasi itu digagas untuk memperkuat persaudaran antara pemudia muslim.

"Aplikasi salam merupakan wadah untuk memudahkan komunitas muslim dalam menghadiri berbagai kegiatan remaja masjid di seluruh Indonesia" kata perwakilan ISYEF Andi Nai.

Menteri Kominfo yang juga menjadi Ketua Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia mengharapkan aplikasi tersebut akan bisa memfasilitasi para pemuda untuk berperan dalam perekonomian. 

Sumber : kominfo.go.id


RTIKPIDIE.OR.ID, BANDA ACEH - Internet kini telah menjangkau semua kalangan, mulai anak-anak sampai orang tua. Diantara mereka ada yang menggunakan Internet untuk hal positif namun tidak sedikit pula yang memanfaatkan Internet untuk hal negatif. Di Internet, ketika seseorang mengakses situs negatif maka orang tersebut juga telah menyumbang trafik untuk situs atau web tersebut sehingga situs tersebut makin populer. Oleh karena itu, situs-situs negatif terus bermunculan dikarenakan banyak peminatnya, sebut saja situs judi mulai judi kartu sampai judi bola, situs asusila, situs berita fitnah dan adu domba sampai situs-situs berisi ajakan menghasut pada kejahatan yang mengatasnamakan berbagai agama.

Gampong.net, kumpulan situs positif
Gampong.net, kumpulan situs positif


Hal tersebut disampaikan oleh praktisi IT dari Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Aceh, Teuku Farhan dalam rilis yang diterima oleh redaksi aceHTrend pada Rabu (17/08/2016) di Banda Aceh.

Ia mengungkapkan, salah satu sumber pengguna Internet saat pertama kali mendapatkan informasi yang ingin dicari adalah melalui mesin pencari atau dikenal dengan search engine. Melalui aplikasi canggih mesin pencari, pengguna internet dengan cepat memperoleh informasi yang dituju. Namun yang memprihatinkan, bisnis mesin pencari ini dikuasai oleh produk-produk asing. Seperti yang sudah populer dikenal, Google, Yahoo. Sementara mesin pencari lokal buatan Indonesia masih kurang populer karena minim dukungan khususnya dari pihak investor lokal.

Para aktivis Informasi dan Teknologi (IT) yang tergabung dalam Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) telah merintis aplikasi mesin pencari lokal dengan nama GampongNet yang beralamat www.gampong.net. Situs ini berisi kumpulan siti-situs positif yang direkomendasikan oleh para pengguna Internet lokal yang di seleksi oleh admin relawan MIT. Saat ini sudah lebih dari 100 situs terdaftar dalm GampongNet.

Menurut Teuku Farhan selaku Direktur Eksekutif MIT, GampongNet merupakan solusi pemanfaatan Internet yang positif dan produktif. “Diantara pengguna Internet ada yang tanpa sengaja terjebak ke situs negatif yang sebenarnya bukan tujuannya, ini dikarenakan mesin pencari buatan asing memiliki standar sesuai dengan normanya sehingga situs-situs negatif pun ikut terdaftar pada mesin pencari buatan asing. Inilah yang memotivasi kaawan-kawan di MIT untuk menciptakan mesin pencari sendiri yang diseleksi sesuai dengan norma-norma yang kita jalani khuaunya di Aceh disesuaikan dengan syariat Islam sehingga diharapkan dapat menjadi model bagi nasional dan luar negri. Tahap pertama situs direktori, ke depan jika ada sponsor kita kembangkan menjadi search engine.” ungkap Teuku Farhan.

“Saat ini ada 10 masjid cyber di Banda Aceh yang sudah memanfaatkan GampongNet sebagai landing page akses WiFi Masjid sehingga konten positif lokal langsung dapat ditemukan oleh jamaah. Alhamdulillah, dampaknya sangat positif, penggunaan Internet negatif dapat diminimalisir dan remaja Masjid sangat terbantu dengan adanya sistem GampongNet ini.” Lanjut Teuku Farhan yang menyatakan program ini masih dijalankan secara sukarela dan sama sekali belum mendapat dukungan dari berbagai pihak baik provider internet maupun pemerintah.

Untuk diketahui, sejak diluncurkan 3 tahun lalu, situs GampongNet kini sudah di akses lebih dari 16 ribu kali. Di dalam GampongNet memuat situs positif yang sudah dikelompokkan seperti kelompok situs pemerintahan,gampong, dayah,sekolah,media online,media sosial,universitas,tokoh masyarakat sampai konten-konten lokal lainnya seperti Kalendar (Al Manak) Aceh dan Agenda Pengajian di Banda Aceh.

