.

Sigli 13 Desember 2022- Pesta Olahraga Rakyat Aceh (PORA) XIV Pidie sedang berlangsung baru dua hari. Berbagai macam Cabang Olahraga di perlombaan pada Pesta Empat Tahunan ini. Maisarah merupakan salah satu Atlet yang berhasil meraih Medali Emas pada Cabang olahraga yang diperlombakan, berikut kisahnya.

Maisarah

Dimana Kita dilahirkan adalah Takdir, bagaimana Kita bertumbuh adalah Proses, seperti apa Kita dihari tua adalah keputusan, sepenggal kata Mutiara yang cocok di sematkan pada Maisarah.

Maisarah adalah satu anak yatim penerima Beasiswa Pendidikan dari Kerajaan Arab Saudi. Beasiswa yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi di salurkan melalui Islamic Development Bank (IsDB) yang di Aplikasikan melalui Bank Muamalat

Maisarah Binti Isram, Lahir di Pidie pada 3 Agustus 2005 dari pasangan Isram & Aminah. Namun apa hendak dikata, Takdir mempertemukan Maisarah di Orphan Kafala Program sebagai Penerima beasiswa Pendidikan dari Kerajaan Arab Saudi.

Di usia 3 tahun Maisarah harus menjalani hidup tanpa ada belaian kasih sayang seorang bapak. Hidup dengan empat bersaudara Maisarah tetap menjalani kehidupan ini seperti layaknya anak-anak lain.

Namun apa dikata, berkat Bantuan Beasiswa Pendidikan dari Kerajaan Arab Saudi sebesar 24 USD perbulan mampu mengantarkan Maisarah Sekolah di SMKN 1 Sigli.

Pada Pesta Olahraga Rakyat Aceh (PORA) XIV Maisarah masuk salah satu Atlet peraih medali emas pada cabang olahraga Tarung Derajat. Mengalahkan peserta dari 22 perwakilan kabupaten kota lain di Aceh.

Selama 15 tahun Maisarah menerima beasiswa Pendidikan dari Kerajaan Arab Saudi sudah mampu berdikari dengan mengikuti Pesta Olahraga Empat tahunan ini.

Anak Yatim yang Hobby Dance ini sangat rajin membantu orang tua. Maisarah memanfaatkan waktu pulang sekolah dengan mengaji dan pada sore hari membantu ibu memberi makan sapi. Disamping itu Peraih Medali Emas pada Cabang olahraga Tarung Derajat ini membantu ibu membuat kue untuk di pasarkan di warung-warung kopi. Setelah pulang mengaji, tak lupa ikut membantu mengutip uang pada warung kopi yang sudah di titipkan kue.

“Berbekal latihan rutin selama 2 tahun pada Olahraga Tarung Derajat, Maisarah mampu mengharumkan nama Pidie sebagai tanah kelahirannya. Maisarah mengikuti latihan Tarung Derajat di Banda Aceh selama 2 tahun. Selama latihan Maisarah tidak pernah libur dan selalu aktif dalam latihan. Dengan semangat tekat juara Maisarah terpilih sebagai Atlet Tarung Derajat pada PORA XIV Pidie dengan menyumbang Medali Emas untuk Pidie Mulia”.

“Maisarah sangat berterima kasih kepada Pj. Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto yang telah memotivasinya pada pelepasan Atlit yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Pidie, Salam Pidie Mulia” pungkasnya.(rtik)

Sigli - 30 November 2022, Laznas Baitulmal Muamalat ( Laznas BMM) melalui Orphan Kafalah Program (OKP) melaksanakan Seminar Development. Acara ini dilaksanakan pada 30 November 2022 di Oproom Kantor Bupati Pidie. 

Kegiatan Seminar Development mengambil thema "Be a Smart Student" diikuti oleh anak yatim binaan Orphan Kafalah Program (OKP) Baitulmal Muamalat (BMM). Kegiatan Seminar Development dilaksanakan dari Pukul 08:30 WIB sampai dengan 15:00 WIB. 