Gampong Cot Baroh, Pidie diantara contoh mitra GampongNet yang sudah berkolaborasi dan proaktif memberikan informasi situs positif ke GampongNet. Gampong Cot Baroh bahkan pernah memperoleh penghargaan nasional sebagai gampong paling inovatif dan aktif mempublikasikan kegiatan gampong di Internet.

Masyarakat dapat berpartisipasi dengan cara memberitahukan informasi situs positif kepada admin GampongNet yang kemudian situsnya akan diseleksi terlebih dahulu, dengan cara mengirimkan email ke : info@mit.or.id atau SMS ke : 087890001233. Dengan berkolaborasi di GampongNet diharapkan semakin banyak inspirasi dan hal positif di Internet sehingga mampu meminimalisir serbuan konten negatif. Ayo, cerdas berinternet.[]



RTIK PIDIE – Tidak pernah dibayangkan oleh bapak Martoyo dan Ibu Suyinah dari Desa Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah dengan Anaknya Adinah di salah satu Gampong dalam Kabupaten Pidie -Aceh. 

Media Sosial Pertemukan Keluarga yang Telah Terpisah Selama 21 Tahun


Ceritanya melalui media sosial terjadilah pertemanan antara facebook Navis Haidar dengan Facebook Gampong Keutapang Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie, merka saling sapa menyapa sebatas teman akhirnya mareka memintak tolong bantu mencari info keluarganya di Aceh. 

Dengan berbekal alamat yang di kirim oleh saudari Navis Haidar , maka di carilah info sesama para Keuchik untuk menayakkan Nama Adinah pada Keuchik tersebut apakah ada terdaptar data kependudukan, akhirnya dengan Izin Allah SWT dapat informasi dari salah satu Keuchik bahawa nama yang di kirim tersebut ada di salah satu gampong 

Adinah, merupakan seorang Ibu Rumah Tangga yang berasal dari Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah dan tinggal tinggal di salah satu gampong dalam Kabupaten Pidie, telah berpisah selama 21 tahun dengan keluarganya, sebelunya mareka saling kontak melalui wartel tapi saat bencana alama gempa bumi dan tsunami terjadi keduanya putus kontak. Keluarga di Jawa khawatir tentang anaknya saat terjadi Tsunami di Aceh, tapi Allah Maha Kuasa dan berkendak mempetemukan dapat mempertemu kembali dengan sanak familinya Adinah yang kini menetap di Kabupaten Pidie dan di Jawa Tengah. 

Keluarga bapak Martoyo dan Ibu Suyinah dari Desa Banjarkulon Kecamatan Banjarmangu Kab Banjarnegara Provinsi Jawa untungnya ingat untuk mencari alamat Ibu Adinah datang ke Kantor Kelurahan untuk mencari surat-surat data pernikahan maka di temulah alamatnya dan di kirimlah alamat tersebut ke Gampong Keutapang yang dikirimkan oleh Navis keluarga dari bapak Bapak Martoyo dari Jawa Tengah. Siapa sangka, setelah 21 tahun tanpa kabar, Adinah dapat menjalin tali hubungan kembali dengan kedua orang Tuanya yang telah lama hilang kontak komunikasi. 

"Pertemuan kembali dengan sanak family yang ada di Aceh dengan yang di Jawa memang bisa dibilang sangat tidak disangka. Dalam prosesnya, saya banyak dibantu oleh teman saya Ibu Ruhamah Bides di salah satu Gampong di Kec. Indrajaya yang saat ini juga menjadi istri Keuchik yang ikut membantu mencari alamatnya di Banda Aceh ibu Kota Provinsi Aceh yang lama perjalanan darat selama 2 jam 30 Menit” Kata Iswandi anggota Relawan TIK Pidie 

Iswandi menambahkan "waktu itu saya bilang ke salah satu Ibu Kades/Keuchik , kalau saya di mintak tolong untuk melacak alamat saudaranya di Aceh. Masih bisa dilacak tidak ya?. 

Wah bagaimana rasanya bertemu saudara-saudara yang rasanya sudah sangat jauh itu pasti terharu, setelah yakin Ibu Bides bisa membantu mareka melacak alamat Ibu Adinah, Setelah Bu Bides ketemu dengan Ibu Adinah maka mareka menelpon Gampong Keutapang dan gampong Keutapang menelpon keluarganya yang ada di Jawa Tengah untuk saling berkomunikasi kedua keluarganya akhirnya ketemu. 