Zikrillah Staff Program OKP BMM mengatakan "kegiatan seminar ini sebagai wadah pengembangan diri Orphan untuk memberikan motivasi" dalam reliase yang diterima redaksi. 

"Diharapkan selesai mengikuti seminar Orphan agar lebih tampil dan percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki. Dalam kegiatan seminar ini Oprhan Kafalah Program merekomendasikan 30 anak yatim pilihan untuk ikut Seminar Development" terangnya. 

Trainer dalam seminar ini adalah Hetti Zuliani M.pd., C.ht ., CI. "merupakan seorang Psikolog. Kami sengaja menghadirkan Psikolog sebagai pemateri, agar nantinya bisa menggambarkan keseharian anak yatim, guna evaluasi kepada pengasuh dikalangan saat melakukan kunjungan home visit". 

"Diharapkan selesai mengikuti seminar ini akan yatim termotivasi dan menambah rasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki. Pengembangan diri anak yatim sangat diperlukan dewasa ini, agar kedepan anak yatim menjadi mandiri dan smart" pungkasnya. (rtik)

Sigli - Progres imunisasi polio di Kabupaten Pidie hingga hari ketiga total anak yang telah diimunisasi mencapai 47.331 anak.  Untuk ini, Pj Bupati Kabupaten Pidie, Wahyudi Adi Siswanto mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan dan medis yang telah bersama-sama menunjukkan kerja keras dalam menyukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Sub Pidie untuk mengatasi KLB penyakit polio.  

“Alhamdulillah progress capaian imunisasi polio pada hari ketiga telah menyasar 47.331 anak. Dari data yang saya pantau progress hariannya juga mengalami peningkatan, artinya kinerja para tenaga medis dan dukungan penuh semua masyarakat Pidie sangat luar biasa,” kata Wahyudi.  

Kabupaten Pidie telah memulai imunisasi anak usial 0-13 tahun yang dicanangkan sejak 28 November 2022 dan akan berlangsung hingga 4 Desember 2022.  “Rencananya proses imunisasi polio di Pidie ini akan menyasar sekitar 91.484 anak,” ujar Wahyudi.

Wahyudi optimis, sebab melihat progres harian dengan target Kemenkes 95.603 anak dan data riil di Puskesmas, maka  akan dapat dicapai imunisasi polio 91.484 anak.  “Patokan data riil Puskesmas dari Dinas Kesehatan Pidie targetnya 91.484 anak yang akan diimunisasi dalam sepekan ini, optimis akan bisa tercapai,” kata Wahyudi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Arika Husnayanti menyebutkan, sasaran estimasi dari Pusdatin Kemenkes RI untuk Sub PIN Polio Kabupaten Pidie mencapai 95.603 anak dengan rincian 0-59 bulan 39.251 anak, 5-7 tahun 16.112 anak, 7-12 tahun mencapai 40.240 anak.

“Data riil Dinkes Kabupaten Pidie dari sumber Puskesmas seluruh kecamatan di Pidie  menunjukkan target riil sasaran anak imunisasi polio 91.484 anak. Jadi patokan data riil Puskemas tersebut untuk sementara yang akan jadi target,” kata Arika. (rtik)

Sigli - Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto memantau persiapan latihan peserta silat yang akan tampil pada pembukaan PORA XIV  10 Desember mendatang di Alun Alun Sigli, Ahad ((27/11/2022). Wahyudi  didampingi Kadis Pendidikan  dan Kebudayaan Yusmadi dan unsur Dinas Kesehatan. 

Wahyudi dalam kesempatan itu memotivasi peserta silat yang sedang latihan di bawah terik matahari. Dia juga  melakukan ramah tamah dengan pelatih  dan  pendamping olahraga silat. 

 "Terima kasih bapak dan ibu pelatih  yang terus mendampingi anak-anak belajar silat. Semakin hari anak-anak kita semakin sehat dan terampil, walaupun belajar di bawah terik matahari," ujar Wahyudi. 