Momen mengharukan pun terjadi. Meski baru sekedar kontak via WA maupun facebook, keluarga Martoyo merasa sangat senang bisa bertemu kembali dengan Adinah, Karena reuni ini, Kami sangat bahagia dan terharu menangis melihat kedua Keluarga ini dapat kami persatu kembali, salam Persahabatan dari Kami. Semoga Allah SWT tetap menjaga Tali silaturrahmi. Antara Jawa Tengah dan Aceh” Ujar Iswandi melalui akun Facebook Gampong Keutapang 06 Januari 2018. 


RTIKPIDIE.OR.ID - Indonesia memiliki banyak potensi alam yang unik dan berlimpah sebagai sumber potensi produk indikasi geografis yang berlimpah dan tersebar di seluruh Indonesia. Dari keunikan potensi alam tersebut, dilahirkanlah sertifikasi Indikasi Geografis (IG), yaitu sertifikasi yang digunakan pada produk tertentu yang sesuai asal atau lokasi geografis tertentu. Faktor lingkungan geografis memberikan ciri khas dan kualitas tertentu pada produk yang dihasilkan. Lingkungan geografis tadi bisa berupa faktor alam, manusia, atau kombinasi keduanya.

Kopi Tangse Halimon produksi BUMG Bukit Indah BlangDhod.Desa.ID
Kopi Tangse Halimon produksi BUMG Bukit Indah BlangDhod.Desa.ID


Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam sektor perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini mampu meningkatkan devisa negara melalui sumbangannya terhadap nilai ekspor yang terus meningkat. Hingga saat ini, ada beberapa spesies kopi yang banyak dibudidayakan, beberapa diantaranya adalah kopi robusta, kopi arabika, dan kopi liberika. Kopi liberika merupakan jenis tanaman kopi yang sedang marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Kemampuannya untuk dapat beradaptasi diberbagai jenis lahan termasuk lahan gambut merupakan salah satu kelebihan dari kopi liberika.


Seperti dikutip dari dongengkopi.id diketahui ada 4 jenis kopi yang beredar di dunia. Tentunya setiap spesies memiliki karakter dan sifat yang membedakan antar spesies.



Kopi Arabika dikenal sejak abad ke-14 saat budaya minum kopi sedang mewabah di berbagai penjuru dunia. Meski tidak ada yang dapat memastikan secara pasti kapan kopi arabika ditemukan, beberapa literatur menceritakan bahwa sebuah daerah di Afrika yang mencakup Ethiopia dan Eritrea percaya bahwa spesies kopi pertama kali dibudidayakan di Abyssinia. Abyssinia merupakan sebuah wilayah di daerah Benua Afrika yang mempunyai wilayah Ethiopia dan Eritrea. Beberapa varietas kopi yang terkenal dari jenis arabika di antaranya adalah Bourboun, Typica dan Geisha.

Kopi Robusta pertama kali ditemukan di Kongo, negara bagian tengah benua Afrika oleh seorang botani berkebangsaan Belgia pada tahun 1898. Nama robusta sendiri diambil dari kata ‘robust’ yang berarti kuat. Jenis biji kopi robusta memiliki kelebihan tersendiri di antaranya lebih tahan terhadap gangguan hama dan menghasilkan lebih banyak biji kopi dibandingkan dengan spesies kopi lainnya.

Kopi Liberika pertama kali ditemukan di negara Liberia dan banyak yang beranggapan bahwa kopi jenis ini berasal dari tanaman kopi liar yang berada pada daerah tersebut. Kopi liberika pertama kali dibawa oleh bangsa Belanda untuk dibudidayakan menggantikan jenis kopi arabika yang saat itu terkena serangan hama pada abad ke-19. Namun, kopi liberika juga mengalami nasib yang sama dan pada akhirnya bangsa Belanda membawa spesies lain yang lebih kuat terhadap serangan hama yaitu kopi robusta.

Kopi Excelsa ditemukan oleh August Chevelier, seorang botani dan ahli Taxonomi asal Perancis pada aliran sungai Chari di wilayah Afrika Barat di tahun 1905. Banyak perdebatan di antara para ilmuan mengenai salah satu spesies kopi ini dan membuat kopi ini memiliki banyak sebutan lain, salah satu di antaranya adalah Coffee Dewevrei. Jenis kopi Excelssa ini jarang dilirik oleh berbagai kalangan karena cita rasa yang dihasilkan tida dapat mengimbangi kopi arabika maupun robusta.