Wahyudi menjelaskan,   opening ceremony PORA nantinya hanya pintu masuk supaya anak-anak punya motivasi belajar. Selanjutnya anak-anak ini akan dibekali  ilmu beladiri berbasis budaya Aceh, disamping mereka terus belajar mendalami ilmu agama. 

"Ada istilah dalam dunia persilatan, silat mencari kawan, shalat mencari Tuhan.  Ini dua sisi yang tidak bisa dipisahkan," tegasnya. 

Wahyudi mengajak  untuk meningkatkan silaturahmi sesama pendamping dan saling bertegur sapa, sebab ini persoalan  rasa kasih sayang. 

"Silaturahmi ada dua pilar, satu saling menyayangi dan satu lagi saling menghormati. Kita berada dalam satu keluarga besar untuk menjaga anak-anak agar tidak terpengaruh budaya sesat," pintanya. 

"Kita akan bangun keluarga besar Pidie yang baik, dengan terus membina anak-anak peserta silat  untuk terwujudnya keluarga besar Pidie yang bagus, harmonis, dan sukses PORA XIV," ujarnya. 

Sementara itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pidie Yusmadi mengatakan,   peserta silat akan diberikan hadiah supaya memotivasi untuk terus semangat latihan. 

"Untuk para guru olahraga dan pendamping  akan diberikan kaos PORA sebagai hadiah. Ini bukan soal harga, umum bentuk perhatian dan kasih sayang," ungkapnya. 

Dia menjelaskan,peserta latihan silat  1.000 orang, merupakan anak-anak tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari seluruh sekolah di Kabupaten Pidie. (Zkr)

Pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) tinggal menghitung hari. Pemerintah Kabupaten Pidie dan KONI Aceh melaksanakan kegiatan Chief de Mission Meeting di Aula Suman Mark Pidie pada 23 November 2022. 

Pejabat (Pj) Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto M.Si

Dalam kesempatan itu Pj. Bupati Pidie Berpesan kepada suruh Peserta Meeting agar menjadikan Pesta Olahraga ini sebagai momentum Mempererat Silaturahmi seluruh Masyarakat Aceh. 

"Kami mengharapkan untuk menjadikan PORA ini sebagai ajang silaturahmi seluruh masyarakat Aceh" tuturnya di hadapan seluruh peserta Meeting. 

"PORA ini bukan sebagai ajang berkompetisi dan juga persaingan, namun lebih sifatnya bertukar ilmu sehingga bertambah ilmu antar sesama kontingen" tuturnya. 

Hadir dalam Meeting Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf, Pj. Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto, Ketua PB PORA XIV Pidie Samsul Azhar dan Unsur Kepanitiaan setempat. 

"Kami Pemerintah Kabupaten Pidie hanya berusaha menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu yang hadir.  Jadi secara keseluruhan untuk membangun nuansa kekeluargaan, tanpa ada kepentingan politik sehingga akan tercipta Keluarga Aceh yang sebenarnya" pungkasnya.

BANDA ACEH - Mengakhiri Program Utama Mengatasi Kesenjangan Digital di Tahun 2022 Relawan TIK Aceh meliterasikan anggota baru, mahasiswa, pelaku usaha, ojek online, masyarakat umum dan relawan penggerak literasi digital di Aceh pada kegiatan penutupan Saweu Gampong tanggal 28 September di Banda Aceh.

Kegiatan kolaborasi dengan Kementerian Kominfo & Siberkreasi ini sudah dilaksanakan di 7 wilayah di Aceh, kick of saweu gampong di Pidie dan dilanjutkan ke Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Jaya dan Kota Langsa.

Jufriadi Humas Relawan TIK Aceh mengatakan, kegiatan Saweu Gampong sudah mencapai target untuk meliterasi 1000 lebih masyarakat Aceh sudah berhasil  terliterasikan.

“Alhamdulilah, inisiatif pengurus RTIK Aceh di tahun 2022 berhasil turun ke daerah dan melebihi target kami dalam menjebatangi program pusat sampai ke masyarakat di pelosok Aceh untuk Literasi Digital” ujarnya.

Tambahnya, pada acara penutupan ini kami RTIK Aceh menghadirkan narasumber senior seperti Sekretaris RTIK Aceh Zainal Mahyar Senior Trainer  SIAT-DEV Diskominsa Aceh, Ima Dwitawati, MBA Dosen Prodi Teknologi Informasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Muhammad Ichsan, S.Kom Tenaga Ahli Keamanan SIAT - Pemerintah Aceh, Muhammad RTIK Banda Aceh

“Kita juga memberi kesempatan untuk yang ingin menjadi bagian dari Relawan TIK Aceh bisa daftar di https://anggota.rtikaceh.or.id/register,” tuturnya.

Saat ini RTIK Aceh sangat membutuhkan dukungan banyak pihak untuk bersama sama melakukan gerakan literasi digital ini untuk memberikan perlindungan digital bagi anak-anak Aceh.

Akhyar Pada Saat di Pendopo Bupati Pidie

RTIK PIDIE, Sigli 
- 22 Agustus 2022 - Masih ingat kisah heroik Akhyar, siswa SMP 3 Mutiara yang viral di media sosial beberapa hari yang lalu. Akhyar adalah pahlawan pada perhelatan HUT RI 77, dimana tidak di saat Sang Saka Merah Putih di kabarkan, tali bendera di tiang terlilit. Sehingga dengan inisiatif Akhyar langsung menuju lapangan dan memanjat tiang bendera, melepaskan lilitan tali bendera di tiang bendera. Alhasil Upacara HUT RI 77 di SMP 3 Mutiara langsung di lanjutkan.  

Malam temu ramah dengan anggota Paskibraka dan Akhyar turut dihadiri oleh Pj. Bupati Pidie, Sekda, Kapolres Pidie, Dandim Pidie, Anggota Paskibraka serta unsur Forkopimda kabupaten Pidie. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Pendopo Bupati Kabupaten Pidie.

Akhyar hadir dengan nuansa Baju Coklat Khas Pramuka, Celana hitam menggunakan peci hitam ditemani oleh Kepala Sekolah dan dewan guru SMP 3 Mutiara. Gagahnya Akhyar menjadi sorotan tamu undangan dan di warnai tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir. 

Akhyar Siswa SMP 3 Mutiara atas aksi heroiknya mendapatkan penghargaan dari Pj. Bupati Pidie sebagai pahlawan cilik yang melepaskan lilitan tali Bendera Merah Putih yang tersangkut pada tiang bendera dalam upacara Hari Ulang Tahun ke - 77 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP 3 Mutiara Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie. 

"Tadi malam Akhyar mendapat undangan Khusus dari P.j Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si dan mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan cilik pada kegiatan jamuan makan malam bersama team Paskibraka dan Unsur Forkopimda kabupaten Pidie" ujar kepala sekolah SMP 3 Mutiara. 

Dalam sambutannya Pj. Bupati Pidie menyampaikan "ucapan terima kasih kepada team Paskibraka yang telah menyukseskan Upacara HUT RI 77 dengan khidmat". 

Lanjutnya "Ucapan terima kasih kepada Ananda Akhyar yang telah menjadi Pahlawan Cilik pada Perayaan HUT RI 77 di SMP 3 Mutiara. Semoga bisa menginspirasi anak-anak lain untuk menjadi untuk cinta tanah air". 

Diakhir sambutannya Pj. Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto M.Si berpesan "jangan pernah tanyakan apa yang negera berikan buat aku, tetapi tanyakan apa yang aku berikan buat negara". 

Dalam unggahan Vidio Akhyar memanjat tiang yang di unggah pada akun facebook Rifka Z Salman telah di tonton sebanyak 3 ribu, like sebanyak 224 dan share sebanyak 208 kali.

Ketua RTIK Pidie Zikrillah M.Pd Pada Saat Menyampaikan Sambutan Kegiatan Seminar Leterasi Digital

RTIK PIDIE, SIGLI - Menuju Masyarakat Gampong melek digital Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Aceh selenggarakan seminar Literasi Digital Saweu Gampong di ruang kampus PTI Al-Hilal Sigli. Selasa, 16 Agustus 2022. 