Kecamatan Tangse merupakan kecamatan yang menjadi sentra budidaya kopi Liberika di Provinsi Aceh. Memiliki ciri khas cita rasa, buah berukuran lebih besar dibanding Robusta, produktivitas lebih tinggi, serta mampu beradaptasi dilahan gambut dengan tanaman penaung pohon pinang menjadikan Liberika jenis kopi unggul dibanding Robusta dan Arabika. Kopi Liberika merupakan salah satu komoditas unggulan Kecamatan Tangse dan menjadi sumber mata pencaharian utama bagi penduduk di Tangse dan sekitarnya.

Sumber : www.blangdhod.desa.id


RTIKPIDIE.OR.ID - Setidaknya lebih dari 1.500 Keuchik Gampong, sekretaris gampong dan serta perangkat gampong, dan tokoh masyarakat dari 730 di Kabupaten Pidie, Kamis 28 Desember 2017 lalu untuk mengikuti Bursa Inovasi Gampong (BIG) Tahun 2017 di Gedung Olahraga (GOR) Kota Sigli. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhullah TM Daud. 

Wabup Pidie dalam sambutannya mengatakan, dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang gampong, maka gamponga diberikan kewewenangan berdasar hak dan asal usul dan kewenangan lokal untuk skala lokal gampong.

Menu inovasi pengembnagn sumber daya manusia, website gampong nomor A32 paling bawah
Menu inovasi pengembnagn Sumber Daya Manusia, website gampong nomor A32 paling bawah (Foto : Dok TPID Glumpang Tiga)

Sementara hal-hal yang mendasar dari PID/G tersebut adalah inovasi dalam praktik pembangunan dan pertukaran pengetahuan. Kedua, lanjut Wabup Fadhlullah dukungan teknis dan penyedia jasa layanan teknis secara profesional. Kedua hal ini, diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan nasyarakat melalui pembangunan yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG).

Dalam kegiatan bursa inovasi tersebut, Pemerinatah Gampong Cot Baroh memilih melanjutkan program inovasi pemanfataan website gampong sebagai mana sebelumnya pemanfaatan website gampong Cot Baroh masuk dalam bursa inovasi gampong.


Adapun kedepanya untuk mendukung pelaksanaan inovasi tersebut, Pemerintah Gampong Cot Baroh akan menganggarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong untuk membangun jaringan hotspot di empat lokasi dalam lingkungan Gampong Cot Baroh.

Hotspot-hotspot tersebut nantiknya akan dihungkan ke rumah-rumah warga dan sarana pendidikan yang membutuhakn akses internet dengan sistem berbayar, masyarakat akan mendapatkan akses informasi dengan koneksi cepat, unlimited dan murah, gampong akan diuntungkan, yang akan di kelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (sumber : gampongcotbaroh.desa.id)

Apa inovasi di gampong anda ?


RTIKPIDIE.OR.ID, JAKARTA - Sosialisasi terus digencarkan pemerintah untuk meminimalisir penyebaran konten hoax. Masyarakat juga telah diinformasikan terkait hukuman bagi mereka yang berujar kebencian/SARA melalui UU ITE. Hashtag #BijakHadapiHoax ramai di Twitter dan pengguna bisa melaporkan apabila menemukan konten di media sosial yang berisi berita bohon atau hoax, ujaran kebencian atau SARA serta radikalisme atau terorisme.

5 Kiat Berprilaku Aman di Sosial Media
5 Kiat Berprilaku Aman di Sosial Media 

Pengguna bisa melakukan screen capture disertai url link, kemudian mengirimkan data ke aduankonten@mail.kominfo.go.id. Kiriman aduan segera diproses setelah melalui verifikasi.

Kerahasiaan pelapor dijamin dan aduan konten dapat dilihat di laman web trustpositif.kominfo.go.id.

Laporan database Trust+Positif sampai dengan 2016 mencatat konten negatif yang diblokir sebesar 773.339. Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan konten yang tergolong konten negatif antara lain, pornografi, SARA, penipuan atau perdagangan ilegal, narkoba, perjudian dan radikalisme.

Selain itu, informasi yang diungkap akun Twitter Indonesia Baik ‏@GPRindonesia juga menyebut konten yang termasuk konten negatif seperti kekerasan, kekerasan anak, malware dan phising serta pelanggaran kekayaan intelektual.

Sumber : techno.okezone.com


Jakarta - Berbicara akses internet, wilayah desa mungkin sering dipandang sebelah mata. Jangan salah, justru di desa, banyak hal menarik mengenai pemanfaatannya.

Belajar Manfaat Internet dari Desa


"Awalnya itu saya pulang kampung, sebagai lulusan teknik ingin berbuat sesuatu. Kita ingin apa yang terjadi di desa jadi omongan di publik. Dari sini tercetus ide Gerakan Desa Membangun," kata Yossy Suparyo, Executive Director Gedhe Foundation, salah satu penggiat Gerakan Desa Membangun.