Acara kolaborasi diselenggarakan oleh Kominfo & Siberkreasi, didukung oleh RTIK Aceh dan RTIK Kabupaten Pidie dihadiri 140 peserta dari kalangan mahasiswa, unsur gampong, pelaku UMKM dan masyarakat umum turut pula dihadiri Drs. Abdul Manaf M.Pd selaku ketua 1 bidang Akademik PTI Al-Hilal Sigli dan dibuka langsung oleh Kadis Kominfo dan Persandian Kabupaten Pidie Muhammad Fadhil, S.Kom, M.Kom. 

Zikrul Khalid, ST. MT selaku Wakil Ketua RTIK Kabupaten Pidie dan Dosen Universitas Jabal Ghafur Sigli masyarakat diharapkan agar lebih beretika dalam menggunakan media sosial di era digital.

Fakhrullah Maulana lebih akrab disapa Bang Maul, saat mengisi materi mengatakan, Dunia digital ini tidak ada yang aman 100%, yang bisa kita lakukan adalah mengurangi resikonya sedapat mungkin untuk menjaga diri dan keluarga kita dari dunia digital. 

“Keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan, sedikit ribet dan waspada akan membuat kita lebih aman di dunia digital,” tuturnya Bang Maul.

Zikrillah M.Pd ketua RTIK Kabupaten Pidie mengatakan, seminar ini sangat diperlukan untuk masyarakat pidie yang selama ini warga pidie terutama ibu-ibu bahkan mahasiswa sudah menjadi korban penipuan di Media Sosial dengan iming-iming undian paket dan sejenisnya.

“Ilmu yang diajarkan semoga bisa diterapkan dalam sehari-sehari, seperti kasus klik link undian yang ada di iklan pada website, media sosial. Alhamdulillah materi yang disampaikan membuka pikiran para peserta untuk tidak klik link iming-iming undian berhadian,” tuturnya.

Ia melanjutkan, seperti materi yang disampaikan ketua RTIK Aceh, Malware (Malicious Software) itu adalah perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam, bisa mencuri informasi pribadi milik kita atau uang dari pemilik perangkat. Jenis-jenis Malware itu seperti, Virus, Worm, Trojan Horse, Ransomware dan Spyware/Adware jenis malware yang sangat berbahaya,” tuturnya

Zikrillah M.Pd Ketua Relawan TIK Kabupaten Pidie berharap Kementerian Kominfo melalui siberkreasi dapat lebih sering untuk mengadakan kegiatan serupa di kabupaten pidie untuk meliterasikan masyarakat kabupaten pidie,” tutupnya.

Letarasi Digital Saweu Gampong, 5000 Gerakan Makin Cakap Digital Aceh Bersama Kementerian Kominfo Republik Indonesia | Makin Cakap Digital | Siber Kreasi |Relawan TIK Aceh  | Relawan TIK Pidie

RTIK PIDIE
Berdasarkan Survei APJII Tahun 2020, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 196,71 juta pengguna aktif atau sekitar 73,7% dari total populasi penduduk Indonesia. Disaat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang massif ini membuka ruang yang lebih luas untuk meningkatnya penyalahgunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Internet. Sebagai ilustrasi, penggunaan dunia digital di Indonesia, hingga akhir 2020 terdapat lebih dari 320 kasus pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terutama terkait dengan berita palsu dan ujaran kebencian di media social (www.detik.com, 2021).

Lebih lanjut lagi. Hingga 31 Desember 2020, terdapat 1.858.554 konten situs yang telah diblokir oleh Kementerian Kominfo dan mayoritas situs tersebut merupakan situs pornografi (Kominfo, 2019).

Tindakan pemerintah ini menunjukkan dengan jelas bahwa perkembangan penggunaan TIK dan Internet di Indonesia kurang sehat.

Karena itu, Literasi Digital sangatlah diperlukan bagi masyarakat. Berikut hasil pengukuran Status Literasi Digital  Indonesia  tahun 2020 di 34 provinsi di Indonesia dalam rangka untuk mengukur dan menganalisa kebiasaan dan aktivitas responden dalam menggunakan internet.

Akses internet ini diakui responden semakin cepat, terjangkau dan tersebar sampai ke pelosok. Sebagian besar masyarakat juga menggunakan internet ini untuk berkomunikasi melalui pesan singkat, melakukan aktivitas di media sosial, serta menonton video secara online. Media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat di Indonesia secara nasional adalah Whatsapp, Facebook, dan Youtube. 40% dari pengguna media sosial Whatsapp bahkan menggunakannya lebih dari 5 jam sehari.

Dalam menggunakan media sosial, ternyata masih banyak responden yang mengaku menaruh informasi pribadi yang sensitif di media sosial. Selain itu, 30%-60% responden mengaku pernah terpapar hoaks, 11% responden pernah menyebarkan hoaks karena tidak terlalu memikirkan kebenaran informasi tersebut, dan sebagian hoaks yang ditemukan terkait isu politik, kesehatan, dan agama yang diterima paling banyak melalui media social Facebook.

Pengukuran literasi digital di Indonesia masih berada pada level “sedang”. Sub-indeks dari informasi dan literasi data memiliki skor yang paling rendah. Sementara itu, secara rata-rata skor indeks untuk Indonesia wilayah Tengah memiliki skor indeks yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata skor indeks Indonesia wilayah Barat dan Timur. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengidentifikasi hoaks perlu diperkuat. Jika masyarakat dapat mengidentifikasi hoaks, maka mereka akan cenderung tidak ikut menyebarkan hoaks.

Namun hal ini terkait dengan kemampuan kognitif masyarakat itu sendiri. Diperlukan juga kampanye untuk menghilangkan kebiasaan menaruh informasi pribadi yang bersifat sensitif di media sosial. RUU Perlindungan Data Pribadi dapat menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap data pribadi mereka.

Pengetahuan tentang literasi digital perlu dikemas sehingga menjadi topik yang dibahas di lingkaran keluarga/saudara. Orang-orang dan tokoh-tokoh kunci ini dapat sekaligus menjadi sumber target berbagi informasi. Perlu juga melibatkan tokoh agama, ketua RT/RW, serta tokoh adat karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mereka cukup tinggi.

Berdasarkan hasil kajian literasi digital diatas, Kementerian Komunikasi dan Informatika dituntut berperan aktif dalam menghentikan penyebaran hoaks serta dampak negatif internet lainnya dengan meningkatkan kemampuan kognitif masyarakat Indonesia melalui pelatihan kecakapan literasi digital. Dunia internet saat ini semakin dipenuhi konten berbau berita bohong, ujaran kebencian, dan radikalisme, bahkan praktik- praktik penipuan.

Keberadaan konten negatif yang merusak ekosistem digital saat ini hanya bisa ditangkal dengan membangun kesadaran dari tiap-tiap individu. Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk. 

Dalam hal ini, bentuk yang dimaksud termasuk menciptakan, mengkolaborasi,mengkomunikasikan, dan bekerja sesuai dengan aturan etika, dan memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan. Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari- hari.

Memacu individu untuk beralih dari konsumen informasi yang pasif menjadi produsen aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas. Jika generasi muda kurang menguasai kompetensi digital, hal ini sangat berisiko bagi mereka untuk tersisih dalam persaingan memperoleh pekerjaan, partisipasi demokrasi, dan interaksi sosial. Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban informasi hoaks, atau korban penipuan yang berbasis digital.

Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung rukun dan kondusif. Untuk mewujudkan serta mengimplementasikan hasil kajian tersebut, maka perlu dilaksanakan berbagai kegiatan literasi digital terhadap masyarakat agar dapat mengetahui serta mengikuti berbagai kegiatan literasi digital, sehingga hasil akhir dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan kognitif masyarakat Indonesia melalui berbagai kelas literasi digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah Menyusun Peta Jalan Literasi Digital 2021 -2024 yang menggunakan sejumlah referensi global dan nasional.