Ditemui usai seminar 'How to be a Good Hacker' di Gedung Cyber, Kuningan, Jakarta, Yossy bercerita pengalamannya mengawal para penggiat internet di pedesaan. Dikatakannya, internet di desa dipahami bukan sebagai bentuk konsumsi, tetapi bentuk isolasi terhadap akses informasi.


"Desa kan sering gak dianggap. Nah, kalau kebanyakan orang kan memakai internet untuk mencari informasi. Di desa mereka justru memakai internet untuk mengupload informasi," kata Yossy.

Untuk itu, Yossy pun membuatkan web khusus yang bisa dipakai para penggiat internet di desa mengupload informasi yang terjadi di desa masing-masing. Dari sini, kegiatan setiap desa bisa diakses desa lain, sehingga mereka saling belajar dan berkembang.

Diawali pada 24 Desember 2011 di Desa Melung, Kedungbanteng, Banyumas, Gerakan Desa Membangun akhirnya merambah ke desa-desa lainnya. Sejumlah pelatihan yang digelar Pemerintah Desa Melung dan Gedhe Foundation di wilayah mereka menarik perhatian desa lain untuk ikut bergabung.

Dikatakannya, saat ini ribuan desa dan sejumlah kabupaten mulai memiliki program website untuk pemerintah desa. Mereka pun antusias menanyakan penjelasan rinci mengenai penggunaaan domain desa.id.

Yossy dan rekan-rekannya di Gerakan Desa Membangun pun berupaya mensosialisasikan penggunaan domain yang dirilis Pengelola Nama Domain Indonesia ini. Dengan domain ini, identitas mereka terwadahi dalam satu nama domain internet yang mudah dikenali.

"Saya gak menduga, awalnya dipraktekkan di satu desa, sekarang menyebar menjadi ribuan. Dulu saya susah meyakinkan kalau orang desa bisa menggunakan internet lebih baik dari di kota, orang gak percaya," kenangnya.

Dalam kurun waktu 3 tahun sejak berdirinya, dikatakan Yossy kini sudah hampir 2.000 desa ikut dalam Gerakan Desa Membangun. Gerakan yang memfasilitasi lingkar belajar bersama antar desa ini sudah menyebar dari Aceh hingga Papua.

"Keunikannya, ini satu gerakan swadaya yang gak dibiayain, menyebar ke banyak desa. Tantangannya memang koneksi internet gak lancar. Tapi dalam satu bulan itu ada orang ke kecamatan, cari koneksi lebih bagus mereka upload informasi terbaru desanya. Mereka seperti itu karena ingin berubah," pungkas Yossy.

Sumber : inet.detik.com


RTIKPIDIE.OR.ID, JAKARTA - Dengan perkembangan teknologi yang pesat, cakupan penyebaran konten digital juga semakin luas dan beragam. Terkait hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menekankan pentingnya literasi digital.

Relawan TIK Pidie  Mengajak Yuk BerinternetSehat
Relawan TIK Pidie  Mengajak Yuk BerinternetSehat 

Literasi digital adalah ketertarikan, sikap, dan kemampuan individu menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat, dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.

Tak perlu berpikir yang terlalu tinggi atau luas terkait difinisi tersebut. Menurut Menkominfo literasi digital sebetulnya dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. " Literasi nomor satu adalah di rumah. Tanggung jawab orangtua terhadap anak-anaknya."

Demikian dikatakan Rudiantara dalam sebuah acara diskusi di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Selasa (30/10/2018) di kutip dari Kompas.com

Rudiantara menambahkan, saat ini hampir setiap anak sudah pandai mengoperasikan gawai. 

Anak berumur tiga tahun saja, misalnya, bahkan sudah mahir membuka-buka video di YouTube, dan lebih cepat belajar daripada orangtuanya. 

Ia lantas menekankan, literasi digital adalah yang paling penting. Sementara, upaya blokir situs dan penindakan lainnya merupakan tahap paling akhir.

Selain keluarga, pihak-pihak yang menjadi gerbang utama untuk literasi digital adalah sekolah, komunitas, dan kelompok masyarakat digital lainnya. 

Menurut dia, anggaran terbesar di Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo dialokasikan untuk literasi digital. Rudiantara juga membentuk gerakan Siber Kreasi untuk menambah literasi tersebut. "Jadi, saya percaya literasi itu nomor satu," tutur Rudiantara.

Sumber : Kompas.com


RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}