Dalam Peta Jalan ini dirumuskan 4(empat) kerangka literasi digital untuk penyusunan kurikulum, yaitu Digital Skills, Digital  Safety, Digital Ethics, dan Digital Culture. Dan 3(tiga) kerangka literasi digital yang digunakan dalam penyusunan program yaitu, Digital Society, Digital Economy, dan Digital Government.

Aceh dalam konteks pemanfaatan teknologi dan informasi, ternyata memiliki petuah-petuah atau kearifan lokal masyarakat gampong dalam menyikapi permasalahan aktivitas berliterasi digital. Salah satu kearifan lokal itu adalah hadih maja bagi masyarakat Aceh yang sudah mulai memudar saat ini. Hadih-hadih maja tersebut merupakan miniatur cara berpikir, bertindak, dan bersikap masyarakat Aceh dalam permasalahan kehidupan privasi, sosial, agama, bahkan hingga konteks budaya secara global.

“Mamèh bèk bagah ta'uet, phét bèk bagah ta-ula” manis jangan cepat ditelan, pahit jangan cepat dimuntahkan’. Hadih maja tersebut mengajarkan kita nilai-nilai kehati-hatian (protektif). Makanan atau minuman apapun, meskipun rasanya manis jika  hal itu justru menjadi racun, harusnya ditolak. Sebaliknya, walau itu pahit, tetapi merupakan obat penawar, jangan justru dimuntahkan. Meunyoe tapatéh haba peusuna, aneuk deungon ma jimupaké ‘kalau percaya kabar fitnah, anak dengan ibu kandung pun dapat bertikai’.

Merebaknya kabar hoaks akhir-akhir ini tentu tidak terlepas dari kurangnya sikap kritis para pengguna internet. Hadih maja di atas secara jelas menggambarkan bagaimana sebuah ikatan emosional ibu dan anak dapat saja hancur berantakan karena kesalahpahaman informasi, baik itu berita fitnah maupun berita bohong lainnya.

“Ureueng tuha bèk geuboh tungkat, ureueng malém bèk geuboh kitab” orang tua jangan membuang tongkat, orang alim jangan membuang kitab’. Hadih maja ini mengingatkan siapa saja untuk senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip kebenaran yang dijunjungnya. Jika seorang dewasa hendaknya mengedepankan rasionalitas dan aturan yang berlaku dalam bersikap dalam kehidupan mereka. Demikian juga halnya seorang pemuka agama harus berpegang teguh dengan tuntunan agama yang dianutnya.

Jika tidak, dalam konteks literasi digital, tatkala kita tidak menerapkan konsistensi memegang aturan berlaku dalam bertindak,diyakini akan mudah saja percaya kepada hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaran informasi yang didapatkan.

Rekam petuah-petuah leluhur kita yang kental budaya timur yang santun dan luhur dibarengi nilai-nilai religius menjadi filter efektif dan perlu digalakkan dan digaungkan kembali meski terkesan konservatif dalam menangkal perilaku yang tidak mencerminkan melek berliterasi digital.

Oleh karena itu, pemahaman konsep literasi digital yang kompleks bagi masyarakat kita sangat mendesak diperlukan. Dari pelbagai literatur, literasi digital dapat dimaknai sebagai kompetensi yang semata-mata bukan hanya kemampuan penggunaan teknologi, tapi juga meliputi kemampuan menganalisis, berpikir kritis dan memfilter informasi yang didapatkan.

Berkaitan dengan gambaran umum di atas, Relawan TIK Aceh  bersama Relawan TIK Pidie akan menyelenggaran kegiatan seminar leterasi digital di Kabupaten Pidie dengan tema kegiatan Kegiatan Komunitas  “Literasi Digital Sawue Gampong” 5000 Gerakan Makin Cakap Digital Aceh. yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, Tgl 16 Agustus 2022 di  Kampus Al - Hilal Sigli Jam:13:30 s.d Selesai. 


RTIK PIDIE
- Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Pidie berbagi pengalaman kegiatan RTIK Pidie dalam acara “Seminar Nasional dan Lokakarya School of Influencer”. Diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi & Informatika dan Gerakan Nasional Literasi Digital atau sering disebut Siberkreasi, Kamis 1 Agustus Tahun 2019

Dalam acara ini, Relawan TIK Pidie diberikan waktu 15 menit untuk menyampaikan materi tentang kegiatan relawan TIK di Pidie. Yang disampaikan oleh Safwaturrahman selaku sekretaris Relawan TIK Pidie dengan mengangkat judul “Membangun Gampong TIK yang Terintegarsi”.

Lalu kenapa kenapa Relawan TIK Pidie mengangkat judul Membangun Gampong TIK yang Terintegarsi, apa hubungan dengan siberkreasi ?

Menurut Safwaturrahman “Saat ini TIK Gampong atau lebih keren disebut website gampong bagian dari kegiatan siberkreasi. Karena website gampong juga bisa memproduksi konten-konten positif untuk melawan konten jahat. Seperti memuat konten literasi digital dan juga edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan dan penggunaan Dana Desa”.

Selain itu untuk mengajak generasi – generasi baru. Generasi yang bisa memanfaatkan kecanggihan TIK untuk kemaslahatan bersama misal mempromusikan potensi desa di internet. Menulis tentang desa di internet dan lain sebagainya dengan tujuan mengapai kemajuan.

Selain itu, safwaturrahman juga membahas hasil yang telah di capai. Saat ini Relawan TIK Pidie sedang melakukan pedampingan website di beberapa Kecamatan dalam kabupaten Pidie seperti di kecamatan Glumpang Tiga. Tangse, Kembang Tanjong, Mila, Sakti, Mutiara Timur dan Kota Sigli.

Pada tahun 2016, dampingan RTIK Pidie, Gampong Cot Baroh Kecamatan Glumpang Tiga masuk dalam program Desa Broadband Terpadu Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerja sama dengan Badan Prakarsa Pemberdaaan Desa Dan Kawasan (BP2DK). Melalui program ini Gampong Cot Baroh mendapatkan akses USO dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Acara Seminar Nasional dan Lokakarya School of Influencer yang diadakan di Sukma Bangsa juga dihadiri oleh Pemateri Nasional dan juga Lokakarya Sarmoko Saridi kreator nongkrong siberkreasi, Sumarno dari PTP Pustekkom Kemendikbut. Perwakilan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Ihan Nurdin pimpinan redaksi Acehtren, M. Hanif Hasballah youtuber, Qustalhany duta rumah belajar Provinsi Aceh.

Ketua Relawan TIK Kabupaten Pidie Nuryadin Saifunna berterima kasih kepada Siberkreasi, BAKTI dan juga Kemendikbud atas tersenggelaranya acara ini. Karna dengan adanya acara tersebebut masyarakat di Pidie khususnya lebih memahami lagi bagaimana menangkal hoax di media sosial dan memilah mana yang mana kabar hoaxs dan bukan hoaxs dan kita lihat antusias peserta juga luar biasa.

Sumber : infonanggroe.com

RTIK Pidie

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr_RbLO-YeTggL4CVI93d_hoK2svoGJHeIPrbj-UhOziLljG06nVUMk4pGC6cvTfVS339KuXZFhHj1qbmyb7tORHjarTljjoG7qXtgk6KGc3u5-0JBVv-nhipascFKKhzm-S9FJmVDz4Nd/s320/Logo+RTIK+Pidie.png} Relawan TIK Pidie (Pengurus Daerah - Relawan TIK Indonesia) merupakan bagian dari Relawan TIK Indonesia dengan misi pengembangan pengetahuan dan pendampingan pemanfaatan Teknologi Komunikasi bagi masyarakat Pidie. {facebook#https://www.facebook.com/rtikpidie} {twitter#https://twitter.com/rtikpidie} {google#https://plus.google.com/+RtikpidieBlogspotIdPidie/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCK9aWVeJgR4LnAp7wILQbiA}